"ZA LO APAIN GUE!!"
Kenza menutup telinganya akibat teriakan seseorang yang berada di dalam kamar mandi. Awalnya ia masih tidur sampai akhirnya teriakan itu membuat Kenza terbangun.
Setelah itu si pelaku tersebut keluar dari kamar mandi dan menghampiri Kenza di ranjang yang masih menutup telinganya.
"Ini kenapa bisa gini?" tanya N kesal sambil menunjuk pinggang nya yang..... uhm dipenuhi oleh hickey.
Sedangkan yang dituduh hanya tersenyum tipis sambil melihat pinggang N.
"Masa gue harus jelasin, lo kan udah tau itu kenapa," jawab Kenza enteng sambil menggerakkan mata mengikuti tubuh N yang sekarang berada di depan lemari kaca.
"Ck, masalahnya lo buat nya gak ngotak."
N semakin kesal dengan tingkah laku Kenza seolah - olah tidak mempunyai salah apapun. Lihatlah akibatnya jika memiliki sifat seperti itu, membuat hickey melingkar di pinggang nya mulai dari perut sampai perut lagi.
"Itu namanya seni," ucap Kenza lagi - lagi terlihat santai sambil berjalan menuju kamar mandi.
"Seni mata lo."
Tidak kuat lagi, N memilih untuk kembali ke kamarnya. Lebih baik bersiap - siap untuk sekolah daripada menanggapi Kenza.
******
N mengernyit kala melihat pesan dari nomer tidak dikenal. Darimana orang ini mendapatkan nomernya? Sejak tadi N memikirkan itu. Karena yang memiliki nomernya hanya orang terdekat saja seperti keluarga dan Kenza dan satu lagi ketua kelas. Ia tidak memiliki nomer teman dari SMA nya dahulu karena semenjak N pindah ia mengganti nomernya dan menghapus seluruh sosmed nya karena 'sesuatu' yang ia alami dulu.
Setelah mempertimbangkan untuk menjawab atau tidak akhirnya N memilih untuk menjawabnya.
+62***********
hi bi
siapa?
let's start my game
hah? mksd?
N tidak mendapat balasan lagi membuatnya bingung. Karena kesal menunggu N memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"Kenapa?"
N menoleh ke arah Kenza. Menatap wajah Kenza semakin membuat kesal dirinya. Tanpa menjawab N bangkit meninggalkan Kenza di kantin. Ia sudah tidak mood makan lagi.
Kenza yang melihat N meninggalkan nya tiba - tiba ikut bingung. Kenza mengekori N dari belakang sedikit jauh. Mengamati N yang masuk ke dalam kamar mandi. Ia menunggu sambil bersandar di pilar yang sedikit jauh dari kamar mandi tersebut. Tak lama kemudian tiga orang cewek masuk ke dalam sana juga.
Kenza tetap diam disana sambil terus menatapi pintu kamar mandi. Hingga sekitar lima belas menit kemudian tidak ada yang keluar dari sana, membuat Kenza sedikit khawatir. Karena tidak bisa diam saja, Kenza berjalan pelan ke arah kamar mandi itu.
Tapi tak lama kemudian tiga orang gadis yang masuk setelah N tadi keluar sambil tertawa, tak mengetahui keberadaan Kenza. Dan hal itu membuat pikiran Kenza kalut dan segera masuk ke dalam kamar mandi. Masa bodoh dengan ia yang masuk ke dalam kamar mandi wanita.
Kenza membuka setiap bilik kamar mandi dan tidak menemukan keberadaan N. Kenza mengelilingi ruangan itu hingga matan berhenti di pintu tempat penyimpanan alat kebersihan. Kenza segera membuka pintu itu dan ya ia menemukan nya. Tapi Kenza semakin khawatir dan takut.
Gadisnya. Berlutut dan memeluk tubuhnya sendiri di pojok ruangan dengan air mata membanjiri wajahnya. Kenza berjalan mendekat dan langsung mengangkat wajah N yang menunduk.
N memundurkan tubuhnya kaget karena pergerakan Kenza yang tiba - tiba. Tapi saat melihat Kenza, N mulai tenang dan langsung memeluk tubuh besarnya. N menangis di dada Kenza sambil menggigit disana agar suara tangisan nya terdengar seseorang diluar sana.
