[29]. I Know I Love U

224 33 22
                                        

Singkatnya, saya pernah berusaha untuk menghancurkan batu dengan air dan bodohnya malah terlanjur percaya dengan takdir

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Singkatnya, saya pernah berusaha untuk menghancurkan batu dengan air dan bodohnya malah terlanjur percaya dengan takdir.

Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, tapi di endingnya nanti tidak akan ada lagi 'kamu'.

"Bayu, bertahanlah untukku."

+×+

KAKI Alana menapak didepan ruangan steril tertutup rapat itu, matanya tak henti mengeluarkan air matanya untuk memohon kepada Tuhan supaya tidak membiarkan kehidupannya hilang secara tiba-tiba.

Alana menunggu Bayu.

Setelah Bayu dipergoki oleh kedua kakaknya itu, tiba-tiba saja dia pingsan dan langsung dibawa ke ruangan ICU, guna untuk menjaga kestabilan diri. Operasi yang seharusnya dilakukan hari ini harus di undur dengan terpaksa.

Samuel dan Arjuna juga tidak akan pernah mengizinkan Bayu mengorbankan dirinya. Oleh karena itu, Arjuna langsung menghubungi semua mantan anak buahnya untuk mencarikan donor jantung Taehyun.

Bayu masih dengan mata terpejamnya terbaring disana, dokter Seokjin mengatakan bahwa luka-luka di tubuh Bayu itu membuka kembali dan menyisakan luka baru. Dalam artian lain bahwa Bayu sudah banyak bergerak melebihi kapasitas maksimalnya, maka dari itulah lukanya kembali membuka.

Alana masih menundukkan kepalanya dengan diri yang bersandar di tembok. Kakinya itu menekuk dengan sendirinya dan membenamkan dirinya disana, kata-kata Seokjin tadi hampir membuatnya kehilangan semangat hidupnya.

Kemarin Alana bermimpi begitu indah, sangat indah. Dimana sebuah padang yang terletak di atas bukit dengan pemandangan hijaunya itu menyejukkan mata Alana. Tangannya itu tiba-tiba ada yang menggenggam dan secara tiba-tiba pula kepala menoleh mendapati Bayu tersenyum disampingnya.

Genggaman tangan itu hangat seperti nyata, dengan tangan yang bertautan itu Bayu memimpin jalan mengajak dirinya menuju bawah. Dimana terlihat danau luas yang membentang dengan indahnya.

Bayu menatap dirinya dan memegang kedua tangannya, perjanjian yang tidak seharusnya terjadi pun akhirnya terjadi begitu saja dengan sendirinya. Mulutnya itu mengucapkan kata-kata dimana mengisyaratkan perpisahan yang membuat Alana tidak ingin sampai itu terjadi.

Flashback on

"Jangan sekali-sekali ingkar sama janji ini, Bayu. Aku gak pernah mau kehilangan lagi, cukup waktu itu semesta ambil bunda dari aku. Jangan lagi,"

Bunga dandelion bertentangan dengan angin, jaraknya begitu sangatlah tidak bisa ditentukan. Mata jernih itu saling memandang dengan tangan yang masih bertautan.

My Angel [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang