Keduapuluhlima

489 54 3
                                        

  Tiffany mengetuk halus pintu kamar Sinbi,

       " baby, wake up please! " kata Tiffany agak berteriak, Sinbi yang memang anak yang rajin bangun pagi, sudah bangun dan mandi dari tadi, dengan muka yang masih ungu-kebiruan, dia membuka pintu kamarnya,

       " iyaa mih" kata Sinbi sambil membuka pintu kamarnya,

       " lohh udah mandi?, masih sakit gak? " khawatir Tiffany yang melihat muka Sinbi masih agak kesakitan,

       " i'm fine mih, ayo sarapan aku laper banget dari kemarin belum makan" protes Sinbi, yang dihadiahi kekehan halus dari Tiffany,

       " yaudah ayo... Kasian anak mimih kelaperan" kata Tiffany menggandeng tangan Sinbi, Sinbi mah ikut aja kan makan!.

   Di meja makan, sudah ada Taeyeon disana duduk manis sambil menunggu anggota keluarga lainnya,

     " morning pih" kata Sinbi mencium pipi Taeyeon,

     " morning baby girl" balas sapa Taeyeon sambil mengusuk halus kepala Sinbi,

     " udah mendingan? " tanya Taeyeon basa-basi,

     " gatau..... Tapi udah bisa disini berarti baik, kan? " jawab Sinbi, Taeyeon hanya melempar senyum kepada Sinbi,

      " Tae, ini baju lu gak ada yang lebih gede gitu? Kekecilan banget di gue! " teriak seseorang dari arah kamar mandi tamu,

   Taeyeon yang merasa terpanggil langsung menoleh begitupun Sinbi,

       " itu udah paling XL buat gua, maka nya jangan bongsor-bongsor jadi orang" Taeyeon,

       " maka nya beli peninggi badan biar tinggian badan lu! " sindir nya,

       " itu masih bagus gua pinjemin baju, kalo enggak lu kumuh kek kemarin mau? " sarkas Taeyeon,

       " PA??? PAAA?? PIHHHHHHH!!!!! " teriak Sinbi langsung berlari kearah Yuri dan sekarang berada di gendongannya,

     " uh... Anak papih....... Berat cuyy!! " goda Yuri,

     " a~a~a..... Papih.......... " kata Sinbi yang sudah meneteskan airmata,

     " loh kok nangis? Heii... Heii dek... Adek... " kata Yuri, mencoba menenangkan anaknya yang masih digendong koala,

     " adek..... " panggil Yuri halus, Sinbi menegakkan kepalanya, dan menatap Yuri, melihat keadaan Yuri yang 11 12 hampir sama dengan nya, tapi masih parah Yuri,

     " papih.. Gapapa? " tanya Sinbi pelan, sangat pelan, Yuri hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Sinbi, matanya sudah berkaca-kaca melihat wajah Sinbi yang hampir semua ungu itu,

     " papih........ Jawab... Jangan diemin Sinbi!!! " rengek Sinbi,

     " udahh papih gapapa, kamu tuh yang kenapa-napa" kata Yuri mencolek hidung Sinbi,

   Sinbi kembali menaruh kepalanya di perpotongan leher dan bahu Yuri, menyamankan dirinya disana, bermaksud untuk tidak meneruskan obrolannha dengan Yuri, Yuri berjalan kearah meja makan, masih menggendong anaknya dan duduk di kursi yang disediakan,

     " baby... Udah!! turun dari gendongan papih kamu, biar papih kamu makan dulu" nasihat Tiffany yang datang membawa menu sarapan,

     " gamau... Aku mau sama papih!! " kata Sinbi yang masih di pelukkan Yuri,

     " iya nanti setelah makan, kamu makannya gimana kalo nempel papih kamu terus? " lanjut Tiffany, Sinbi terlihat berpikir, dan selanjutnya dia turun dari gendongan papih nya, dan duduk disebelah papih nya, Yuri tersenyum kearah Sinbi,

Only Eighth Sense!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang