Anak Gede

795 93 2
                                    

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya lah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.
{QS Ar Rum : 21}

++++++++++++++++

"Papa rasa, ada yang sengaja mau nyelakain kalian"

"Maksud Papa?"

"Ya, Papa tadi sempet perhatiin mobil kamu. Ada penyok dibagian belakang, padahalkan kalau ii cuma nabrak pohon, yang rusak hanya bagian depan. Ini ngga, belakang juga. Malahan bagian belakang itu lebih parah daripada bagian depan rusaknya. Pasti ada yang sengaja menabrak mobil kamu"

"Ali bakal cari tau secepatnya Pah"

"Iya Li, Papa juga akan nyuruh anak buah Papa buat cari tau apa ada saksi mata atau CCTV disekitar tempat kejadian"

"Makasih banyak Pah" Rizal mengangguk

"Maafin Ali karena ngga becus jagain Prilly"

"Kamu ngga perlu minta maaf, kamu ngga salah"

.
.

Setelah kepulangan mertuanya, Ali kembali ke kamarnya.

"Mas"

"Loh, Kamu kok belum tidur?"

"Belum, Papa sama Bunda udah pulang?"

Ali mengambil tempat disamping Prilly.

"Iya, baru aja mereka pergi"
Prilly mengangguk

"Yaudah, mending sekarang kamu tidur, istirahat. Kepalanya masih pusing ngga?" Prilly menggeleng

"Alhamdulillah udah mendingan kok Mas, kamu gimana? Masih pusing?"

Ali tersenyum "Alhamdulillah Aku udah ngga pa pa, kan Aku udah ada obatnya"

"Obat? Oh kamu udah minum obat?"

"Bukan obat itu sayang.."
Prilly mengernyit tanda heran

"Terus, apa obatnya?"
Ali merebahkan tubuhnya, lalu tangannya mengelus pipi Prilly lembut.

"Kamu, kamu obat segala penyakit Aku" Prilly tersenyum malu

"Apaan sih kamu, Mas. Gomballl.. Hhh "

"Hhh beneran. Buktinya, sekarang Aku udah sembuh"

"Tapi kan itu semua, atas kuasa Allah Mas"

"Iya, tapi melalui perantara kamu"
Prilly terkekeh, dia meraup wajah Ali gemas. Keduanya kembali tertawa bahagia. Ali menarik Prilly dalam dekapannya.

"Udah ah, tidur. Udah malem, anak kecil ngga boleh tidur malem-malem"
Prilly menatap Ali kesal.

"Siapa yang anak kecil?"

"Kamu"

"Ihhh enak aja"

"Ya terus apa?"

"Ya... Aku bukan anak kecil. Anak kecil itu umur 5 tahun 6 tahun"
"Aku.. Anak gede" Ali yang gemas dengan tingkah istrinya, menangkup kedua pipi Prilly.

"Iya deh, anak gede. Kan udah jadi istri, malah bentar lagi mau jadi Ibu"

Glek-Prilly terperangah

Ali tersenyum tipis, lalu ia kembali mendekap Prilly.

"Aku tau, kamu masih belum siap. Jangan di fikirin ya. Udah ah, tidur.." Ali mengelus punggung sang istri lembut.

Until JannahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang