Sinbi pulang dengan langkah tergesa-gesa, sambil menuntun Samuel yang setia di sampingnya, 20 menit dia berjalan dan sampai dirumah dengan selamat. Sinbi masuk setelah memasukkan Samuel ke kandangnya,
Sebelas langkah menuju ruang tengah dia mencium bau masakan yang menggugah selera, ini bukan bau masakan Bibi Jang tapi ini bau masakan ayahnya, Sinbi pun berlari menuju dapur, dan mengageti ayah nya,
" Papih!!!!!!........... " Cetak Sinbi,
" Wihh apaan adek, kaget tau papih" Kaget Yuri,
" Hehehe....... Papih masak apa? Enak banget baunya sampek pintu depan! " Kata Sinbi berlebihan,
" Papih.. Masakin yang enak pastinya dongggg!! " Sombong Yuri, Sinbi pun tiba-tiba ingat pesan dari halmoni Jung yang meminta dibawakan Ramyun dari SinYu Restaurant ketika dia pulang,
" Mmhh pih, besok sebelum pulang, anterin ke SinYu Restaurant ya? Orang rumah minta dibawain Ramyun" Pinta Sinbi,
" Ahh iyaa iyaa.. Nanti kita kesana beli dulu, tapi kalo papih gak sibuk biar papih aja yang masak, toh rasanya gak beda jauh kok, yaudah yuk makan udah siap nih makanannya" Suruh Yuri,
" Oke " Kata Sinbi, sambil membawa piring untuk di isi makanan,
" Gimana tadi ikut mimih? " Tanya Yuri,
" Asik pih...... Asik pas aku jalan-jalan sih, untung tadi ngajak Dooe, jadi gak bosen, mimih lama banget pemotretan nya" Kata Sinbi,
" Wahh padahal pekerjaan mimih kamu adalah pekerjaan yang gak ngebosenin lho, dibanding pekerjaan papih" Yuri,
" Iyaa?? Aku malah penasaran pekerjaan papih kayak gimana, aku boleh kapan-kapan ikut ya pihhh??? Yayaayyayaya???? " Paksa Sinbi,
" Ohh boleh, kok!! " Yuri.
Setelah mereka makan malam, mereka istirahat di kamar masing-masing. Yuri dengan pekerjaan kantornya yang masih menumpuk, karena ada meeting yang harus dia pimpinan besok, sedangkan Sinbi dengan baju-bajunya yang ia simpan di dalam tas ranselnya untuk besok dia kembali ke rumah orangtua angkatnya.
Matahari menggantikan posisi bulan, bintang digantikan awan, hari sudah mulai siang tapi kedua manusia yang tengah bergulat mesra dengan kasurnya, mulai merasakan hawa panas saat sinar matahari mengenai langsung kulit dia lewat celah-celah korden.
Sepasang mata manusia tengah mengerjap-ngerjapkan matanya, dia terbangun dari tidurnya yang baru 3 jam setelah semalaman lembur bekerja, dia bangun dan mandi segera turun untuk membuat sarapan, dia harus semangat untuk kelangsungan hidupnya dan anaknya.
Setelah memasak roti bakar dan susu putih dan menyajikan nya diatas meja makan, seorang anak yang sudah mencuci mukanya mendekati nya,
" Pih... Morning" Katanya, mencium pipi mulus ayahnya,
" Hei.... Morning too sayang... Tumben dah bangun? Biasanya juga masih molor" Ejek ayahnya,
" Mana ada? Papih tuh..... " Katanya menggantung dan duduk di kursi. Dia sangat suka menggantung omongan,
" Dah jangan ngiler gitu liat makanan, makan yukk! " Ajak ayahnya,
" Okeee.... " Kata sang anak sambil tersenyum melihat makanan dan ayahnya secara bergantian.
Mereka makan dengan hikmat sambil bercanda dasar keluarga tawa ya gini taunya cuma canda doang. Yuri yang menyadari dia sudah sangat telat pun pamit kepada anaknya untuk berangkat kerja,
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
Fanfiction" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
