[Tiga Puluh Dua]

59 16 0
                                        

Punten saya skip

———

Setelah malam yang ramai itu, hari ini rasanya mood nya sedang baik. Yah, hal itu adalah hal yang istimewa karena terkesan jarang

Suara gesekan antara sepatu dan aspal yang terus berulang, sisa embun pada dedaunan dari semalam, juga sinar mentari yang mengikutinya samar samar

Seulas senyum terukir pada wajahnya, memberi kesan indah dan ramah pada tiap orang yang melihatnya

"Ara~ nak, (Name) kelihatan ceria sekali pagi ini" Ucap seorang wanita tua bernama Yugi

Awal mula mereka bertemu saat (Name) membantu Yugi dari segerombolan preman yang akan mengambil barangnya

Sampai sekarang akhirnya menjadi akrab, nek Yugi juga baik sekali pada (Name)

"Iya, nenek juga kelihatan tambah muda dan cantik"

"Ahhhh, jangan begitu, nenek jadi malu. Omong omong, nenek buat onigiri lumayan banyak jadi mau diberikan padamu"

"Loh, jangan repot repot nek"

"Gapapa kok, ambil aja"

"Um... Kalau gitu makasih" Mau tidak mau, gadis ini mengambil paperbag kecil yang disodorkan padanya

Eh tapi memang mau sih, hahaha

"(Name) berangkat dulu ya nek"

"Iya, hati hati ya"

"Un!" Balasan berupa anggukan dilontarkan olehnya, makin lama sosok (Name) makin tak tampak dari posisi Yugi sekarang

***

"Pagi (Name)"

"Pagi Saiko"

Deg!

Balasan ucapan selamat pagi dari seorang gadis yang disukainya, disertai senyum manis yang melemaskan otot dan syaraf

Rasanya jantung ini ingin berhenti saja. Bagi Saiko jarang sekali ucapannya disambut hangat oleh (Name) jadi ini adalah sesuatu yang istimewa

Jadi selama pelajaran pagi itu berlangsung hatinya terus berbunga bunga dan memiliki aura menyenangkan sementara

***

"Halo (Name)"

"Huh?"

Gadis ini menoleh ke arah sumber suara, didapatinya Hikari yang berdiri disana dengan senyum lebar

Tentu hal seperti itu membuatnya bingung, tapi (Name) masih bisa bersikap tenang untuk menanggapi

"Kenapa?"

"Makan bareng yuk, aku bawa bento ekstra nih"

"Ehm... Oke? Mau makan dimana?"

"Di kelas bawah aja gimana?"

"Oke"

Kebetulan didepan kelas bagian bawah ada pekarangan khusus jadi para siswa bisa istirahat disana

"(Name) bawa apa di dalem paperbag?" Tanya Hikari

"Hhh... Ini onigiri"

"Buat sendiri?!"

"Ga, dibuatin nenek"

"Ooohhh, (Name) tinggal sama nenek?"

"Sama ortu"

"Trus neneknya??"

"Nenek tetangga"

"O-ooohhh gitu... Eh (Name)! Duduk yang dibawah pohon situ aja yuk, yang teduh"

"Oke"

Sebenarnya (Name) agak curiga dengan tempat yang dipilih Hikari, tempat yang cukup masuk ke daerah pekarangan jadi sulit diperhatikan, apalagi tertutup pohon

Dibukalah wadah bento Hikari yang berbentuk lingkaran sebanyak 2 tumpuk

Dari wanginya saja sudah terbukti kalau rasanya enak. Tapi tenang, (Name) itu juara 1 menahan nafsu

"(Name) mau?"

Ada 5 lauk yang disuguhkan didalamnya, yang lumayan jarang (Name) makan karena proses masak yang ribet

Ada 5 lauk yang disuguhkan didalamnya, yang lumayan jarang (Name) makan karena proses masak yang ribet

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ga perlu, makasih"

"Loh, gapapa ini! Aku emang sengaja buat 2 biar kita bisa makan bareng"

"Tapi aku udah bawa sendiri, kamu juga makan aja punyamu, kalau dibagi nanti ga kenyang"

"(Name)!" Terdengar suara lelaki dari luar pekarangan yang melambai kearahnya

Ini dia, kita sambut duo buntut, yang dimana ada (Name), disitu ada mereka

"Konnichiwa Hikari, (Name)" Ujar Iwaizumi

"Yo Iwaizumi"

"Konnichiwa, Iwaizumi-san"

"Pada ngapain disini?" Tanya Oikawa

"Ga liat?"

"Basa basi doang ih (Name), btw..." Oikawa mendekat ke telinga (Name), "Tumben sama Hikari?"

____________________________________________
Tugas vidio kampret, Oikawa😍👋🏻...

DifferentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang