Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dor
Dor
Dor
SUARA tembakan mengawali ketiga pemuda itu yang baru saja datang, syukur dari ketiganya ada yang mengetahui rencana licik dari sang teman nyawa.
Arjuna terus menatap secara teliti ruangan yang ia pijaki, sesekali menatap ke arah kedua adiknya yang berjaga dibelakangnya pas. Arjuna sedikit memberikan interaksi kepada Samuel pun ditanggapi oleh Samuel yang mengerti akan isyarat sang kakak.
Tangan Samuel membawa Haikal untuk mengikutinya, namun sebelum pergi Samuel menolehkan kepalanya ke arah Arjuna dan mengucapkan sepatah kata yang membuat Arjuna tersenyum ke arahnya.
"Jaga diri lo kak, gue nggak mau salah satu dari kita semua celaka. Gue minta lo janji sama gue!"
Seolah tidak terbantah, Arjuna menganggukkan kepalanya lalu menepuk pundak kanan Samuel pelan. Dengan langkahnya, Samuel dan Haikal pergi menuju arah pilar kiri dari rumah tersebut. Lantainya begitu kotor sekali, Samuel sesekali juga harus hati-hati karena terdapat banyak perangkap yang bisa saja akan melukainya dan Haikal.
Arthur dan Satya, telah dipasrahkan ke sahabat Arjuna yang juga bekerja sebagai kepercayaan Aejuna di kantor. Dan Arjuna yakin bahwa sahabatnya itu mampu menjaga keduanya dengan baik, karena sahabatnya itu juga mantan seorang ketua pemberontakan di seluruh gerombolan mafia.