SEVEN

7.7K 273 10
                                    

"Maksud lo?" tanya N dengan raut wajah sulir diartikan.

Kenza tersenyum, "Pengen tau reaksi lo aja."

N menghela nafas dan menundukkan kepalanya, "Yang pasti seneng tapi juga marah. Marah karena kalo dia masih hidup kenapa gak nemuin gue."

"Seperti kata gue tadi, mungkin dia selalu ada dimana lo berada walau raganya gak ada. Di hati lo. Hati lo dan hati Eza terikat satu sama lain," ucap Kenza.

Setelah Kenza menyelesaikan kata - kata nya mereka berdua hanya diam, suara detak jarum jam pengisi kesunyian.

"Lo gak bisa nentuin takdir N. Takdir kapan lo mati bisa kapan aja . Sekarang, besok, nanti itu hanya di tangan yang di atas. Jadi hargai waktu yang diberi-Nya dengan berharga, jangan sia - sia kan itu karena masih banyak orang yang sudah mati pengen hidup lagi untuk menebus dosa nya. Tapi itu semua sudah terlambat. Jadi buat dirimu bahagia di dunia ini, jangan termakan oleh masa lalu yang gak bisa lo lepasin."

N menatap Kenza dengan pandangan takjub, "Bisa juga lo ngomong kayak gitu. Mending lo mabuk aja terus biar gini terus," ucapnya dengan senyum mengembang walau pipinya masih berair.

"Kayaknya lo lupa nanyain gue mabuk apa gak?" ucap Kenza dengan senyum miring.

"Hah?"

"Setiap orang beda, N. Ada yang gak tahan walau hanya minum dikit. Ada juga yang tahan walau udah minum banyak. Dan gue termasuk yang terakhir. Jadi, jangan mikir kalo gue bakal lupain apa yang lo ceritain barusan," lalu Kenza berdiri sambil menatap N, "Gue ke kamar dulu. Lo juga jangan lupa tidur. Makasih cerita pengantar tidurnya," lanjutnya sambil melangkah pergi ke kamarnya yang berseberangan dengan kamar N.

"KENZA NYEBELIN LO YA!!! KALO GAK MABUK, NGAPAIN TIDUR - TIDUR DI LANTAI BANGSAT!!!" teriak N sebelum Kenza masuk ke dalam kamar.

******

Jam 6 pagi, N sudah siap dengan seragam dan sepatunya. Bahkan sudah memakai tas dipunggungnya. N mengintip di celah pintu kamarnya. N melihat sekeliling, dirasa keadaannya sepi N membuka pintu lebar dan berlari menuju pintu apartemen.

"Gak sarapan dulu."

N berhenti bahkan belum sampai di pintu. N menoleh ke arah dapur dan disanalah Kenza berada. Sia - sia usaha N untuk menghindari Kenza, jika saat ini ddia sedang bertatapan dengannya. Kemudian, N tersenyum dan berlari pergi keluar apartemen.

Sedangkan Kenza mengulum senyum sambil menggeleng - gelengkan kepala melihat kelakuan N yang semakin hari semakin tidak jelas.

******

N mendudukkan badannya di kursi tempatnya duduk. N melepaskan tas dan menaruh tas itu di pinggir meja. Lalu, N mengamati sekeliling kelasnya yang tidak ada siapa pun selain dirinya karena masih terlalu pagi untuk berangkat sekolah. Akhirnya N memutuskan untuk keluar dari kelas dan berjalan - jalan melewati koridor yang sepi. N sebenarnya tidak tau dia akan pergi kemana, tapi ditengah perjalanaan N melihat ke arah gerbang yang sudah mulai banyak murid berdatangan.

Tanpa ancang - ancang N berbalik badan dan pergi dari koridor yang sudah mulai ada beberapa anak berkeliaran. Tapi bukan karena mulai banyaknya anak yang datang yang membuat N lari terbirit - birit, melaikan sosok orang yang sejak pagi dihidarinya sedang berjalan ke arahnya.

N masuk ke dalam toilet wanita. Karena disitulah satu tempat yang paling aman dari bajingan seperti Kenza. Beberapa menit N hanya memandangi dirinya di depan cermin, akhirnya N keluar dengan rambut yang sebelumnya di kuncir sekarang di biarkan tergerai menjuntai indah ke bawah guna menutupi dirinya dari Kenza.

10 menit lagi bell masuk akan berbunyi. N berjalan ke kelasnya dengan was - was dan hati tidak tenang. N berjalan tanpa menengok ke belakang sama sekali. Tiba - tiba seseorang mencekal pergelangan tangan N. N dibuat panik dengan seseorang itu. Lalu, N membalikkan badan dengan perlahan, namun setelah mengetahui siapa seseorang itu N sedikit bernafas lega.

KeN [18+]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang