Sudah seminggu berlalu, bukan kesunyian yang dirasa karyawan Jung Corp., malah amukan Krystal yang setiap harinya mereka dengarkan, Krystal marah merupakan makanan sehari-hari mereka selama Krystal menjabat menggantikan Jessica,
Pagi-pagi sekali Krystal sudah berada di perusahaan memantau karyawan nya, jika ada yang telat akan kena sanksi atau yang lebih parah pemotongan gaji, Krystal menggembleng mereka semua dari hal yang kecil ke yang besar, dari mulai terlambat sampai kesalahan fatal membuat laporan perusahaan.
" APAA INI........ LAPORAN MURAHAN APA INI!!!!!!!!!!! SEKARANG BALIK KE MEJA KAMU!! BUAT LAGI!!! " teriak Krystal kepada salah satu ketua divisi di perusahaan nya, tubuh karyawan itu bergetar hebat karena bentakan Krystal yang tiba-tiba, bahkan dia tidak bisa sekedar melangkah kembali ke mejanya, karena terlalu takut dengan Krystal.
Mereka semua dulu menganggap Krystal adalah seorang yang lebih lembut daripada Jessica, tata krama nya benar-benar dijaga, tapi..... Sepertinya anggapan mereka dipatahkan begitu saja dengan sifat bengis nan angkuh Krystal, semua keputusan yang dibuat Krystal tidak boleh dibantah apalagi di tidak dilaksanakan, bisa langsung dipecat, bahkan kalau dia tidak bersalah,
" huhh Oppa........ Kapan ini berakhir??? Hayatii lelah..... Tiap hari bentak-bentak orang, pusing oii!! " eluh Krystal saat dia sudah berada di kursi kebesarannya, Taeyeon terkekeh keras,
" hahahah........ Tenang Krys.... Kamu harus bisa mempertahankan aktingmu itu sampai kita menemukan seseorang itu, tenang kita punya Yoong yang berlagak goblok itu, pastinya Hyo yang koneksinya banyak, dan masih banyak yang bantu kita! " kata Taeyeon, Krystal menekuk wajahnya kesal, baru seminggu dia menjadi direktur utama, bebannya berat banget,
" habis ini Sooyoung akan datang... Kamu siap-siap aja dulu! " lanjut Taeyeon, menatap layar laptopnya lagi. Krystal menghela nafas, dia memanggil sekretaris nya untuk menyiapkan ruang meeting.
" Selamat datang Tuan Choi.... " sapa Krystal menatap lembut Sooyoung, Sooyoung berdecih pelan menatap tak suka kepada Krystal,
" langsung pada intinya! Saya kecewa dengan perusahaan kalian, untuk kesekian kalinya saya sering membantu perusahaan ini! Tapi apa balasan kalian, saat saya ingin menambah investasi saya disini dengan membeli saham, tapi kalian menolak mentah-mentah! Kalian pikir??? Hah??? Kalian pikir saya tidak punya perasaan! " ucap Sooyoung menatap semua orang yang berada di sana, Krystal menunduk,
" maafkan saya Tuan Choi..... " kata Krystal, Sooyoung menatap Krystal tajam,
" APA PERMINTAAN MAAF SAJA MEMBANTU?????!!!!!!! SAYA AKAN MEMBUAT PERHITUNGAN DENGAN ANDA NYONYA JUNG!!!.... " teriak. Sooyoung menggebrak meja, sedangkan seseorang disana tersenyum penuh kemenangan,
' itu baru permulaan...... Kau tunggu saja sajangnim!! ' batin seseorang itu,
" maaf Tuan Choi, lebih baik kita selesaikan ini semua dengan kepala dingin, saya mohon dengan sangat bisakah Tuan ikut dengan saya ke ruangan saya?" tawar Krystal, mereka semua yang berada disana mengangguk menyetujui saran Krystal, mental mereka sudah di ambang batas,
Sooyoung merupakan donatur terbesar kedua setelah Hyoyeon saat ini, tanpa membalas ajakan Krystal, Sooyoung berdiri meninggalkan ruangan itu dengan amarahnya yang dia pendam, Krystal menghela nafas berat,
" saya akhiri meeting kali ini... Kalian bisa kembali bekerja kembali! " akhir Krystal melangkah keluar ruangan, semua orang mengelus dada mereka sendiri-sendiri, lega akan ketegangan yang mereka lalui sejak tadi.
*
" haii... Tiang.... " sapa Hyoyeon dan Taeyeon bebarengan, Sooyoung menghempaskan diri ke sofa ruangan Krystal,
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
Fanfiction" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
