" humfftt.......akhirnya......... " kata Jessica sambil menghempaskan tubuhnya diatas kasur, 6 jam dia melakukan photo shoot, cukup lelah, energinya terkuras habis saat ini, dia hanya ingin tidur dan tidur, tapi makan malam dibawah tidak bisa dia lewatkan begitu saja, dia pasti dinanti-nantikan untuk makan malam itu,
Glek...
" Sinbi...... Bi~aa..... " panggil Yuri yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar Jessica,
" ehh Yul..... " kaget Jessica yang ingin menghapus riasan nya,
" ehh Sica.... Sinbi kemana yaa?? " tanya Yuri yang kepala gak bisa diem nyariin anak kesayangannya itu, tiba-tiba perasaan gak enak menjalar dihati Yuri tentang Sinbi, Jessica memutar tubuhnya menghadap Yuri,
" gatau, mungkin masih makan eskrim dibawah" jawab Jessica sekenanya, karena emang gatau tuh anak kemana, Yuri manggut-manggut paham.
Jessica kembali menghadap meja rias, dan membubuhkan make up remove ke kapas dan di gosokkan ke wajahnya, Yuri melihat wajah Jessica yang masih sibuk dia olesi apapun itu lah, Yuri menganga, entah wajah Jessica tanpa make up dan pakai make up pun masih mempesona, Jessica yang merasa ditatap daritadi akhirnya membuka suara,
" kenapa liat-liat? " tanya Jessica tanpa melihat Yuri, yang ditanya gelapan,
" ehh.. Ehh... Enggak.... Cuma mau liat.... Liatt... Liatt....... Liatt...... " gagap Yuri, Jessica melirik sedikit wajah malu Yuri dari ekor matanya,
" liat apa??!! " tanya Jessica sedikit menggoda, Yuri semakin salah tingkah dengan tatapan flirting dari Jessica, pengen nikahin aja!.
Karena tidak tahan godaan Jessica, Yuri akhirnya memberanikan diri untuk mendekati Jessica, memposisikan dirinya di belakang Jessica dan menaruh dagunya dibahu Jessica yang polos itu, menatap netra elok Jessica di kaca meja rias, pandangan mereka bertemu di kaca itu,
" kalo dilihat-lihat kita sama ya Sica? " kata Yuri, membuat Jessica mengernyitkan dahinya, Jessica memperhatikan wajahnya dan wajah Yuri bergantian, dia mengangguk pelan,
" kok aku baru tahu ya?? " tanya balik Jessica menatap bola mata Yuri di kaca sana, Yuri tersenyum senang,
" mungkin kita jodoh, Sica" kata Yuri memiringkan kepala nya menatap penuh wajah Jessica yang berada di depannya, pandangan mereka yang bertemu membuat jantung Jessica melaju cepat, Yuri langsung saja memutus kontak mata itu, pipi Jessica memerah, tapi Yuri tetap saja meyandarkan dagunya di atas bahu Jessica.,
" Sica.... Aku suka liat kamu senyum!!!" ujar Yuri,
" hah??? ",
" gak denger ya?? Aku suka liat senyum kamu!! " ucap Yuri sedikit lebih keras, Jessica terkekeh pelan,
" kok ketawa sih? " tanya Yuri penasaran, tanpa sadar tangan Jessica mengelus pipi Yuri memainkan jambang tipis Yuri,
" katanya kamu suka kalo aku senyum? Gimana sih? " tanya balik Jessica,
" itu ketawa Sica, yang aku maksud kan senyum... " jawab Yuri tanpa melepas tatapan nya pada Jessica lewat kaca, menikmati elusan Jessica yang membuat dirinya candu, dengan berani Yuri mengecup beberapa kali telapak tangan Jessica dengan cepat,
Plakk
" ehh kok ditampar sih, Sica? " tanya Yuri yang tiba-tiba ditampar halus Jessica,
" gak sopan!! " jawab Jessica mencoba menggertak Yuri,
" gak sopan dari mana sih? " tanya Yuri yang sekarang mulai mengalungkan tangannya di pinggang ramping milik Jessica,
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
Fanfiction" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