Setelah beberapa menit, N menghentikan tangisannya. Ia mulai sedikit tenang karena tepukan pelan dipunggung nya dan kecupan yang Kenza berikan di pucuk kepalanya terus menerus.
"Pulang?"
N menatap Kenza dengan mata sipitnya akibat bengkak menangis dari tadi. Ia mengangguk pelan.
Kenza menggandeng N keluar dari kamar mandi. Saat menginjakkan kaki diluar pintu, N mengetatkan gandengan Kenza sambil bersembunyi dibalik tubuh besar Kenza. N menatap takut di sekitar sana, walau sekarang sudah tidak orang sama sekali karena bel sudah berbunyi dari tadi tanpa disadari mereka berdua. Tapi tetap saja ia takut jika 'orang tadi' kembali lagi.
Kenza melepaskan gandengannya dan beralih memeluk bahu N dan dibalas gadis itu memeluk pinggang Kenza sambil menyembunyikan wajahnya di ketiak Kenza. Kenza segera membawa N ke parkiran dan segera melajukan motor nya keluar pekarangan sekolah karena sejak tadi N tidak mau melepaskan tubuhnya barang sedetik pun.
Entah apa yang membuat gadis itu takut, Kenza menahan untuk tidak bertanya saat ini dan menunggu nanti saat sampai apartemen.
******
"Ganti baju dulu ya?" tanya Kenza berulang kali.
Sejak sampai di apartemen N memilih mengajak Kenza duduk di sofa ruang tamu. N duduk di atas pangkuan Kenza sambil menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Kenza.
N menggelengkan kepala pertanda jika ia tidak mau. Kenza menghela nafas pelan sambil mengusap - usap kulit paha N karena rok sekolah pendek yang N pakai tersibak ke atas karena duduk mengangkanginya.
"Takut."
Setelah beberapa menit saling diam, N akhirnya membuka suara untuk pertama kalinya setelah masuk ke apartemen.
Kenza mengernyit bingung dengan satu kata yang N ucapkan. Takut? takut kenapa atau pada siapa?.
"Takut kenapa?"
"Eza takut."
N kembali mengulangi kata 'takut'. Apalagi dengan suara bergetar menahan tangis.
Kenza semakin bingung. Ada apa dengan N? Apa yang membuat gadisnya seperti ini? Sejak tadi pertanyaan itu berputar - putar di kepalanya.
Kenza mengeratkan pelukannya di pinggang N sambil menciumi pucuk kepala N.
"Ssst. Udah gapapa, gak usah takut," ucap Kenza berusaha menenangkan N karena merasakan lehernya basah. Lagi.
Kenza membaringkan tubuhnya beserta tubuh N di sofa yang ia duduki sekarang. Meletakkan kepala N tidur di atas dada bidangnya. Kenza sejak tadi mengeluarkan kalimat menenangkan hingga N sekarang sudah berhenti menangis.
N mendongak menatap Kenza.
"Hm?" Kenza berdeham bertanya kepada N yang hanya menatap nya saja sejak tadi.
N mendekatkan wajahnya ke wajah Kenza. N mengecup sekilas bibir Kenza. Kenza tersenyum tipis, sangat tipis. Sekarang berganti Kenza mengecup bibir N sedikit lama, hanya menempelkan bibirnya dan bibir N.
"Mau cerita sekarang?" tanya Kenza setelah menjauhkan wajahnya dari wajah N.
N mengangguk lemas.
Yuhuuuuu asupan pagi!!
Jangan lupa vote and Coment okey!?
Salam Cinta
matchalora
10Agustus2021
KAMU SEDANG MEMBACA
KeN [18+]
Fiction générale[On Going] 18++ Bagaimana jika kejadian yang terjadi di masa lalu yang berusaha dilupakan malah datang perlahan - lahan dalam hidupmu? lagi. N Nala Bianca Zua. Gadis yang rela berpindah sekolah demi melupakan kejadian yang membuatnya trauma dan memi...
![KeN [18+]](https://img.wattpad.com/cover/244414945-64-k333484.jpg)