Sekarang mereka sudah berada di pintu keluar bandara di Sapporo. Pengawas sudah memesan travel untuk mengantarkan ke penginapan mereka
Singkat cerita, sampailah mereka di penginapan. Kelompok yang sudah terbagi, barang yang sudah sampai di tangan masing masing, juga jadwal yang sudah diberikan
"Apa ada yang belum memilik kelompok?!!"
(Name) dari barisan paling belakang unjuk tangan, dirinya memang tidak ditarik oleh kelompok manapun sejak tadi. Terpaksalah ia dimasukkan dengan kelompok lelaki
Sebenarnya tadi...
"(Name)? Bisa ikut dengan para guru"
"Ekk?! T-tidak, lebih baik saya menyewa kamar sendiri atau tidur diluar atau–"
"Tidak, keamanan murid itu masuk tanggung jawab kami, ibumu juga sudah membayar biaya untuk mengikuti tour ini"
"Jadi bagaimana?"
"Pilih, ingin ikut dengan para pengawas, atau ikut di kelompok lelaki yang brutal?"
"Brutal seperti apa maksudnya?"
Yang dilihat pengawas:
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yang dilihat (Name):
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Tidak brutal menurut saya"
"Ya kalau kamu mau sih gapapa, kalau ada apa apa langsung lapor pengawas aja"
"Hum, terimakasih"
Jumlah pengawas yang ikut memang cukup, cukup banyak? Dua hingga lima orang, termasuk banyak untukku
Pada akhirnya, (Name) harus tidur sekamar dengan para para insan biadab karena tak ingin bersama guru yang pengawasannya melebihi kepala keamanan
Untung beberapa diantara mereka masih ada yang akhlak nya masih bisa terkontrol, juga terdapat cctv disana. Jadi (Name) akan aman walau tidur bersama mereka
"Tetap beri jarak antara tidurmu dengan wilayah tidur mereka, kamu ga tau apa yang terjadi kalau matamu udah terpejam" --guru
(Name) sih fine, fine, aja sama itu. Ga fine nya malah sama fans Oikawa yang tambah sinis, tambah jutek, tambah kejam, tambah galak jika berhadapan dengan (Name)
Harus diakui bahwa ini kesempatan yang sangat langka apalagi dengan orang seperti (Name) yang mencintai kesendirian
Walau cuek dan ketus seperti ini, namanya perempuan, (Name) tentu saja gugup jika di kelilingi oleh laki laki, bedanya ia masih bisa mengendalikan komuknya
Di tempat (Name), tepatnya bagian lelaki, ia sedang menata barang nya di tempat khusus yang diberikan pengawas saat ia akan berjalan kemari
"Pastikan barangmu tetap aman"
Seperti orang tua (Name) saja. Memang (Name) juga cukup butuh tempat aman seperti itu untuk menyimpan gadget nya juga barang berharga miliknya yang lain
Sebelumnya (Name) dibujuk bujuk oleh pengawas perempuan untuk ikut bersama mereka, tapi (Name) menolak. Ia mengatakan bahwa ia memiliki keahlian bela diri
Tentu saja pengawas tak akan percaya semudah itu, mereka minta bukti. Untung saja (Name) menyimpan foto foto saat ia memenangkan beberapa kejuaraan bela diri. Diperbolehkanlah (Name) untuk masuk ke kelompok laki laki
Cukup sulit membujuk mereka, tapi dengan (Name) yang bersilat lidah dengan kata kata yang terdengar meyakinkan, ia mendapat ijin itu dengan cepat
"(Name), kamu kok disini?" Tanya Oikawa
"Aku ga bisa masuk kelompok putri, yang ada malah dip–"
"Hm??"
"Ga, gapapa, kelompok putri udah penuh"
"Ga ikut guru aja?"
"Ngusir?"
"Ga gitu, kamu ga takut apa kalau kenapa napa nanti?"
"Ada 4 cctv disini, aku tidur agak jauh, ada Iwaizumi"
"Kenapa sama Iwa-chan?"
"Selama ada dia, lo ga bisa ngapa ngapain kan? Yeuh, yaudah, aku mau mandi dulu"
(Name) mengambil handuknya lalu menuju pemandian onsen di bagian belakang penginapannya, meninggalkan Oikawa sendiri
"Lu kenapa?" Tanya Iwaizumi yang sedang memegang handuk juga baju nya untuk mandi setelah ini
"(Name) tidur disini..."
"Ya terus? Kenapa? Mau ngelakuin hal aneh? Awas aja lo"
"Ih, mana ada? Aku ini ga mungkin ngelakuin pelecehan kaya gitu, lagian juga dia bakal tidur agak jauhan, ada pengawas lagi, mana mungkin aku ngelakuin kaya gitu~"