.
.
.
.
.
.
.
.
Setelah Sinbi keluar, kembali ke kamarnya dan duduk di pinggir kasurnya,
" Ntaran dah, gua diusir tadi? ",
" Yang bener... Kenapa gua iya-iyain aja!! ",
" Bajingan! Rajungan! Kapal api! ",
" Siapa dia ngusir gua kayak gitu, papih gua aja gak pernah bentak gua.. Ehh ya pernah sih... Tapi gak sealay itu..... Nape dia? Sawan? Kenak setan dimana si? Gua baikkan ya? Nolongin gitu baikkan? Kok gua diusir ya? Ahh bodo ahh bodo.... Gila beneran tuh orang, baik juga gua mandi.... " Monolog Sinbi, Sinbi mandi dia pikir dengan guyuran air dingin bisa menenangkan pikirannya, MUNGKIN!.
At Ruang Makan...
Dapur dan meja makan memang berjarak agak jauh, Nyonya besar sudah menunggu kedatangan anggota keluarga lainnya di meja makan, Jessica turun dengan anggun menggunakan T-shirt putih dan hotpans cukup santai untuk seorang fashionista, Jessica mendekat dan memeluk ibunya yang sedang melamun,
" Morning Mom, kenapa melamun? " Sapa Jessica dan mencium pipi sebelah kanan ibunya, dan dibalas senyuman oleh Nyonya Jung,
" Hmm bukan apa-apa. Sejak kapan anak sulung mommy pulang kerumah?" Tanya Nyonya Jung,
" Maybe, kemarin aku juga lupa tepatnya jam berapa mom" Jujur Jessica,
" Loh kamu yang pulang kok kamu gatau juga kapan pulang? " Heran nyonya Jung yang melirik Jessica lewat sudut matanya,
" Hmmmm iya juga ya?? " Jessica tersenyum bodoh, emang bodoh lah dia ini,
" Deh... Yaudah kamu duduk dulu, nunggu adik kamu, bentar lagi juga turun" Kata nyonya Jung,
Jessica pun duduk di kursi sebelah kanan ibunya. Tak begitu lama Krystal pun turun dengan piyama yang masih menempel di tubuhnya dan wajah yang basah karena habis mencuci muka.
Krystal memeluk ibunya dan mencium pipi kirinya, karena Krystal masih mode mengumpulkan nyawa dia akhirnya duduk di sebelah kiri ibunya. Jessica siap menyuapkan makanan dalam mulutnya tapi dia melihat ibunya belum menyantap makanan,
" Kenapa belum makan mom? Ayo makan keburu dingin nasi sama lauknya" Kata Jessica,
" Nungguin siapa si? " Lanjutnya, melihat ibunya menatap arah tangga, Jessica melihat kearah ibunya melihat, Sinbi turun dengan pakaian casual nya, Hoodie dan celana training dia emang suka pakai kayak gini, menghampiri Nyonya Jung,
" Good Pagi, Selamat Morning Halmoni..... " Sapa Sinbi girang, dan memeluk Nyonya Jung,
"Halmoni?? " Jessica,
" Morn my aunt!!! " Sapa Sinbi ke Krystal dengan mengacak rambut Krystal,
" My.. My.. Aunt??? " Jessica,
" Pagi Pak Kim dan Ahjumaa" Kata Sinbi saat Pak. Kim lewat, Sinbi duduk di sebelah Krystal karena dia melihat Jessica di tempat duduknya,
" Yahh Eunbi~a kau belum mencium Halmoni! " Rajuk Halmoni Jung, Sinbi yang cengo akhirnya berdiri lagi dan mencium dagu Halmoni nya, tapi dari sisi Jessica, Sinbi seperi mencium bibir Nyonya Jung,
" Yak! Kenapa kau mencium ibuku tepat di bibirnya? " Sentak Jessica, setiap Jessica melihat anak ini sejak tadi pagi dia selalu marah-marah, gak jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
Fiksyen Peminat" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
