Flo berusaha memejamkan mata, sudah pukul 00.04 dia belum bisa tertidur. Ingatan nya masih berpikiran tentang Raka dan Sandra, dari mulai kejadian Raka memeluk Sandra di saat camping, bahkan sekarang mereka berdua terlihat sangat dekat.
"Apa mereka jadian?" Gumam nya bingung.
"Ah masa iya?" Pikirnya lagi. Pertanyaan itu terus wara Wiri di pikirin nya.
Sedangkan di luar terdengar suara mobil, Flo melihat dari jendela kamarnya yang ada di lantai 2. Mobil itu mobil siapa?
Kali ini pikiran Flo gundah. Di rumah sedang tidak ada manusia satupun hanya Flo seorang diri.
Flo mencoba menelepon Niko sahabat nya.
"Hallo Niko,tolong gue di rumah gue ada mobil Truk Dateng malam-malam gini, gue takut dirumah lagi ngga ada siapa-siapa?" Cicit Flo berusaha tenang.
"Oke, tunggu dan cari tempat yang aman."
Flo mencari tempat yang aman, mematikan lampu di kamar nya agar mereka para komplotan tidak tau kalo dirumah ini sedang ada orang. Dia ber inisiatif masuk kedalam lemari berharap para komplotan itu tidak menemukan dia.
Jantung nya berdegup kencang, dia benar-benar Takut, keringat mengucur deras di dahinya efek takut bercampur pengap nya berada di dalam lemari.
Flo mendengar suara di luar kamar nya berusaha membuka pintu kamarnya, jantung nya berdegup dua kali lipat. Saat pintu itu berhasil di buka oleh beberapa komplotan.
"Akhirnya bisa di buka juga." Kata salah satu dari mereka.
"Kayanya di rumah ini ngga ada orang, kesempatan besar buat kita."
"Loh, kayanya ini kamar anak SMA deh, liat fotonya." Salah satu dari komplotan itu menerangi foto di meja nakas Flo.
"Wah salah kamar kita, mending kita pindah ke kamar yang lain. Pasti ada berangkas."
"Iya iya bener, di luar jga pasti di Saipul sama Anhar udah ambil perabotan nya, bisa-bisa habis kita sama si bos kalo ngga dapet apa-apa."
Mereka keluar dari kamar Flo, Flo mengatur nafas nya yang tersengal-senggal itu.
🍄🍄🍄
Raka selesai membaca buku Comik nya, terkadang otaknya butuh healing dari bacaan buku-buku pelajaran. Jadi dia memilih untuk membaca Comik serial terbaru kesukaan nya.
Saat, Raka mencharge handphone , tiba-tiba handphone Raka berdering.
"Mine?" Tanyanya pada diri sendiri
Seingat dia,tidak ada kontak mine di handphone nya. Raka baru ingat ini kontak Flo pasti.
"Hallo Niko,tolong gue di rumah gue ada mobil Truk Dateng malam-malam gini, gue takut dirumah lagi ngga ada siapa-siapa?"
"Oke tunggu dan cari tempat yang aman."
Raka langsung bergegas menelpone kantor polisi, men-share alamat Flo, dengan tergesa dia hanya memakai celana pendek, sendal capit dan kacamata yang masih bertengger di matanya.
Raka langsung melaju kan mobil nya ke rumah Flo, bersyukur Raka sudah pernah ke sana. Raka memikirkan semoga gadis itu aman-aman saja.
Saat Raka sampai di rumah Flo,polisi sudah terlebih dahulu sampai disana, Raka bernafas lega saat polisi meringkuk lima komplotan itu.
"Flo, iya Flo."
"Pak tolong urus ini ya, saya mau cari teman saya dulu masih di dalam."
KAMU SEDANG MEMBACA
FLORA (On Going)
Dla nastolatków13/06/2021 🥇 #kakakelas 15/06/2021 🥇 #romanticschool Bagaimana bisa aku mencintaimu hanya dengan melihat mu sekali? Bagaimana bisa aku merindukan seseorang yang tak pernah memiliki memori bersamanya? Bagaimana bisa keduanya selalu tumbuh setiap sa...
