VALET : Cp 3

188 32 3
                                        


Suck meletakkan sekopnya dan menggali dengan kedua tangannya dengan semangat. Perlahan benda yang menjadi penasaran Suck terlihat, kilau besi murni yang tertimpa cahaya senter di kepala Suck membuat mulut gadis 17 tahun itu menganga dengan sorot mata kegirangan.

"Besi yang besar! Tidak mungkin, ini sebuah penemuan yang fantastis!" seru Suck kegirangan sambil sesekali mengetuk besi yang masih tertimbun di tanah yang Ia injak sekarang. Suck terus menggali berusaha mencari pinggir dari besi hitam padat itu, tapi sia-sia, benda itu tak berujung bahkan sampai Suck menggali hingga pinggir terowongan yang Ia gali.

"Gila! Besi ini pasti besar sekali. Siapa yang menanamnya di sini? Ini terlalu jauh dari permukaan tanah," gumam Suck memperhitungkan jarak permukaan dengan tempat Ia berada sekarang.

Dengan serius Suck meneliti permukaan besi, sangat dingin dan mulus, tak ada rasa kasar di permukaan besi yang sangat kokoh itu. Hingga tiba-tiba jemari Suck menyentuh sesuatu yang kasar dan timbul di permukaan besi.

"Sebuah logo?" gumam Suck sambil mendekatkan senternya, itu sebuah logo perisai dengan corak anggrek di tengahnya.  Ada banyak tulisan di sekitar logo saat diperhatikan tapi Suck tak mengerti artinya. Suck berinisiatif mencari ujung dari besi yang kini menjadi lantai pijakannya. Selain karena ingin tahu, Suck juga ingin menggeser besi itu dari jalannya, karena besi itu memblok jalur galiannya, tapi sepertinya segala usaha hanya berakhir sia-sia, lagi-lagi benda itu tak berujung walau Suck sudah menggali cukup jauh ke setiap sudut terowongan nya.

"Ughk, ini membosankan. Siapa yang berani menaruh besi menyebalkan ini di sini? Mengganggu pekerjaanku saja," gusar Suck bosan. Ditatapnya ke atas, ke permukaan lubang yang Ia masuki, dan diraihnya tali pengait di sebelahnya. Kini Suck sadar bahwa Ia tidak bisa naik ke atas untuk pulang karena tali yang biasa Ia pakai untuk naik turun ikut turun bersamanya saat jatuh tadi. Suck menepuk jidatnya kesal pada dirinya sendiri dan kembali terduduk lemas.

"Dengan apa aku naik?" gumamnya putus asa tertunduk memikirkan kesialannya. Tiba-tiba Suck mendongak dan bangkit saat sebuah ide gila muncul di benaknya. Dimulai dengan peregangan ala kadarnya, Suck memulai ancang-ancang memanjat terowongan yang Ia gali dengan susah payah. Satu dua langkah Suck mencoba memanjat, tapi tenaga Suck tak kuasa menahan tubuhnya, pegangannya terlepas karena dinding yang licin, Suck tergelincir dan jatuh tanpa bisa dihentikan.

"Agkh," ringgis Suck kesakitan pada bokongnya. Rasa optimisnya kian pupus, Suck hanya bisa menatap langit petang dari lubang terowongan dengan rasa iri pada burung-burung yang terbang.

"Suck!"

Sebuah panggilan menyadarkan Suck yang merenungi nasib. Secercah harapan terbit di pikirannya. Suck bangkit dan mengatur nafas.

"PANDAA!" teriak Suck sekuat tenaga.

"Suck! Bagaimana kau bisa ada di dalam sana?" Hewan berbentuk merpati itu tiba dengan cepat di atas permukaan lubang, dengan tatapan heran melihat Suck yang tidak biasanya turun tanpa persiapan.

"Aku tadi terjatuh, cobalah bantu aku naik!" teriak Suck lagi.

"Dengan apa?" Suck menggerutu kesal mendengar pertanyaan bodoh dari hewan peliharaannya itu.

"Ya kau berusahalah, Panda! Aku di bawah sini harus segera kau naikkan, cepatlah! Setidaknya kau cobalah merubah dirimu ke bentuk yang lebih berguna untuk situasi saat ini!" bentak Suck setengah marah, kembali duduk dengan wajah ditekuk. Saat akan menatap ke atas, Suck memekik keras saat melihat seekor ular besar menggantung di depannya, sangat besar dan panjang.

"Ahkg!" teriak Suck sambil menarik sekopnya dan memukuli ular dengan sekuat tenaga, suara rintihan terdengar dari ular yang perlahan jatuh dan menimpa Suck yang semakin panik.

VALET✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang