[Tiga Puluh Lima]

38 7 6
                                        

"Si (Name) udah pulang duluan ih"

"Salah siapa kaya gitu? Kasian juga (Name)"

"Ya kan cepet cepet, Iwa-chan"

"Halah, gantian dipepet ciwi ciwi aja masih sempet ngobrol"

"Kan lebih dari 1"

"Alesan"

Di perjalanan menuju rumah, Oikawa dan Iwaizumi sengaja mampir sebentar di caffe yang namanya baru saja memuncak di antara para pelajar

Yang dimana caffe itu adalah tempat (Name) kerja part time. Tidak begitu ramai karena ada area rooftop sekarang, terlebih disana menyediakan dapur terbuka untuk para customer yang ingin request

Ting Ting

"Irasshaimase, okyaku-sama"

Sejak memasuki caffe, perhatian mendadak tertuju pada Oikawa dan Iwaizumi, ada yang berbisik dengan temannya maupun mengutarakan pendapat secara langsung

(Name) yang sedang sibuk membuat minuman menyadari keheningan itu walau biasanya memang hening tapi ini hening yang berbeda

Gadis ini mendongak, mendapati Oikawa dan Iwaizumi berada di meja kasir sedang memesan, "Jika ingin menambah toping atau yang lainnya bisa langsung bicara dengan pegawai disana"

(Name) berhenti dengan kegiatan membuat minumannya, ia beralih pada restroom dibelakang dimana ada managernya disana

"Hayate-san, ada masker tidak?"

"He? Buat apa? Kamu sakit?"

"Ga, cuma... Ada kendala dikit"

"Coba kulihat, kayanya disini" Hayate beranjak dari duduknya beralih mengaduk aduk laci lemari penyimpanan dan menemukan beberapa pack masker yang dicari

"Ini, ada butuh yang lain?" "Oh, ngga ini aja, terima kasih, saya kembali dulu" "Okay"

Oikawa Tooru, table 8•
-----
Black coffee
Latte
Latte Macchiato
-----
Milk bread
Agedashi tofu pan
Salmon gravlax
Croque-Monsieur
Milky waffle


(Name) membaca kertas pesanan yang diberikan padanya oleh pegawai kasirnya. Sebelum ia memulai, Oikawa mendekat ke meja tempat (Name) akan membuat pesanan

"Ngapain sih ni orang? Udah ngerepotin, pesenan banyak banget lagi, mana milih yang susah dibuat"

"Iya, kenapa ya?" Ujar (Name) dengan agak mengubah nada bicaranya. "Saya mau request"

(Name) mengangguk, sebagai pegawai ia juga harus menghormati dan melayani pelanggan walau pelanggan itu orang yang sangat amat menyebalkan

"Salmon gravlax nya tolong ditambah satu cup extra milk cheese sauce ya, pakai oregano buat taburannya. Latte nya tolong di hias atasnya, kalau yang macchiato foam nya di bentuk karakter 3D Alien bisa?"

(Name) hanya diam, pelan pelan tekanan batinnya bergejolak tapi masih coba ditanggapi dengan lembut, "Baik kalau begitu saya catat, silahkan tunggu hingga pesanan dihantar ke meja"

Setelah Oikawa duduk, (Name) mulai sibuk dengan pesanannya. Karena lumayan banyak dan ada beberapa yang bukan bidangnya, jadi ia butuh bantuan dari senior yang sudah jauh lebih berpengalaman

***

"Jadi gitu, paham?"

"Ooh, paham paham, makasih kak"

"Sama sama, enak lho yang ngajarin kamu, kamu nya cepet mudeng"

"Haha, iya kak"

Selesai melihat tutor dari seniornya, (Name) kembali mengutak atik bahan bahan yang disediakan, yang lainnya mudah kecuali Latte nya

Aneh aneh sekali permintaan lelaki jambul coklat ini, (Name) sampai harus meminta pegawai lainnya untuk menjaga satu sisi agar tidak goyah saat menghias sisi yang lain

'Kepuasan pelanggan nomor 1, jadi tolong usahanya ya' Pesan Hayate-san saat rapat awal karyawan, (Name) pikir dengan begitu juga ia dapat menaikkan gajinya jadi ikuti saja

Setelah berkali kali perbaikan dan uji coba, akhirnya foam dan Latte art yang diinginkan jadi, tentu harus hiasan yang keren juga

Selain kepuasan pelanggan, (Name) juga puas karena dapat membuat yang seperti ini, lalu jika saja di pamerkan di media sosial akan lebih banyak pelanggan yang datang dan lebih banyak keuntungan

Plating sudah, tinggal dihantar, (Name) berpesan agar dibawa ke meja dengan hati hati karena itu benar benar kerja keras, sebuah maha karya untuk (Name)

"Pesanan meja 8 oleh Oikawa Tooru"

Setelah diletakkan Latte 3D yang diinginkan, wajah Oikawa berbinar melihat bentuk yang benar benar rapi, percobaan luar biasa untuk pemula

Oikawa sempat bertanya siapa yang membuat kepada pelayan caffe dan dijawab dengan posisi yang (Name) tempati

(Name) memang minta menyembunyikan identitasnya karena akan jadi masalah jika ada murid dari sekolahnya tahu

Dari tempat (Name) berdiri ia melihat Oikawa tersenyum puas dan melemparkan dua ibu jari padanya

Oikawa juga sepertinya tak tega menghancurkan hiasan yang telah dibuat dengan amat indahnya dimata penggemar makhluk mitos ini, benar benar sibuk memotret dari berbagai sisi

(Name) bersyukur kerja kerasnya dihargai, keringat khawatir yang terus mengalir saat membuat hiasannya terbayarkan

Mungkin karena merasa benar benar dihargai, rasanya mood (Name) meningkat drastis dari kejadian sial hari ini yang terus menimpanya

Dengan begitu target kerjanya akan tercapai, mungkin saja dengan ini (Name) bisa minta bonus oleh Hayate-san

Bercanda

.
.
.
.
.
.
.

Halo??? Gomen, udah mulai sekolah offline soalnya, kalian juga kan? Semangat ya semua ❀

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 15, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

DifferentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang