Setelah Sinbi menjalani operasi darurat dan beberapa pengobatan, sudah satu minggu Sinbi terbaring diranjang rumah sakit, wajahnya yang pucat menghiasi wajah cantik nya sekarang, kedua sahabat nya setia menunggui, sampai menjadwalkan hanya untuk menunggui Sinbi,
Saat ini keduanya tengah menatap kosong tubuh Sinbi yang masih tertancap beberapa alat penunjang kehidupannya, tangannya yang tertancapi infus membiru, semakin kurus karena tak ada asupan makanan dari luar,
Yeri meringis melihat infusan yang tertancap di punggung tangan Sinbi, Yerin men-scan tubuh Sinbi dari atas sampai bawah beruntung kecelakaan itu tak menghilangkan salah satu anggota tubuh Sinbi. Yuri datang dengan membawa makanan untuk kedua sahabat anaknya,
" girls, ayo makan dulu, om udah bawain makanan" suruh Yuri lembut, keduanya menoleh dan tersenyum, sebab dari pulang kuliah mereka belum makan, mereka segera bangkit dan menerima bingkisan chikin serta jjajjangmyeon yang dibawa Yuri,
" makasih om, tau aja dek Yer lagi laper!!! " kata Yeri, Yerin memutar bola matanya malas, kalo ada yang ganteng aja langsung lunglai nih perkedel kentang. Yuri tersenyum seraya mengelus pucuk kepala Yeri,
" yasudah om mau kedepan dulu ya, ada telfon penting " kata Yuri berpamitan, Yeri mengangguk begitu pun Yerin, setelah kepergian Yuri,
" Mbih, liat nih sabuk trotoar bisa-bisanya gitu godain papih lu, udah gak ada cowok lagi kali ya!! Cepetan bangun dong marahin si Yeri, jadi cewek kok lunglai kalo deket cowok ganteng! " kata Yerin kepada Sinbi yang sentiasa tidur,
Yeri melirik malas Yerin yang tengah menatap Sinbi penuh harap, tapi dia juga harus menyemangati Sinbi untuk segera bangun dari komanya sejak seminggu lalu,
" iyaa mbih, bangun dong, gua kangen liat lu marahin gua..... " kata Yeri menyemangati Sinbi agar segera bangun, setelah mengucap itu Yeri tersenyum getir, dan memilih memakan makanan yang dibawakan oleh Yuri.
Yuri kembali beberapa 20 menit kemudian setelah menjawab telfon yang katanya penting tadi,
" maaf ya om lama.. Heheh..... Lohh udah habis aja makanannya" kata Yuri sambil menjatuhkan rahangnya, terkejut gak lama dia keluar untuk telfon,
Kembali-kembali makanan yang dibelinya udah habis tinggal tulang chikin nya saja, Yuri juga belum makan siang dari tadi, tapi yasudah dia bisa makan di kantin rumah sakit nanti, dering telefon berbunyi menandakan ada yang ditelfon, Yeri yang sadar ponselnya dari tadi berbunyi akhirnya mengangkat telfon nya,
" hallo? ",
"....... ",
" okee mom.... Aku pulang sekarang, see you" akhir kata Yeri.
Yuri menatap Yeri dengan bertanya-tanya, Yeri yang ditatap menjadi salting,
" dahlah...... Gua jadi emaknya Si Mbih juga gapapa, om Yuri ganteng banget..... Suami-able sekali ya Tuhannn" batin Yeri,
Yuri yang mendengar itu hanya tersenyum menatap Yeri, Yeri? Ya semakin nge-fly lah, gila aja di senyumin Yuri gak terbang dia.
Tapi kondisi itu tak berlangsung lama karena Yerin segera memecahkan benih-benih cinta yang akan Yeri tanamkan disana,
" ekhemmm.... " dehem Yerin keras, Yeri segera tersadar dan menundukkan kepala nya,
" ihh maapin dedek Yeri om, kelepasan tadii" batin Yeri,
" Ohh iya om, Yeri pamit dulu yaa, mimom nyuruh Yeri pulang soalnya" pamit Sinbi ke Yuri,
" heh bukannya mimom-pipop lu ke Kanada ya? " serobot Yerin sebelum Yuri menjawab pamitan Yeri,
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
Fanfic" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
