Separate 14!

1.1K 152 14
                                        

***

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Tubuh Jimin menegang, suara itu membuat nya takut. Semua mata juga tak lepas mengawasi nya, seluruh penghuni sekolah menatap Jimin dengan tatapan yang berbeda. Ada tatapan menghina, khawatir dan mengejek tapi itu bukan masalah nya saat ini.

Masalah terbesar nya adalah si pria yang tadi berbuat onar di kantin sekarang berada di hadapannya. Menatap dirinya marah sembari tersenyum miring,Jimin menjadi ngeri.

''Kenapa hmm ? Apa sekarang seorang pahlawan takut, tadi siapa yang dengan berani melawan ku hmm dan lihat sekarang Hahaha kau takut juga dengan ku ternyata anak mami!'' Kyung Sok menatap Jimin remeh di sertai tawa yang membuat komplotan nya ikut tertawa mengejek.

Jimin sendiri tetap tenang kendati jantung nya berdebar kencang, gawat!

''Aku tak memiliki masalah dengan mu, jadi menyingkir lah." Jimin coba tak mengindahkan nada ejekan Kyung Sok.

Tak ingin mencari masalah yang akan membuat hari-hari buruk nya semakin buruk. Toh ia juga tak punya kemampuan untuk melawan secara fisik, yahh mau melawan secara fisik bagaimana eoh? Jika fisik nya sejak awal sudah lemah, belum bertarung ia sudah tentu kalah toh.

''Wuahh sekarang pahlawan ini bersikap seolah tak terjadi apa apa,bukankah itu lucu teman teman." Kyung Sok kembali tertawa, teman-teman nya pun juga ikut tertawa.

Mata-mata yang sedari tadi menatap Jimin tak kunjung berkurang, yang ada semakin bertambah.

Kyung Sok berjalan mendekati Jimin yang melangkah mundur perlahan. Seringai kejam terpatri di wajah tampan nya.

''Ayo bermain bersama ku, berhubung kau telah membuat mainan ku kabur

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

''Ayo bermain bersama ku, berhubung kau telah membuat mainan ku kabur. Jadi kau harus menjadi pengganti nya, tenang saja bermain dengan ku pasti akan sangat menyenangkan hmm." Masih dengan senyum bad boy nya, Kyung Sok berbicara santai.

Jimin makin tersudut karena banyak nya orang di dalam ruangan itu. Tiba-tiba saja dada nya menjadi sesak, nafas nya tersendat. Pasokan oksigen ke dalam paru-paru nya menipis, kepalanya berdenyut hebat. Ini tak boleh terjadi! Sial!

''A-aku ada urusan penting." Jimin perlahan berjalan keluar. Nada nya mungkin terdengar gagap,tapi itu bukan karena ia takut pada Kyung Sok. Saat ini yang Jimin pentingkan adalah bagaimana cara nya ia bisa bernafas dengan normal.

Namun sayang Kyung Sok tak semudah itu melepas Jimin. Apalagi ia benar-benar kesal karena tadi di permalukan di kantin, dihadapan semua orang !

''Hey kau pikir aku akan melepas mu? Ayo bermain, ini akan sangat menyenangkan." Kyung Sok menarik tangan Jimin,membuat pemuda itu tertarik dan menabrak dada bidang nya. Seketika semua orang tertawa, tak terkecuali Kyung Sok, si pelaku.

Bruk

Dengan kasar ia kembali mendorong tubuh tak siap Jimin menjauhinya. Membuat Jimin jatuh membentur lantai dengan kepala bersentuhan dengan sudut meja yang menambah sensasi sakit di kepalanya menjadi berkali-kali lipat.

Sekarang Jimin benar-benar tak lagi memikirkan Kyung Sok. Karena sungguh kepalanya benar-benar sakit, ia hanya ingin memejamkan mata nya sebentar untuk menghilangkan rasa sakit ini. Tapi sekali lagi Kyung Sok seakan tak peduli,ia menendang kaki Jimin pelan.

Tangannya mengambil air mineral yang berada di salah satu meja, perlahan membuka nya dan berniat menyiramkan itu pada Jimin. Namun sayang semua nya pupus kala seorang siswa berteriak dari luar.

'' Bubar bubar, Kang ssaem datang!"

Kyung Sok berdecak kesal, ia berjalan menjauh meninggalkan kelas bersama komplotan nya. Para siswa maupun siswi yang tadi ikut menonton juga perlahan pergi meninggalkan Jimin tanpa ada niat membantu.

Jimin perlahan berdiri sembari menormalkan penglihatan nya yang berkunang-kunang karena sakit kepala. Tanpa ia sadari kepala bagian belakang nya terluka dan mengeluarkan sedikit darah namun tersamarkan oleh rambut hitam lebatnya.

Dengan langkah sempoyongan Jimin berjalan meninggalkan kelas, tujuannya adalah kelas yang dulu ia pakai. Ruang pribadi nya di sekolah ini. Ia harus segara menemukan obat yang selalu ia simpan di laci meja nya di ruangan itu.

Akan tetapi pasokan udara yang masuk ke paru-paru Jimin kian menipis, sekarang jantung ikut mengeluarkan denyutan nyeri. Hancur! Hari pertama sekolah nya hancur total.

Sekarang Jimin pasrah, ia sudah tak kuat. Sakit yang tadi hanya sedikit lama-lama menjadi-jadi dan membuatnya kewalahan. Ia berharap ada orang yang ingin membantunya untuk pergi ke ruang kesehatan atau ke kelas pribadinya dulu. Tapi Jimin kembali menelan pil pahit, tak ada yang berniat membantu kendati banyak siswa siswi yang berlalu lalang. Mereka terlalu takut dibawa-bawa dalam masalah jimin jika menolong pemuda itu.

Kyung Sok itu biang masalah, dan semua siswa maupun siswi di sekolah itu terlalu malas berurusan dengan si biang masalah.

Perlahan tapi pasti tubuh Jimin terasa sangat ringan, badan nya total menyandar pada dinding dengan mata yang sipit akan terpejam.

Oke, sekarang ia tak peduli jika harus membentur lantai, atau mendapat banyak pertanyaan dari sang paman kenapa ia bisa collaps. Karena Jimin lelah dan mengantuk, ingin tidur dan melupakan sakit nya sebentar.

Bruk

''Terima kasih dan maaf telah membuat mu seperti ini."






'Bisakah rasa sakitnya menghilang barang sebentar saja ?'
~Jm~


*
*
*

Lee Kyung Sok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lee Kyung Sok

**

Yuhu 😘 I'm comeback, pasti gak ada lagi yah yang nungguin 🙃 karena up nya lama betul.

Maaf yah 🙏🏻 karena Hye sibuk. Semoga suka yah, dan maaf kalau mengecewakan.

See you next chapter 👋🏻

Separate Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang