[03]. Thanks For Comeback

315 48 13
                                        

Terimakasih untuk beberapa tahun ini bersamaku bunda, aku akan selalumenjaga Satya dan akan selalumenjadikan dia sebagaialasanku selama ini bertahan hidup

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Terimakasih untuk beberapa tahun ini
bersamaku bunda, aku akan selalu
menjaga Satya dan akan selalu
menjadikan dia sebagai
alasanku selama ini bertahan hidup

— P. A.

+×+

Alana mengerjapkan matanya melihat ke arah depan yang menyuguhkan pemandangan mengharukan. Nara, itu adalah Nara sahabatnya sejak kecil. Sahabatnya yang tahu semuanya, tentang seluk beluk kejadian setiap harinya tentang dirinya.

Alana hanya mampu menampar pelan pipinya namun aksinya itu terhenti oleh tangan kekar yang berada si sisi kanannya.

Arjuna, dia yang sudah menghentikan acara tampar-menampar Alana pada dirinya sendiri.

Nara melangkahkan kakinya pelan menuju bangsal Alana lalu bergerak memeluk Alana yang penuh luka sekarang. Nara memeluknya hanya sebentar dan tidak menekan, karena saat ini kondisi Alana sangatlah tidak baik.

Wajah pucat pasi dengan darah dimana-mana, lalu tak lupa bahwa baju yang semakin lecek kotor serta senyuman palsu yang terukir indah diwajah Alana.

Arjuna pun bahkan hanya bisa kagum karena perempuan didepannya ini adalah perempuan yang hebat serta kuat, dimana semuanya hanya dianggap sebagai masalah kecil yang tidak ada bandingannya bahkan dengan nyawanya sendiri.

"Ah iya kak Juna, makasih ya udah tolongin gue terus gendong gue sampai UKS" Arjuna hanya mengangguk pelan lalu melempar senyuman yang dibalas senyuman pula oleh Alana.

"Kak?" bingung Nara mendengar Alana memanggil Arjuna dengan embel-embel kak, karena Nara belum tahu bahwa Arjuna itu adalah kakak tingkatnya. Alana yang tahu bahwa Nara belum mengetahuinya pun segera memberitahu dan dibalas anggukan paham oleh Nara.

"Sorry ya kak karena tadi udah buat lo buru-buru terus juga nyuruh lo bawa Alana kesini, mana seragam lo agak basah dikit juga lagi"

Arjuna hanya terkekeh pelan karena ucapan yang terlontar dari bibir Nara, "Santai aja gapapa, lagian gue juga udah di izinin sama Samuel buat mapelnya"

"Ah iya, buruan lo gantiin itu si Alana. Makin pucet loh mukaknya, apa ga sebaiknya dibawa ke Rumah Sakit aja?" usul Arjuna membuat anggukan dalam diri Nara.

Nara pun akhirnya menatap Alana dengan tatapan tajam supaya Alana mau, karena Nara sangatlah hafal bahwa sahabatnya ini takkan mau pergi ke Rumah Sakit sampai kapanpun. Karena Alana sedang trauma.

"Pliss Al, kali ini aja. Okay?" akhirnya Alana menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan Nara. Arjuna yang tahu pun akhirnya berniat untuk pergi keluar sebentar karena Alana akan mengganti bajunya dibantu oleh Nara.

My Angel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang