BA/74

15.5K 1.5K 274
                                        

Renan membuka matanya perlahan lalu merentangkan tangan ke atas untuk melemaskan anggota tubuh nya yang kaku lalu Renan melihat ke arah jam yang ada di nakas ia melihat sudah pukul 12 siang , ia tidak terkejut karna dia memang libur kerja soal nya merasa lemas di tambah kepala nya yang pusing ada flu serta demam.

Ia semalam tidur di rumah Revan karna kalau ia istirahat di rumah nya sendiri merasa sepi tidak ada orang dan Renan juga merasa bersyukur kalau Anin serta anak anak mereka berada di rumah Papa Bryan tidak pergi ke Yogyakarta.

Renan bangun dari tidurnya lalu melangkah ke arah kamar mandi untuk membersihkan wajah nya agar segar , sejak semalam ia gak mandi bahkan pulang kerja terus ganti baju dan langsunh tidur itu pun ia harus video call sama Al hingga baterai ponsel nya habis .

Setelah cuci muka Renan melangkah ke arah ranjang nya untuk mencharger ponsel dan ia akan pergi ke rumah Papa Bryan untuk bertemu dengan orang yang ia cintai lalu Renan melangkah ke arah lemari baju Revan yang kebetulan ia tidur di kamar kembaranya begitupun dengan Revan yang tidur di samping nya tapi sekarang sudah pergi.

Renan kini sudah berada di bawah yang ia lihat kini suasana nya sepi , ya memang sepi karna Revan tinggal sendiri tapi kadang kadang ada tim Revan juga sih yang berada di rumah ini .

Lagian Revan kenapa belum nikah juga sih padahal kalau dia lagi berantem sama Anin ia bisa lari ke rumah Revan terus di layanin sama istri orang , canda woi.

Setelah lama nya perjalanan kini Renan sampai di rumah mertua nya dan ia melihat ada mobil mini coper di teras rumah mertua nya , kaya nya ada tamu disini dari pada kepo lebih baik dia capcus masuk .

" Aaaaaaa Om Gapin nakal " Seru anak kecil kini terdengar di telinga Renan .

" Assalamualaikum " Ucap Renan datang langsung masuk ke dalam rumah , sebenarnya tanpa basa basi untuk masuk ke dalam rumah sih gapapa kan di udah senior di rumah ini.

" ABIIIIIIIIIII " Seru Al sambil berlari ke arah Renan lalu meloncat ke arah Abi nya.

Renan menangkap Al lalu ia memeluk anak nya yang sangat ia rindu apa lagi sama Michelle yang kini tak ada di ruang tengah .

" Abi kok balu cekalang cih dateng kecini nya " Kesal Al.

" Abi baru bangun tidur , Abi aja juga belum mandi " Ucap Renan sambil melangkah ke arah sofa dan melihat ada Gavin sedang duduk .

" Eh ada lo , lo gak kerja ? " Tanya Gavin pada Renan .

" Gak , lagi meriang " Ucap Renan sambil mencium Al.

" Abi tadi Om Gapin nakal , mainan Al di umpetin cama Om " Adu Al .

" Yah ngaduan , Al gak bisa bikin geng kalau sedikit sedikit ngadu " Ucap Gavin.

" Bica cih " Ucap Al.

" Enggak wooo , ketua geng gak boleh ngaduan " Ucap Gavin pada Al .

" Aaaaaaaaaaaa " Jerit Al dengan kencang sampai wajah nya merah.

" Aldrich , jangan kaya gitu " Ucap Renan pada Al yang kini duduk di pangkuannya .

" Om Gapin nya , yang nakal " Cicit Al dengan wajah cemberut .

" Anin kemana ? " Tanya Renan pada Gavin .

" Lagi mandiin Michelle tadi bab " Ucap Gavin sambil bermain ponsel nya .

" Abi jangan bicala cama Om Gapin , Om Gapin nakal banget cama Al " Ucap Al pada Renan .

" Al juga nakal sama Om Gavin " Ucap Renan pada Al.

BABY ALDRICH (Sequel Renandika ) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang