“ SIAPA DISANA! KELUAR LO ! ,” Teriak Renan yang bersikap santai seolah tak terjadi sesuatu .
“ Ab----, ” Ucapan Anin terhenti saat melihat kaca pecah .
“ Yang kamu ke dalam jaga anak ,” Ucap Renan .
“ Tap----,”
“ Aku bilang masuk ! ,” Sertak Renan pada Anin dengan tubuh yang masih menghadap ke kolam berenang .
PRANG !
Anin mendengar pecahan kaca dari depan rumah lantas ia langsung berlari ke arah lantai 2 untuk menjaga anak anak nya yang terlelap tidur karna sudah malam .
Renan berlari ke arah pintu rumah dan kedua kaca pun sudah pecah berantakan , ia tidak tau apa yang terjadi sepertinya ini bukan maling atau perampok pasti perbuatan dari orang yang dikenal .
“ KELUAR LO ANJING ! ,” Teriak Renan yang merasa bingung siapa yang melakukan semua ini .
“ PENGECUT KALIAN ! ,” Teriak Renan yang melangkah keluar rumah .
Renan melihat ada sebuah kertas yang tertulis Tunggu Hari Pembalasan yang di tulis dengan darah , Renan meremas kertas itu lalu ia melangkah ke arah pos satpam dekat rumah nya nampak tidak ada .
Jujur saja ia bingung siapa yang melakukan semua ini dan ia melihat ada sebuah mobil berhenti di depan rumah nya yang ia tak tau siapa , orang itu keluar dari mobil dan ternyata itu adalah Jevan bersama dengan 1 teman nya .
“ Mas Renan ngapain diluar ? ,” Tanya Jevan .
“ Rumah Mas ada yang teror , kaca rumah pecah yang di depan sama kaca dekat kolam berenang ,” Ucap Renan .
“ Mas ada masalah akhir akhir ini ? ,” Tanya Jevan .
“ Masalah saingan sama perusahaan lain , tapi Mas gak pernah ada teror kaya gini ,” Ucap Renan .
“ Kita selidikin dulu disekitar sini , kita liat di Cctv dulu gimana ? ,” Tanya Ibra.
“ Boleh , lo liat Cctv gue liat ke tempat pecahan kaca ,” Ucap Jevan .
“ Oke ,” Ucap Ibra .
“ Gue anter lo ke ruang Cctv ,” Ucap Renan pada Ibra .
Mereka pun masuk ke dalam rumah dan kini di kamar Anin nampak takut dengan keadaan sekarang , Anin takut terjadi sesuatu pada suami nya tapi ia harus menjaga anak anak agar tetap tenang walaupun mereka semua tidur.
Anin memberanikan diri keluar kamar lalu turun ke lantai bawah sampai disana ia melihat ada sosok laki laki berpakaian polisi sedang berada di dekat pintu rumah .
“ Jevan ,” Ucap Anin .
“ Eh Mba ,” Ucap Jevan yang menyalimi tangan Anin .
“ Kamu kok ada disini ? di telefon Mas Renan ? ,” Tanya Anin .
“ Enggak , aku tadi habis dari kerjaan dekat sini karna belum ada persiapan apa apa jadi aku sama temen ku mau numpang nginap aja mungkin besok aku mau cari apartemen ,” Ucap Jevan.
“ Kamu mau nginap lama disini juga gapapa , Mba khawatir banget tadi kaca banyak yang pecah, ” Ucap Anin .
“ Pecah karna ada peluru , Mas Renan lagi cek cctv sama teman aku ,” Ucap Jevan .
“ Astagfirullah siapa yang buat jahat kaya gini , ” Ucap Anin .
Renan dan Ibra datang menghampiri mereka , Renan langsung merangkul Anin agar tenang karna istrinya sangat syok atas kejadian ini yang tak terjuga .
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY ALDRICH (Sequel Renandika )
Comédie" Abiiiiiiiiiii ". Teriak Al " Kenapa Al ? ". Tanya Renan " Abi tuu mau matan ". Ucap Al " iya sebentar ". Ucap Renan " Abiiiiiiiiiii tu mau mandi ". Teriak Al " Ayokk mandi ". Ucap Renan Beginilah kehidupan seorang Renandika ketika mempunyai 2...
