Rumah dan keluarga selalu jadi hal terbaik bagi Rika. Meskipun 3 tahun lebih tidak pulang ke Surabaya tetapi ia selalu menjaga komunikasi dengan orang tua, Mas dan adik-adik nya.
Rika menciumi Gibran berkali-kali melepas rindunya.
Meskipun Rika tidak pulang ke Surabaya, tetapi Keluarga nya sering mengunjungi ke Jakarta terlebih di waktu-waktu liburan, soalnya Rika selain kuliah juga bekerja di Wedding organizer sehingga ia hampir tak pernah pulang selama tiga tahun terakhir sejak lulus SMA.
"Mommy udah USG?"
"Udah kemarin sampai bulan ke delapan dia masih nggak mau kasih lihat jenis kelaminnya. Kata Daddy dedeknya mau kasih kejutan."
Rika tersenyum. "Semoga adeknya cewek, biar Rika ada temannya." Ucap Rika penuh harap.
"Teman apaan kamu udah mau nikah aja. Mau ngelangkahin Mas lagi." Ucap Rega nyindir.
Rika manyun. "Meskipun kami menikah, Rika tetap anak perempuan keluarga ini kan Mas." Ucap pria di sebelah Rika.
Keluarga Rika memang selama ini tahu Rika dekat dengan seorang pria tetapi baru kali ini mengenalkan secara resmi dan hari ini juga pria itu menyampaikan niat nya menikahi Rika.
Purwandi diam saja. Ia tampak tidak senang dengan niat dari lelaki bernama Leonel Aldebaran tersebut, tetapi ia tidak menolak.
"Jadi apa rencana kalian ke depannya? Leon Pengusaha dan pekerjaan nya ada di Jakarta, sementara Rika ingin kembali ke Surabaya?" Tanya Rega.
"Saya akan tinggal di sini dengan Rika Mas. Pekerjaan di Jakarta bisa di monitor sebulan sekali, sekalian saya juga mau buka cabang di Surabaya." Ucap Pengusaha muda tersebut. Dia bekerja sebagai pengusaha tekstil yang bekerjasama dengan beberapa butik-butik desainer juga pengusaha pakaian menengah ke bawah.
Mereka juga berkenalan dari lingkup pekerjaan tersebut. Saat Rika berada di butik membantu klien memilih pakaian pernikahan ia bertemu dengan Leon yang juga membahas pekerjaan dengan pemilik butik, kemudian mereka pun mulai dekat.
Dua tahun pendekatan dan setahun berpacaran, Leon pun melamar Rika.
"Kamu sudah yakin?" Tanya Purwandi kepada Rika akhirnya membuat suasana mendadak tegang.
"Yakinlah, Dad. Kalau tidak yakin Rika nggak mungkin bawa Mas Leon ke sini." Jawab Rika.
"Orangtua dan keluarga Leon bagaimana? Menikah bukan cuma sekedar yakin dan cinta saja."
"Alhamdulillah Mami dan Papi saya sudah kenal dengan Rika, Om dan mereka setuju. Dan kalau Om dan Tante merestui, Minggu depan mereka mau datang melamar Rika secara resmi."
Purwandi menatap Rika mencari keyakinan di mata putrinya.
"Rika, ikut Daddy sebentar." Ucap Wandi bangkit dari ruang tamu menuju ke kamarnya diikuti Rika setelah menyerahkan Gibran kepada Mommy Aning.
---
"Daddy mau minta maaf sama kamu."
Rika menatap Wandi bingung.
"Daddy mencintai kamu. Kamu putri yang cantik, anak penurut walaupun kadang suka bandel juga tapi masih wajarlah." Ucap Wandi sedikit tertawa membuat Rika ikut tertawa.
Wandi merangkul Rika. "Kamu yakin mau menikah sekarang? Usia kamu baru 21 tahun. Masih banyak yang bisa kamu lakukan di usia kamu sekarang."
"Rika cuma nggak mau pacaran terlalu lama, Dad. Toh tujuan kami pacaran untuk menikah. Rika tahu benar, Mas Leon itu seperti apa. Dia mudah-mudahan baik untuk Rika dan masa depan Rika."

KAMU SEDANG MEMBACA
Infused Loved
RomansaOm series 2# Raka (27 tahun) merasa aneh karena dirinya terus saja bertingkah kekanakan setelah bertemu seorang gadis muda saat ia bekerja. Setelah menjadi dokter dan gonta-ganti Pacar, akhirnya Raka Wibowo takluk pada gadis ABG yang baru berusia 15...