Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Semuanya akan baik-baik saja percayalah untuk malam ini, maupun kedepannya.
Aku takkan membiarkan sahabatku tersentuh oleh iblis seperti perempuan itu.
Senyuman itu, akan terus terukir di wajahmu. Aku akan memastikan itu selalu terjadi, dimulai saat ini juga hingga nanti nafasku habis.
"Karena kau mengingatkanku kepada mendiang bundaku"
+×+
Begitu perban itu melekat sempurna di tangan Alana. Satya berusaha membuat Alana semakin rileks dengan dirinya sendiri, mencoba untuk membuat Alana tidak melakukan hal aneh lagi. Dan itu berhasil, Satya selalu menepati janjinya kepada bundanya.
Jangan pernah membiarkan Alana dalam bahaya namun kini sudah terlanjur, jangan pernah membiarkan Alana dalam masa sulit juga kini sudah terlanjur namun Satya berhasil menarik Alana kembali ke dunianya lagi.
Alana yang begitu hangat dan ceria.
Itu yang sangat Satya rindukan, dan sekarang Alana sudah kembali berkat kerecehan Haikal dan juga kakak-kakaknya serta tak lupa Nara juga yang ikut berpatisipasi didalamnya.
Satya bersyukur karena sudah dipertemukan dengan orang-orang baik ini, ia takkan membiarkan Alana berada dalam posisi tadi. Yang pastinya adalah, kejadian tadi takkan pernah terulang lagi. Satya akan memastikannya sendiri.
Namun, apa iya akan benar?
"Kal, balik sono. Kasian tuh si Arthur sendirian, lagi misuh-misuh tuh" ujar Bayu membuat Haikal meliriknya sinis.
"Kenapa gak lo aja kak, gue lagi enak disini nih ghibah sama kak Al. Lo aja deh ya, oke? Iya sama-sama kak" balas Haikal lalu kembali bercengkerama dengan Alana yang mulai membaik itu. Tanpa menoleh karena muka Bayu yang sungguh kesal kepadanya.
Alana benar-benar tersenyum lebar hari ini, dan itu membuat Satya ikut tersenyum juga. Hingga tak sadar bahwa Arjuna dan Bayu melihatnya.
"Oh iya, kak Samuel kok gak balik-balik ya beli makanan di kantin? Nggak nyasar kan?" tanya Nara sambil mengupas buah jeruk yang diberikan oleh Haikal sewaktu masuk ke ruangan inap Alana.
"Gatau tuh, ntar juga nelfon kalau ada apa-apa" balas Arjuna.
Ddrrtt
Baru saja dibilang, Arjuna melihat ponselny yang menampilkan grup chatnya dengan para adik-adik nya itu.
Senyuman tipis terukir di wajahnya, Bayu pun juga mengecek ponselnya bersamaan dengan Haikal yang juga mengeluarkan ponselnya untuk mengecek siapakah yang mengirimkan pesan.