[Dua Puluh] - long chapter warning!

214 27 0
                                    

Teng... Teng... Teng...

Bel pulang berbunyi, seluruh siswa berhamburan dari kelasnya

Tak terkecuali (Name), ia sedang berjalan di bagian loker sepatu

Loker milik putra dan putri itu dibuat bersebelahan jadi mereka dapat bertemu setiap saat

"Iwa-chan~" Oikawa tiba tiba nongol di loker sebelah (Name) sembari memanggil nama Iwaizumi

Gadis itu sih hanya geleng geleng saja melihat tingkahnya

Ia tinggal berjalan beberapa langkah lagi untuk mencapai loker sepatunya

(Name) mengambil kunci kecil di saku bajunya lalu perlahan memutarnya searah jarum jam guna membuka kunci loker

___________

Tanpa aba aba, sesuatu langsung terlempar ke arah wajah (Name)

Beruntungnya (Name) cepat tanggap, ia langsung melindungi wajahnya menggunakan kedua tangannya

SPLATTT!!

Seluruh siswa yang berada di sekitar (Name) langsung menatapnya, termasuk Hikari yang berada di loker paling ujung

"(Name)..–" Panggil Oikawa pelan

Iwaizumi, Hanamaki, Saiko, serta Matsukawa juga melihatnya, selama beberapa saat mereka hanya memandangi (Name)

Memandangi (Name)...

Yang penuh dengan krim kue tart rasa strawberry di wajahnya

BLEBBB

Kue itu jatuh di depan (Name)

Gadis itu juga ikut menurunkan tangannya yang sebelumnya menduduki posisi pelindung wajah

Ia terdiam

Selama beberapa detik kemudian, cairan merah keluar dari tangan, bawah kedua pelipisnya, serta sekitar wajahnya

Karena baluran krim yang cukup tebal, sumber luka itu terlihat samar samar

(Name) memandangi kue yang sudah tak berbentuk itu

"A-ah..." Ujarnya pelan

Perlahan lahan, ia merasakan tangan dan sumber luka yang diterimanya berdenyut

Itu sangat menyakitkan

Semakin lama juga darah yang mengalir semakin banyak, "Sa-Sakit..." Rintihnya

(Name) memutar tangannya untuk melihat seberapa parah luka yang diterimanya

Ia menyentuh luka gores yang ada di pelipisnya, cukup tebal

Tes... Tes...

Darah segar mengalir dari tangannya, jatuh diatas lantai berwarna abu abu bersih

Semuanya terkejut, terkejut melihat cairan merah cerah yang keluar dari tangan (Name)

Iwaizumi yang paham langsung menghampirinya

"(Name)! Kenapa... Tanganmu berdarah!" Ujar Iwaizumi dengan suara yang cukup keras

Spontan saja Hanamaki dan Matsukawa menghampiri (Name)

Tak luput dari fakta, Oikawa dan Saiko juga langsung menghampirinya

Ada juga beberapa anak perempuan yang ikut melihat luka (Name)

"Kue nya..." Bisik (Name) pelan

Mereka langsung mengalihkan pandangan pada kue tart itu

Dan benar saja, disana terdapat beberapa potong isi cutter tajam dan paku

Tanpa basa basi, (Name) langsung dibawa ke UKS untuk mengobati luka lukanya

DifferentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang