Pukul tujuh lewat tiga puluh tiga menit.
Taehyung baru membuka pintu rumahnya dengan punggung agak membungkuk. Ia kelelahan omong-omong. Ia melepaskan maskernya tepat setelah meletakkan sepatunya dengan benar. Kakinya melangkah menuju dapur. Ia letakkan tas sekolahnya di atas meja makan yang kosong, sementara dirinya beralih ke wastafel untuk cuci tangan. Lepas itu ia buka kulkas, mencari minuman dingin favoritnya. Menegaknya dalam keadaan berdiri, nampak nikmat sekali sampai beberapa bulir air lewat di ujung bibirnya.
Ia sangat lelah sekaligus puas setelah menyiksa Hyunjin dan Yoongi dalam acara latihan pasca latih tanding mereka tadi. Ia sebal sebab diceng-cengi tanpa dasar, maka begitu cara ia membalas dendam. Hyunjin benar-benar dibuat lari ke sana kemarin dalam tanding dua lawan dua. Taehyung dengan Yoongi dan Hyunjin dengan Minho. Minho sudah mengumpat habis-habisan tiap kali Taehyung melakukan serangan tipuan serta membuat quick attack berturut-turut dengan Yoongi. Blok duo Hyunjin-Minho lewat begitu saja di tangan seorang Min Yoongi yang mulai kewalahan diberi bola tinggi beberapa kali oleh Taehyung sehingga ia harus terus menerus melompat lebih tinggi dari biasanya. Coach Seojoon terlihat puas sekali mengamati mereka di pinggir lapangan dengan anggota klub lainnya.
Latihan yang penuh sumpah serapah itu sungguh sangat memuaskan ditonton dari sisi lapangan.
"Maaf banget dah Bang. Gak lagi gue teriak sembarangan kayak tadi."
Itu keluhan Hwang Hyunjin yang telentang dan mandi keringat di lantai klub setelah dibantai Taehyung. Yoongi yang sedang melakukan pendinginan tidak berkomentar apa-apa selain bicara,
"anjing lo, capek banget gua."
Minho nampaknya terlalu lelah untuk berkomentar.
Sementara Taehyung masih cukup kuat untuk berdiri walaupun paha dan betisnya sudah meraung sakit tetapi ia masih mampu berjalan meraih jaketnya. Melakukan konfirmasi di depan teman-temannya bahwa ia tidak punya pacar. Ia hanya punya 'tetangga baru' yang ia kenal dan ada kewajiban untuk mengantarkan cemilan atas titah ayahnya. Coach Seojoon yang mendengar itu justru terbahak dan mengatakan bahwa tidak apa jika ia memiliki pacar selama tidak mengurangi performa mainnya.
Setelah itu, ia pun pulang lebih dulu dari kawan-kawannya.
Taehyung mendesah segar setelah puas menegak minumannya, meletakkan lagi botol minumannya dan beranjak pergi dari sana. Namun, ketika mendapati figur kue kering di dalam sebuah kotak mika berukuran medium, sontak bikin Taehyung tidak jadi menutup pintu kulkas.
"Oh ya, kue."
Ia mengambil kotak itu dan meletakkannya di atas meja makan. Berpikir sebentar, apa ia harus mandi dulu atau tidak? Ia melirik jam dinding, masih ada waktu untuk tidak disebut 'terlalu malam mengunjungi tetangga baru'. Maka ketika ia mengendus dirinya sendiri dan tidak mencium bau aneh di sana selain wangi parfumnya sendiri, ia pun memutuskan untuk pergi mengunjungi Jeon Jungkook.
Tetangga barunya.
Taehyung sendiri heran, kenapa ia jadi begini padahal baru sehari bertemu Jungkook. Ayahnya bahkan sampai buat kue begini sampai ia telat datang ke kantor. Ya, walaupun ia tetap pulang malam juga. Namun, bagi Taehyung, ayah yang seperti ini justru membuatnya merasa bahwa Jeon Jungkook adalah sosok yang cukup dekat dengan orang tuanya itu. Jadi mau tidak mau, Taehyung melakukan ini.
Taehyung melangkah beberapa kaki menyusuri jalan menuju rumah Jungkook. Ia lihat rumahnya benar-benar terlihat menenangkan sekali dengan warna dinding yang putih tulang begitu. Rumah yang baru Taehyung sadari eksistensinya sejak kemarin. Nampak hangat dan ramah. Lampu ruang tengahnya juga masih menyala, tanda bahwa orang rumah itu masih sadar semua.
KAMU SEDANG MEMBACA
High Hopes
Hayran KurguJungkook tidak pernah menggantungkan harapannya setinggi langit, seperti yang selalu ia ucapkan padanya. Sampai akhirnya Taehyung harus sadar dengan realita, ketika kamar yang biasa hangat dan wangi susu itu menjadi dingin dan berbau seperti rumah s...
