49. Berkah Hari Raya

146 29 8
                                        

"Nda!!! Tadi Ben colat cama dada" Kata anak kecil yang berumur sekitar 4 tahun sambil memeluk kaki yang dia panggil dengan sebutan nda itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nda!!! Tadi Ben colat cama dada" Kata anak kecil yang berumur sekitar 4 tahun sambil memeluk kaki yang dia panggil dengan sebutan nda itu.

"Uwahh bagus dong!!! Anak nda udah pintar sholat" Kata sang bunda sambil mencium wajah sang anak karena merasa bangga dengan pertumbuhan sang anak.

Sang anak tersenyum manis hingga sang bunda tidak tahan untuk tidak mencium seluruh wajah sang anak yang membuat sang anak tertawa geli atas tindakan sang bunda.

Sang anak tersenyum manis hingga sang bunda tidak tahan untuk tidak mencium seluruh wajah sang anak yang membuat sang anak tertawa geli atas tindakan sang bunda

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Tadi tadi Ben lihat capi Ben di cana. Capi Ben di ikat di pohon. Kacian banet, nda" Adu sang anak.

Sang bunda menggendong anak manisnya sebelum dia pergi ke ruang tamu dia mematikan kompor tersebut.

Sampai di ruang tamu, Luhan menundukkan anaknya di sofa mewah mereka. Anak manisnya itu menangis karena mengingat sapi yang dia beli bersama sang ayah terikat di pohon dekat masjid.

"Kalo nggak di ikat nanti sapinya Ben kabur. Ben mau sapinya hilang, heum??" Kata Luhan sambil mengusap pipi sang anak dengan sayang.

Hari ini adalah hari perayaan Idul Adha. Luhan beserta sang suami yang bernama Sehun itu lagi lagi ikut berkurban. Ini sudah tahun ke 4 Sehun dan Luhan melakukan ibadah berkurban dengan setiap tahunnya 2 ekor sapi.

Namun untuk tahun ini Sehun dan Luhan membeli 3 ekor sapi karena keinginan anak manis mereka yang bernama Ben.

"Assalamualaikum"

"Walaikum salam, dada" Kata Luhan sesaat melihat sang suami, Sehun dengan pakaian kokoh serta kopiah yang melekat di kepala sang suami.

Luhan segera menghampiri Sehun lalu mencium punggung tangan sang suami. "Dada, kenapa pulangnya nggak bareng Benben?? Benben pulang sendiri tadi"

"Tadi dada cari Benben tapi nggak ketemu. Dada kira Benben lagi main sama Yuan" Kata Sehun lalu menghampiri sang anak yang tengah terduduk di sofa mewah mereka.

Sehun memeluk sang anak. "Benben kenapa pulang duluan?? Dada cariin Benben tadi buat lihat 3 sapi Benben di masjid"

"Tadi Ben cudah lihat capi puna Ben. Tapi tapi Ben lihat capi Ben di ikat di pohon. Kacian banet, dada. Capi na muk nanis tadi. Jadina Ben pulang aja" Kata Ben, anak kecil manis tersebut sudah berada di pangkuan sang ayah sambil menahan tangisnya karena teringat dengan 3 sapinya yang terikat di pohon.

Everytime; HunHanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang