“ Yang sepatu Icel mana ? .” Tanya Renan pada Anin yang sedang mencuci piring .
“ Kaya nya di dekat sofa ada , kamu mau kemana ? .” Tanya Anin.
“ Mau ke rumah Papa , mumpung masih pagi sekalian jalan jalan keliling kompleks sama Icel gendut .” Ucap Renan sambil mencium Michelle di gendongan dia .
“ Owh , ada di sofa ambil aja .” Ucap Anin .
“ Oke , dadah sama Mama ." Ucap Renan pada Michelle .
“ Dadadada .” Ucap Michelle sambil melambaikan tangan .
“ Bye .” Ucap Anin .
Renan lantas melangkah ke arah ruang televisi , karna ini masih pagi jadi ia akan ajak Michelle jalan jalan di pagi hari sekalian ke rumah Mama Nanda dan Al pun masih tidur , Al sempat bangun karna nangis secara tiba tiba membuat Renan semalam harus tidurin Al lagi dan sampai sekarang belum bangun .
Ia membuka pintu pagar rumah nya lalu menutup kembali , Michelle ia turunkan lalu ia tuntun agar jalan saja kalau di gendong terus bisa pegal.
“ Puhpuhpuh .” Celoteh Michelle yang menunjuk ke arah kucing oren jalan disamping mereka .
“ Kucing oyen , Icel gak boleh pegang .” Ucap Renan .
“ Yehyehyeh .” Celoteh Michelle yang ingin menghampiri kucing itu tapi di tahan sama Renan .
“ No No , main puh puh nya Ante Cici ya .” Ucap Renan yang kembali melangkah bersama Michelle .
“ Aduhhh ada Si cantik .” Ucap Pak Burhan tetangga samping rumah Renan .
“ Pagi Pak .” Ucap Renan .
“ Pagi , Si Cantik lagi di jalan jalan pagi , kakak nya kemana kok gak ikut ?.” Tanya Pak Burhan .
“ Kakak nya masih tidur , Pak Burhan masih kerja atau udah pensiun ? ” Tanya Renan .
“ Saya udah pensiun , jadi udah di rumah terus supaya bisa main sama cucu , ” Ucap Pak Burhan .
“ Cucu nya umur berapa tahun ? ” Tanya Renan .
“ Ada yang 5 bulan , ada yang 4 tahun ,” Ucap Pak Burhan .
“ Papapaaaaaaa uuuuuuu ,” Celoteh Michelle melihat anjing kompleks sedang di ajak main sama pemilik nya .
“ Pak Burhan saya tinggal dulu , mau ke rumah Papa yang di belakang rumah ,” Ucap Renan pada Pak Burhan .
“ Owh iya silahkan , salam buat Pak Reihan semalam kita ketemu di restoran Papa kamu lagi makan sama kamu kaya nya deh ,” Ucap Pak Burhan dengan wajah bingung .
“ Sama adik saya , kita kembar jadi mirip ,” Ucap Renan .
“ Oh gitu , saya mau metik jambu pohon nya ada di belakang runah nanti saya bagi kamu sama Papa kamu itu ,” Ucap Pak Burhan .
“ Terima kasih banyak Pak , saya permisi Pak ,” Ucap Renan sambil mengambil tangan Michelle yang sejak tadi asik jongkok sambil bermain debu jalanan .
“ Iya Renan ” Ucap Pak Burhan.
Renan menuntun Michelle yang kini asik berbicara sendiri sambil melambaikan tangan pada orang yang lewat , efek gak pernah di ajak keluar jadi Michelle merasa senang bisa jalan jalan bebas tidak seperti di rumah suka naik meja , lemari , bahkan pernah dulu ingin menjatuhkan televisi tapi untung nya ada Renan coba kalau tidak ada sudah pasti hancur .
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY ALDRICH (Sequel Renandika )
Humor" Abiiiiiiiiiii ". Teriak Al " Kenapa Al ? ". Tanya Renan " Abi tuu mau matan ". Ucap Al " iya sebentar ". Ucap Renan " Abiiiiiiiiiii tu mau mandi ". Teriak Al " Ayokk mandi ". Ucap Renan Beginilah kehidupan seorang Renandika ketika mempunyai 2...
