"Wah wah wah, tak kusangka kita bertemu ditempat tinggal adikmu, Min!" seru Jimin antusias. Gadis itu terkikik geli sebelum melanjutkan ucapannya, "Mau ngapain kau kesini? Membelikannya baju? Atau kau mengiriminya makanan?" tanyanya beruntun.
Dia menatap Yoongi yang maju selangkah dan menatap dirinya dengan tajam. Emang dipikir Jimin akan takut apa? Alih-alih takut, Jimin malah menunjukkan senyum angkuhnya tak lupa dengan dagu terangkat, alis yang diangkat sebelah, juga tangannya yang masih betah melingkar indah di lengan berotot milik Jungkook.
Melihat hal tersebut, dengan berani Yoongi maju lebih dekat kepada Jimin. Tapi sayang sekali, ketika Yoongi sudah berada pada hadapan Jimin, Jungkook malah menarik Jimin untuk disembunyikan dibelakang punggung lebarnya. Alis pemuda tampan itu menukik tajam menatap Yoongi yang sedang memutar bola matanya jengah.
"Apa ini? Kau membela dia?" tanya Yoongi seraya menunjuk Jimin dengan dagunya.
Sedangkan yang ditunjuk malah sekarang sedang membenamkan seluruh wajahnya pada punggung Jungkook, sesekali juga dia berkata dengan pelan sekali, "Baumu kok wangi sekali, sih?" secara berulang-ulang.
Tentu saja Jungkook mendengar gumaman tersebut. Dia langsung mendengus dan mencibir dalam hati, "Salah sendiri kudekati tidak pernah mau! Rasakan sekarang, nyaman kan kau bersamaku? Dasar gadis ber-ego tinggi!"
Merasa ditatap seseorang dengan tajam, ia mengalihkan perhatiannya dari Jimin dan menatap Yoongi datar, "Tentu saja aku harus membela orang yang kau sakiti. Terlepas dari itu, aku juga ingin melindungi calon istriku dari orang-orang sepertimu!"
"Ah, so sweet sekali, my honey bunny sweety Jungkookie!"
Jungkook bergidik geli mendengarnya dan segera melepaskan pelukan Jimin dengan paksa, "Hentikan. Kau tidak pantas bersikap cheesy seperti ini. Bukannya terlihat menggemaskan kau malah terlihat menakutkan, kau tau?!" kernyitan-kernyitan didahi pemuda itu jelas terlihat. Menandakan ia benar-benar serius dengan ucapannya.
Bibir Jimin mencebik dan menggumam tak terima dengan pelan, "Ya mana kutahu! Kukira drama yang kita buat masih berjalan!"
"Kalian akan menikah?" tanya seseorang lagi yang sedari tadi hanya diam membisu.
Jimin tersenyum lebar mendengarnya, "Ah, Taehyun-ah? Kau semakin tampan saja seperti Taehyungie!"
^^^
Jimin, Jungkook, beserta keluarga kecil Kim Taehyung akhirnya memutuskan untuk makan siang bersama di Restoran Hanilkwan. Hitung-hitung juga mereka ingin reuni kecil-kecilan, mengingat Jungkook langsung memutuskan tali pertemanannya dengan Taehyung sekaligus, karena kejadian sepuluh tahun yang lalu.
Kekanakan? Tak peduli. Siapa suruh berteman bahkan berpacaran dengan orang yang membuat Jimin-nya terluka dulu?
"Aku tau aku sangat-sangat cantik, bahkan melebihi eomma-mu! Tapi ya— kenapa tatapanmu itu seperti baru saja melihat orang cantik, Taehyun-ah?" tanya Jimin sekaligus meledek Yoongi.
Taehyun langsung terlihat memeluk erat tubuh Taehyung dengan malu-malu, karena ketahuan sedang menatap instens Jimin membuat Taehyung terkekeh gemas melihat anaknya. Reaksinya tersebut sangat berbeda dengan Yoongi yang langsung melotot.
"Daripada menggoda anak orang, lebih baik ayo buat anak sendiri! Nanti kalau sudah jadi bisa kau apa-apakan dengan bebas, barangkali kau ingin menyewakannya juga." gerutu asal pria disamping Jimin. Gadis itu langsung melunturkan senyumnya dan segera menendang betis pemilik si pria dengan keras hingga membuat siempunya mengeluh sakit.
"Sana buat anak dengan pohon beringin saja!" balas Jimin jengkel, "Daripada ingin membuat anak denganmu, alangkah lebih baiknya jika aku membuat—"
KAMU SEDANG MEMBACA
ᴋᴏᴏᴋᴍɪɴ ɢꜱ (ᴇɴᴅ) ✔
Fanfiction[ BOOK 2 DARI I'M YOU ] Jimin dan Jungkook tidak tau, sebenarnya apa salah mereka? Mengapa mereka sangat sulit untuk bersama? Semua masalah mereka lalui dan semua usaha juga sudah mereka lakukan. Lantas, apa lagi yang kurang? Jadi, sebenarnya siapa...
