Plak
Tangan Anin bergetar sehabis menampar Renan , nafas nya memburu dan menatap Renan dengan kemarahan . Renan merasa rahang ya sakit , Anin menampar nya dengan kencang .
" Pukul lagi , pukul nih ". Ucap Renan
" tampar Aku , keluarin amarah kamu sama aku ". Ucap Renan sambil menatap Anin
Anin memejamkan mata nya lalu keluar dari kamar . Untuk menenangakan diri nya , Anin merasa jadi istri yang jahat bukan istri yang baik . Tujuan Anin adalah menuju gazebo dan duduk di Ayunan .
Anin menutup wajah nya dan ia menangis . Ini sudah ke 3 x Anin menangis , saat ia curhat ke Difa pun tadi ia menangis bahkan Al sampai mengusap mata nya . Kata Al tadi " Abi nakal ya cama mama ? Abi pukul mama ? " . Ucapan Al tadi saat di rumah Difa .
Anin masih menangis sendirian , mungkin kalau ada mama nya disini ia akan memeluk mama nya tapi hanya ia sendiri di sini .
Anin merasakan ada sebuah tangan yang merengkuh tubuh nya .
" sayang ". Ucap Renan yang memanggil Anin
" sayang aku minta maaf ". Ucap Renan sambil menengakkan tubuh Anin .
Anin menegakan tubuh nya tanpa melihat wajah Renan yang berada di samping nya dan Anin menjauhkan sedikit tubuh nya dari Renan .
" Yang , ngomong sama aku . Aku salah apa ? ". Tanya Renan sambil membalikan tubuh Anin tapi Anin menolak nya
Renan menghembuskan nafas nya lalu dengan gerakan cepat Renan memindahkan tubuh Anin ke pangkuan nya , tubuh Anin sangat ringan seperti cotton bud yang sangat ringan .
" Yang , ngomong aku salah apa ? . Kita suami istri yang , kamu wajib negur aku apa yang salah dari aku gak kaya gini . Aku juga bukan laki laki yang peka sama kode kodean , karena aku juga bukan anak pramuka yang ngerti kode ". Ucap Renan sambil mengarahkan wajah Anin ke depan nya lagi lagi Anin menolak nya .
Anin tak mau menatap wajah Renan dan Renan tak sama sekali melepaskan tangan nya dari perut Anin . Anin ingin bangun dari pangkuan Renan tapi Renan menahan nya .
" Sayang , aku mau tau kenapa kamu kaya gini ". Ucap Renan sambil mengusap rambut Anin
" Mikir sendiri , kalo punya otak ". Ucap Anin dengan judes dan sinis
" aku gak bisa mikir , yang ada di otak aku cuma kamu ". Ucap Renan
" Emang bego ".
" bego nya aku karna kamu ".
Pengen nampar lagi rasa nya , gedek banget sama manusia satu ini . Di saat diri nya sedang marah masih aja bercanda . Pengen gitu di romantisin .
" Ayolah yang. kemarin kata Lia kamu ke kantor aku ? Jam berapa ? Kapan ? Kok gak ketemu ? ". Tanya Renan
" lo lagi asik pelukan males gue ketemu lo ". Batin Anin
" siapa juga yang ke kantor kamu , males banget ". Sinis Anin
" Bohong kamu , kamu bohong aku ena enain seharian kamu besok ". Ucap Renan
SARAP ! Otak Renan ketuker sama otak dengkul kali ya , Mesum banget pikiran nya .
" Terserah ". Jutek Anin
" Maafin aku , Aku gak tau apa salah aku , plisss yang kasih tau kenapa . Jangan sampai aku panggil dukun buat tau masalah kita ya ". Ucap Renan
Bodo amat ! Panggil sono dukun .
Dukun santet kek , dukun beranak kek , dukun yang lain nya kek panggil sini . Sekalian Anin minta suami nya di ganti jadi Manu Rios atau gak jadi Siwon Choi biar gantengan.
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY ALDRICH (Sequel Renandika )
Humor" Abiiiiiiiiiii ". Teriak Al " Kenapa Al ? ". Tanya Renan " Abi tuu mau matan ". Ucap Al " iya sebentar ". Ucap Renan " Abiiiiiiiiiii tu mau mandi ". Teriak Al " Ayokk mandi ". Ucap Renan Beginilah kehidupan seorang Renandika ketika mempunyai 2...
