Mohon maaf apabila ada kesamaan nama, tempat, karakter, ataupun peristiwa dengan cerita lain.
Semua yang ada di cerita ini hanya fiksi, jangan sangkut pautkan ke dunia nyata. Biasakan untuk menghargai setiap usaha seseorang.
Klik tombol bintang sebelah pojok kiri biar ATARAXIA sering up yaa!!
Happy Reading!!
"Kadang kesalahan seseorang biasanya mengubah rasa untuk menjadi benar layaknya kebenaran seseorang."
####
Tidak terasa satu bulan telah berlalu, semuanya masih baik-baik saja. Begitupun dengan Afi dan Jia yang kini semakin dekat. Beberapa kali juga mereka jalan berdua. Para sahabatnya pun tidak masalah, mereka malah mendukung mereka berdua. Seperti di akhir pekan ini, Afi dan Jia tengah jogging, hanya mengelilingi komplek. Dan ternyata, komplek mereka berdua itu bersebelahan.
Setelah beberapa menit berkeliling, mereka berhenti di sebuah taman yang biasa digunakan untuk berkumpul oleh orang-orang yang telah selesai jogging. Di taman itu juga terdapat lapangan yang biasanya digunakan untuk skateboard.
Kini Jia tengah duduk selonjoran di pinggir lapangan, sedangkan Afi tengah membeli minuman. Tak lama kemudian, cowok itu datang dengan membawa 2 botol air mineral.
"Capek?" Afi menyodorkan minuman ke Jia, dengan senang hati Jia menerimanya.
"Lumayan," jawabnya lalu meminum minumannya, begitu juga dengan Afi.
Afi memperhatikan Jia dari samping. Terlihat keringat cewek itu bercucuran tapi tidak melunturkan kadar kecantikannya.
"Lo pernah ngerasa gerah gak kalo lagi pake hijab?" tanya Afi
Jia yang tengah mengelap mukanya menggunakan handuk kecil pun menoleh. "Tergantung sih, kalo hijabnya yang ribet terus cuacanya panas, ya pasti gerah. Tapi kalo udah biasa, ya biasa aja."
"Kadang ada perempuan yang gak mau pake hijab karna alasan panaslah, inilah, itulah. Padahal itu salah satu cara setan buat nguji kita."
"Sebenernya bukan hijab yang salah, semua tergantung sama diri kita sendiri, yang penting mah niat, istiqomah. Mau sepanas apapun itu...terobos ajalah." jelas Jia panjang lebar disertai kekehan diakhir.
Afi juga ikut terkekeh. "Lo percaya gak sama orang yang bilang kalo cewek berhijab itu 2x lipat lebih cantik?"
Jia manggut-manggut. "Itu juga tergantung. Tergantung muka," Jia terkekeh lagi. "Kalo ada yang bilang gue cantik pake hijab, gue sih percaya aja. Karna emang gue cantik."
Jia terbahak. Sedangkan Afi yang mendengar itu pun langsung menurunkan jilbab Jia sampai menutupi mata cewek itu.
"Ck, untung jilbab, jadi gampang. Awas aja kalo pashmina, udah gue smackdown lo." gerutu Jia sambil membenarkan jilbabnya yang melorot akibat ulah Afi.
Sekarang giliran Afi yang terbahak. Astaga kenapa Jia sangat lucu coba.
"Sayang aku mau kita putus, kamu terlalu baik buat aku."
Afi dan Jia menoleh kesamping dan mendapati sepasang kekasih yang sepertinya sedang berantem. Dan yang tadi berbicara adalah si cowok.
"Ohh OKEH!! Semoga lo dapet maling, pencopet, pembunuh, psikopat sekalian. Dasar setan!! Makan noh orang baik!!" ucap si cewek sambil melempar sendal ke muka si cowok yang membuatnya meringis kesakitan, lalu si cewek melenggang pergi begitu saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
ATARAXIA
Novela Juvenil•••• Aira Jiana Syafanni atau kerap dipanggil Jia, gadis sederhana yang berasal dari kampung. Gadis dengan tatapan tenang yang mampu menyembunyikan perasaan yang sedang di alaminya. Jia itu ramah, mudah bergaul, receh, kadang bobrok. Dia juga mempun...
