Renan menjatuhkan tubuh nya di ranjang hotel , lelah ia seharian bekerja apa lagi sampai Semarang ia meninju Cabang kantor mya yang di Semarang . Renan melepaskan dasi nya dengan asal lalu merogoh kantung celana nya untuk mengambil ponsel . Ia akan menghubungi Anin , baru saja pergi Renan sudah merindukan Anin , sepi hati nya gak ada Anin disini .
Renan tersenyum saat panggilan sudah terhubung walaupun masih sedikit kabur gambar nya dan tak lama kemudian gambar terlihat sangat jelas .
" Hai ". Ucap Renan dengan nada sedikit lemas .
" kamu baru istirahat ? ". Tanya Anin
" iya , anak anak mana ? ". Tanya Renan sambil menengkurapkan badan nya
" Habis minum susu tidur semua ". Ucap Anin sambil mengusap rambut Al yang tidur di dada nya
" gak rewel kan mereka ? ". Tanya Renan
" Gak sih , tapi tadi Al nangis gara gara nanyain kamu ". Ucap Anin
" mungkin aku gak sampai 3 hari paling 2 hari , soal nya tadi masalah nya udah selesai tinggal besok ketemuan sama calon investor buat perusahaan kerja sama ". Ucap Renan sambil mengusap wajah nya lalu menidurkan kepala nya dibantal dengan wajah menghadap kamera .
" Jangan terlalu buru buru , selesain masalah nya dulu , biar gak bolak balik lagi ". Ucap Anin
" gak buru buru , emang udah kelar semua masalahnya ". Ucap Renan
Tadi ia baru sampai di Kota Semarang Renan langsung menyelesaikan masalah kantor Cabang nya sedang ada masalah dan sekarang sudah selesai . Tinggal bertemu calon investor baru yang akan bekerja sama di perusahaan nya .
" Kamu udah makan yang ? ". Tanya Renan
" Udah , tapi laper lagi mau ngemil aja gitu . Kamu sendiri udah makan ? ". Tanya Anin
" Udah tadi , tapi laper lagi ". Ucap Renan
Emang kalau udah jodoh mau gimana pun juga apa apa sama , laper barengan , tidur barengan , mandi barengan , Anin memang sepertinya sudah hak paten milik Renan .
" Kamu belum mandi ya ? ". Tanya Anin
" Hmm , males gak ada yang mandiin ". Ucap Renan
" mandi sana , lecek banget muka nya kaya pakaian kering ". Ucap Anin yang melihat wajah Renan sangat lecek kaya cucian belum di setrika .
" Ganteng gini di bilang cucian kering , males mah mau mandi , pengen tidur tapi laper ". Ucap Renan
" Yaudah sana mandi dulu , nanti makan jangan lupa minum Vitamin kamu ". Ucap Anin
" nanti aja , masih kangen sama kamu ". Ucap Renan sambil tersenyum pada Anin
Renan merasa ngantuk tapi lapar dan ini yang selalu membuat bingung antara mau tidur dulu atau makan dulu . Gak yakin juga sih Renan jam 11 malam emang masih ada toko makanan yang buka , entahlah nanti dia akan menyuruh Jonas membeli makanan untuk nya .
" Sana mandi , pakai air hangat aja jangan air dingin . Aku mau ke bawah dulu , bye Abi ". Ucap Anin sambil mematikan sambungan telefon nya .
Ya Allah padahal Renan belum puas liat wajah Anin malah di matikan . Renan merasa sepi di sini apa lagi ia tak menyalakan televisi menjadi tambah sepi kamar nya berbeda dengan kamar Jonas yang menyetel lagu Harbass terdengar sampai kamar Renan .
Tunggu aja nanti Renan siram kamar Jonas seperti menyiram kucing yang sedang berantem di luar rumah .
Renan bangkit dari tiduran nya lalu membuka semua baju nya sampai dalaman pun di buka dan Renan masa bodo karena hanya diri nya disini mana ada yang liat tubuh Renan yang bagus ini . Kalau pun ada yang lihat gapapalah itung itung bagi bagi Rezeki .
KAMU SEDANG MEMBACA
BABY ALDRICH (Sequel Renandika )
Humor" Abiiiiiiiiiii ". Teriak Al " Kenapa Al ? ". Tanya Renan " Abi tuu mau matan ". Ucap Al " iya sebentar ". Ucap Renan " Abiiiiiiiiiii tu mau mandi ". Teriak Al " Ayokk mandi ". Ucap Renan Beginilah kehidupan seorang Renandika ketika mempunyai 2...
