Bagi setiap insan, MENIKAH adalah suatu hal yang sakral.
Namun apa jadinya, jikalau suatu pernikahan terjadi tanpa hadirnya mempelai wanita.
Bahkan semua keluarga seakan menutup-nutupi hal itu darinya.
Akankan Prilly dapat menerima pernikahan terse...
Tetap support keduanya, support project mereka masing-masing.
InsyaAllah jika memang Allah berkehendak, semua akan ada jalannya...
Do'akan saja dengan do'a yang paling terbaik untuk keduanya. Walau tanpa kita minta sekalipun, Allah maha tau apa yang terbaik untuk semua makhluk-Nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
. . . . .
Prilly sedang membantu Bunda nya memasak untuk makan malam nanti. Ia paling senang jika disuruh untuk mengulek sambel, karena menurutnya ada sensasi tersendiri saat mengulek.
"i, ingat cabenya jangan banyak-banyak"
Prilly tersenyum "Iya Bun, ini dikit kok"
"Ya soalnya, kamu tuh sering kalap kalo udah liat cabe"
"Padahal ii udah cape-cape ngulek" Rajuk Prilly sedang sang Bunda pura-pura tak mendengarnya, ia fokus menggoreng ayam.
+++
Prilly sedang berbaring diatas ranjangnya, ia bersiap untuk tidur.
Namun prilly teringat tasbih pemberian Ali tadi siang, ia bangun lalu meraih tas yang ia letakkan diatas nakas.
Tangannya merogoh kedalam tas, mengambil tasbih yang ia maksud. Bibirnya melengkung membentuk senyuman, hatinya menghangat, jantungnya seketika berdebar sama seperti saat ia berada di dekat sang pemberi tasbih.
Ya, sejak awal pertemuan nya dengan Ali, Prilly memang merasa ada yang berbeda dari dirinya. Namun, ia segera menepis hal tersebut. Karena ia dan Ali adalah saudara.
Namun, beberapa hari terakhir ini kebersamaan nya dengan Ali membuat ia semakin ragu dengan rasa yang ia punya.
Tangannya tergerak untuk mengulir satu persatu biji tasbih ditangannya, ia pasrahkan segala yang ia rasakan pada Allah Ta'ala.