Mentari sidah menampakkan seluruh tubuhnya untuk dunia dan seisinya, seorang anak manusia tengah meregangkan badan, beradaptasi menerima panasnya matahari pagi ini, dia mendudukkan diri di pinggir ranjangnya, oh bukan ranjangnya, ranjang ayahnya, tapi tak menemukan heronya disana, dia berjalan riang menuju kamarnya untuk mandi dan bersiap berangkat magang.
Yuri tengah sibuk di dapur membuat sarapan untuk dirinya dan anaknya, berterima kasihlah pada Sunny, yang menyimpan sisa makanan yang belum di jaman kemarin, Yuri hanya tinggal memanaskan saja, efektif bukan? Memang sejak dulu, sahabat Yuri yang perempuan bergantian mengiriminya makanan, sebelum dia berpindah-pindah tempat tinggal, itu bertahan hanya 2 tahun setelah kejadian besar.
Saat itu Yuri benar-benar tak tahu harus bagaimana dengan hidupnya tanpa seseorang yang dia cintai di sisihnya, tapi sahabatnya terutama Taeyeon dan Hyoyeon selalu memberi dia dukungan mental, mengingatkan bahwa hidup dia masih panjang yang harus dijalani, membangun lembaran baru dengan orang baru.
Dan, benar saja dia dipertemukan dengan anaknya yang masih hidup, padahal Yuri sudah sangat ingin bunuh diri saat tahu anaknya tidak selamat di dalam inkubator, dia bahkan tak makan dengan teratur selama 5 bulan lamanya, ditambah tidak ada kabar nya ibu dari anaknya, ingin rasanya Yuri mencekik orang yang membuatkan lemah mental beberapa tahun itu!.
" morning pih...... " sapa Sinbi girang, tak lupa menenteng kunci mobil yang dibelikan Sooyoung, hadiahnya menang taruhan yang dibuat Sooyoung sendiri,
" morning dek....... " sapa balik Yuri, menerima ciuman di pipi nya,
" masak apaan, pih? " tanya Sinbi melihat-lihat lauk-pauk yang berada di meja makan,
" enggak, papih gak masak! Papih cuman ngangetin masakan Eomma mu kemarin, lumayan gak ngabisin waktu, yakkan?" kata Yuri,
" hmm......... Iya juga... " jawab Sinbi sekenanya, dia mulai mengambil nasi dan beberapa lauk yang dia sukai, emmm lupakan sayur, karena itu sayur bayam dia tak suka nanti dia keselek, tuh sayur bisa buat Sinbi makannya tanpa ngunyah, dan itu membuat matanya bisa keluar hanya karena makan bayam, lupakan!,
Sinbi beralih menatap ayam goreng, dia sudah jenuh dengan masakan itu, di kantin dia selalu memesan ayam goreng, dan akhirnya Sinbi memutuskan untuk makan kuah sayur bayam saja, dia sudah sangat telat menjemput kedua temannya karena sibuk memilih makanan.
" eh udahan dek? Sarapannya? " kaget Yuri saat Sinbi sudah selesai makan, dan menyaut tasnya yang dia taruh di kursi sebelahnya,
" udah pih, adek berangkat dulu ya? Udah telat jemput dua bajingan!!! ...... Bye pih..... " pamit Sinbi berlari menuju mobil barunya.
Tinnn.... Tin......
Yeri yang mendengar klakson dari depan rumahnya, langsung saja keluar dengan membawa beberapa berkas ditangannya, Yeri melongo melihat Sinbi yang duduk di bumper mobil mini cooper warna hitam yang masih kinclong,
" ehh... Ehh... Gak sopan yaaa lu Mbih... Mobil orang di duduk-dudukin dosa lu!!...... " Yeri mengingatkan,
Sinbi memutar matanya malas, tapi Yeri tak tahu karena Sinbi memakai kacamata hitam, Yeri menghampiri Sinbi untuk menarik tangannya agar menjauh dari mobil itu,
" mana Pak Jang?...... " tanya Yeri mencari keberadaan supir keluarga Sinbi,
" tck...... Gak ada!" jawab Sinbi,
" lahh terus?? Katanya lu mau jemput gua? " bingung Yeri,
" lah kan gua udah jemput lu Yer! Gua di depan lu anjir, lu kira gua demit kali! " kesal Sinbi,
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
أدب الهواة" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
