Suck menggulung ujung bajunya dengan kepala tertunduk, Corby di sebelahnya terdengar merintih karena luka di tubuhnya sangat menyengat dan perih. Salah satu staf kesehatan tampak serius mengeluarkan kemampuan mengobatinya pada luka putra salah satu orang berpengaruh di Schutz itu, di mana Suck memiringkan bibirnya melihat betapa cengengnya pria itu layaknya wanita.
"Sangat manja, beraninya hanya menggertak orang saja, gantian diserang langsung merintih, lebih cengeng dari wanita!" umpat Suck dalam pikirannya melihat wajah Corby yang terus meringgis.
"Kau menyerangnya, Suck?" tanya ibu kepala sekolah sesaat setelah memeriksa data Suck yang ternyata valid.
"Aku bahkan tidak menyentuhnya, Madam. Elang itu tiba-tiba menyerangnya, dan aku baru tau kalau itu adalah elang yang aku tolong beberapa tahun lalu saat ke Valenos," ucap Suck berbohong, tak ingin ada orang yang menyalahkan Panda di depannya.
"Tapi Corby bilang kau menyerang Tekla sampai masuk UKS? Apa itu benar?"
"Dia benar melakukannya, Madam," ucap Corby dari tempatnya. Suck menatapnya garang.
"Kalau Anda tidak percaya, Anda boleh bertanya pada Tekla saat ini juga," tawar Suck tanpa ragu. Belum sempat kepala sekolah bicara, pintu kantor sudah terbuka dan Tekla masuk ditemani Livi yang menjemputnya ke UKS.
"Suck tidak melakukannya, Madam. Ada seseorang yang sengaja mengadu domba Suck dengan Corby, tapi aku tidak tahu itu siapa, yang pasti itu bukan Suck," jelas Tekla membuat Corby terdiam. Sang kepala sekolah meneliti Suck dengan serius, gadis Endlos itu hanya diam saat ditatap sedemikian rupa.
"Kau sangat familiar, Suck. Apa kita pernah bertemu?" Suck dengan yakin menggeleng.
"Aku dari Endlos City, kalaupun aku datang ke Valenos hanya sekali dan kita tidak pernah bertemu sebelumnya, Madam," jelas Suck, kepala sekolah itu tampak memiringkan kepalanya karena sangat yakin bahwa dia dan Suck pernah bertemu sebelumnya.
"Maaf Madam, tapi apakah Suck sudah boleh pergi, dia akan mencari kamarnya," ucap Livi meminta izin dan ketiga gadis itu beranjak setelah mendapat kode setuju dari madam Wilma, Sang kepala sekolah Schutz yang masih fokus menatap lembar data Suck.
Livi terus menggengam tangan Suck tanpa ingin melepaskannya dan Tekla juga melakukan hal yang sama, kedua gadis itu menggengam Suck dari kanan dan kiri yang membuat Suck tidak nyaman tapi tidak tega untuk mengusir keduanya, dia hanya bisa terus melangkah menyusuri koridor menuju gerbang yang akan membawanya ke asrama.
****
Roof melangkah meninggalkan kelas dengan malas, hari tanpa Suck dan Malena adalah hari terberat dalam hidupnya, seperti hari ini, hari ketiga tanpa Suck dan Malena di sisinya.
"Kasihan, anak manusia yang bodoh ditinggal teman-temannya. Aku juga takkan mau betah berteman dengan manusia bodoh yang tak memiliki kelebihan apapun seperti dia!" Telinga Roof memanas mendengar ejekan yang ditujukan untuknya itu, tapi untuk membalas bukanlah pilihan untuk Roof. Gadis-gadis yang mengejeknya itu adalah anak-anak Elf yang pasti memiliki kekuatan khusus sejak terlahir ke dunia ini. Sedangkan dirinya sendiri hanyalah anak manusia biasa yang tidak punya kelebihan apa-apa, bahkan untuk mengenali komputer khusus di sekolah, Roof masih kesusahan. Dia berbeda dengan Suck dan Malena yang memang memiliki kelebihan itu.
Sebenarnya, mati-matian pun Suck mengatakan bahwa dia tidak memiliki kemampuan khusus, tapi Roof sangat tahu bahwa itu bohong. Roof tak bisa mengatakan itu apa, tapi Roof melihat ada yang berbeda dari Suck, saat perkenalan dulu, bahkan ayah ibu Roof berpikir bahwa Suck adalah putri bangsa Elf, layaknya Roof sendiri. Namun yang Roof pusingkan adalah bagaimana Suck tidak ingat itu sama sekali. Apa dia sengaja melupakannya? Atau apa itu hanya halusinasi Roof semata? Itulah pikiran yang selalu mampir di kepala Roof.
KAMU SEDANG MEMBACA
VALET✔
Fantasy(Fantasy) Suck yang dibesarkan di keluarga sederhana tak menginginkan hal lain selain bisa hidup tenang dengan keluarga kecilnya. Membantu ayahnya bertani, merawat kebun di pekarangan rumahnya dengan Sang ibu adalah satu-satunya impiannya. Suck tak...
