Taeyeon datang menyusul Tiffany, sedangkan Yoong berjalan tenang dengan kotak makan yang dibawa Tiffany tadi, Seohyun berjalan tenang posisi dia hamil, harus tenang dan sabar meskipun itu kondisinya lagi gak baik-baik saja. Taeyeon sampai dengan nafas terengah-engah,
" Phany~a...... " panggil Taeyeon yang melihat Tiffany menangis dipelukan Yuri,
" Taetae.... " lirih Tiffany, mendongak menatap Taeyeon dan langsung berpindah dipelukan Taeyeon,
" wae sayang? " tanya Taeyeon lembut, Tiffany menyembunyikan wajahnya didalam ceruk Taeyeon sangat dalam. Jangan berpikir macam-macam!.
" Sinbi tae.... Hiks hiks.... " kata Tiffany tak utuh,
Taeyeon yang tak mengerti mencoba membuat kontak mata dengan Yuri, sedangkan Yuri memberi kode dengan melirik tubuh Sinbi yang terbaring di ranjang rumah sakit, Taeyeon semakin memeluk erat Tiffany, ikut menitihkan air matanya.
" om..... " histeris Yeri, sedangkan Yerin masih terengah-engah di ambang pintu,
" Embihku....... Gapapa kan? Ok Taeyeon tadi ngabarin.... Kalo... " putus Yeri, Yuri menatap sendu manik mata Yeri,
" gak mungkin om, iyakan? Gak mungkin!!! " saut Yerin, yang langsung mengguncang tubuh Sinbi yang lemas tak berdaya,
" bangun bodo!! Bangun anying...... Lu kenapa ninggalin gua......... Sianj.... Bangun gak?! Kalo gak bangun gua suruh Yeri buat nikahin Om Yuri lho! Bangun Mbih.. Bangun... Gua mohonnnn.... Hiks hikss" tangisan Yerin pecah sambil memeluk pundak Sinbi,
" gak gini caranya ninggalin gua Mbih...... " sambung Yerin,
" gua.. Gua.... Hiks.... Gua.... Sayang lu..... Mbih..." kata Yerin ditelinga Sinbi,
' si anying...... Kok gua deg-deg pas Yerin bilang kayak gitu.... ' batin Sinbi,
Yerin dan Yeri yang tadinya hendak berangkat ke kampus segera mengurungkan niatnya dan putar balik setelah Taeyeon memberikan kabar tak mengenakkan, padahal mereka udah sampek didepan kampus, tapi demi Sinbi mereka langsung kembali lagi ke rumah sakit.
" ehh..... Ini ada apa kok nangis-nangis.... " datang Yoong,
" drama banget sih! " sambungnya, yang disambut tatapan tajam Taeyeon,
" Oppa! " tegur Seohyun,
" apaan sih kok nangis?, cerita dong!, Yoong juga mau nangis kayak kalian" kata Yoong, Seohyun segera menampar lengan Yoong,
" ihh... Hyunnie.... Sakit baby" kata Yoong mengaduh,
" Hyung ada apa sih? " tanya Yoong yang dibalas gendikkan bahu oleh Yuri,
" ihh si Embek pura-pura tidur lagi.... Bangun gak! tadi udah semangat 45 buat ketemu Tiffany noona aja! " ceplos Yoong, yang segera ditatap tajam oleh Seohyun dan Yuri, tapi namanya Yoong ya gak peka lah,
" Syalan!..... Papih!!!!!... Usir nih ember dari sini!!!!! " kata Sinbi tiba-tiba bangkit dari ranjang nya,
Yerin cengo dengan keadaan yang ada di depan nya, Tiffany segera melepaskan dan menoleh kearah tubuh Sinbi yang sudah duduk di ranjangnya, Tiffany segera mendekat kearah tubuh Sinbi,
" Hai mimih Tippanya Sinbi" sapa kikuk Sinbi, Tiffany semakin mendekat,
Tuk!
" ehh aduhh mih.... Sakit...... " aduh Sinbi, yang di pukul ujung ponsel IPhone milik Tiffany,
" ohh jadi kamu nge-prank mimih? Ha?, bisa-bisanya buat mimih kayak gini.... Durhaka kamu Mbih! " geram Tiffany, menatap tajam Sinbi,
KAMU SEDANG MEMBACA
Only Eighth Sense!
Фанфикшн" Aku tak membenci ibuku, aku hanya ingin aku ada di dekatnya itu saja, apa salah? "- Kwon Eunbi " Aku... aku... aku hanya mencintai..... "- Jessica Jung " Anakku adalah anakku"- Kwon Yuri Cuma mau bilang kalo gak sreg baca jangan baca ya, gak maksa...
