Hari demi hari sudah mereka lalui dengan rasa yang amat sangat bahagia , suka duka bersama sama . Kehidupan Anin dan Renan berjalan seperti biasa mulai dari mengurus pekerjaan rumah , kantor maupun restorannya dan tak lupa juga mengurus anak anak mereka . Apa lagi Al yang sudah masuk sekolah membuat Anin terkadang merasa lelah namun mau gimana lagi itu memang pekerjaan istri dan ibu .
Pagi ini mereka akan pergi ke Bali , bukan untuk berbulan madu melainkan untuk menghadiri pesta pernikahan Leni di Bali . Anin sangat sibuk mempersiapkan barang apa saja yang ia bawa nanti dan ia harus teliti jangan sampai ada yang tertinggal .
" Abi , kamu gak jadi bawa baju ini ? ". Tanya Anin melihatkan baju warna Abu Abu punya Renan .
" Gak yang , bawa yang waktu itu beli aja ". Ucap Renan
" Oh yaudah ". Ucap Anin menaruh baju itu di lemari baju .
" Abi bawa tuh koper koper nya ke depan , jangan gangguin anak nya tidur ". Ucap Anin yang melihat Renan sedang menjahili Michelle yang bobo di ranjang mereka .
" Nanti dulu , udah masuk semua nya ? ". Tanya Renan
" udahlah , tinggal aku dandan abis itu pergi deh ". Ucap Anin sambil berjalan ke meja rias untuk dandan .
" cantik nya buat aku aja mah , jangan buat yang lain ". Ucap Renan sambil bangkit dari tidur nya .
" Emang gak mau punya istri cantik ? Nanti kamu malu lagi kalau aku jelek ". Ucap Anin sambil memakai bedak di wajah nya .
" Ya mau lah punya istri cantik , maksud aku cantik nya kamu cukup di lihat aku aja ". Ucap Renan sambil melihat Anin dari kaca .
Gak Rela Renan melihat wajah istri nya ini cantik di lihat semua orang , cukup Renan yang lihat sebagai suami sah nya .
" aku juga kalau dandan cuma pakai bedak doang sama lip gloss mana cantik sih , aneh kamu ". Ucap Anin sambil terkekeh melihat Renan dari pantulan kaca
" Sama aja yang , apa lagi nanti pas nikahan Leni , jangan dandan cantik cantik ya ? ". Pinta Renan
" liat nanti aja ". Ucap Anin sambil memakaikan alis nya .
Renan berdecak pelan , Renan tak ingin melihat Anin berdandan terlalu cantik bukan masalah nya malu atau apa , Renan tak suka kalau Anin sampai di puji oleh pria lain apa lagi pria mata keranjang pengen Renan tumbuk kaya rujak bekbeg .
Renan melangkah ke arah koper koper yang nanti ia akan bawa pergi ke Bali , padahal cuma beberapa hari di Bali tapi bawa koper nya 4 biji . Gak sekalian aja bawa kulkas bawa kasur .
" Abi ". Panggil Anin
Renan menoleh ke belakang sambil menaikan alis nya seakan bertanya " kenapa ? " pada Anin .
" Mundur dikit deh bi ". Suruh Anin untuk Renan memundukan diri nya .
Renan menuruti ucapan sang ibu ratu , mau ngapain istri nya ini menyuruh mundur dikit , kenapa gak banyak sekalian sampai polsek .
" kenapa ? ". Tanya Renan yang bingung
" Ganteng nya kelewatan ". Ucap Anin
Renan langsung tersenyum malu malu kucing dan tersipu malu bisa ae istri nya ini ngegombal kan jadi baper Renan . Untung sayang istri .
👶👶👶👶👶👶
" Kak Levan kapan campai cih ? ". Tanya Al pada Revan
" Bentar lagi , Al tidur lagi aja ". Ucap Revan yang sibuk menonton .
Al memasang wajah cemberut nya , Al bosan sangat bosan , Al serta keluarga dan Revan kini berada di pesawat tujuan Jakarta-Bali , Al merasa sendari tadi tidak sampai sampai Al pergi dan Al tak mau tidur sudah kenyang Al tidur tadi .
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY ALDRICH (Sequel Renandika )
Humor" Abiiiiiiiiiii ". Teriak Al " Kenapa Al ? ". Tanya Renan " Abi tuu mau matan ". Ucap Al " iya sebentar ". Ucap Renan " Abiiiiiiiiiii tu mau mandi ". Teriak Al " Ayokk mandi ". Ucap Renan Beginilah kehidupan seorang Renandika ketika mempunyai 2...
