Think this a dream

495 51 3
                                        

Hi ...
Aku kembali bersama cerita halu ini
Enjoy this chapter ayank-ayankku🥰

🍭🍭🍭

"Hansooooooool!" teriak Seokmin dari dapur kontrakan.

Entah mengapa setiap awalan keributan di kontrakan ini selalu dimulai dengan meneriakkan nama Hansol.

Sementara itu yang dipanggil selalu muncul dengan keadaan santai dan datar, "apaan dah?" sahut Hansol dari ruang tengah yang merangkap menjadi ruang tamu juga.

"Lo liat coklat gue di kulkas ga?" teriak Seokmin lagi, padahal ia bisa saja bertanya dengan nada biasa tanpa berteriak karena jarak antara dapur dan ruang tengah mereka itu tidak jauh.

"Kaga," sahut Hansol.

"Chaaaaaaaaaaan!"

"Chan belum bangun kayaknya, tuh anak juga tadi malem pulangnya malem banget mana sempat dia ke dapur!"

Seokmin mengerucutkan bibirnya setelah mendapat pernyataan dari Hansol, "Bang Juuuuuun!" teriaknya lagi.

"Apaan?" balas Jun berteriak dari kamarnya.

"Coklat gue, di kulkas ... Lo liat ga bang?"

Hening untuk beberapa saat tak ada sahutan dari Jun ataupun teriakan Seokmin, sampai terdengar suara pintu kamar Jun terbuka.

"Oh itu coklat Lo, udah gue makan tadi malam terus tadi pagi-pagi banget gue juga udah berak," ucap Jun cengengesan.

"Oasuu ... tuh coklat mau gue kasih ke Minghao Bang!" umpat Seokmin yang hanya mendapat kekehan dari Jun dan Hansol.

"Hao gasuka coklat, percuma Lo kasih dia coklat!" ucap Chan yang tiba-tiba keluar dari kamarnya sembari melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

Seokmin menghempaskan tubuhnya di samping Hansol di sofa ruang tengah, "terus gue kasih dia apa dong?" gumamnya cemberut.

"Alat-alat ngelukis, suka tuh dia," jawab Jun yang ikut menghempaskan dirinya di sofa ruang tengah.

"Yah ... duit gue kaga cukup kalau bulan ini, Bang ... kasii gue uang dong kan Lo udah makan coklat punya gue!" Seokmin menengadahkan tangan kanannya ke hadapan Jun.

Jun menghela napasnya lalu mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar mandi dan menatap Chan dengan antusias, "heh bocah!" panggilnya.

Chan menguap lebar dan berjalan malas ke arah teman-temannya, tanpa menyahut panggilan Jun ia menghempaskan dirinya di sofa lalu memejamkan matanya.

"Woi ... gue manggil Lo," panggil Jun lagi.

"Tadi malam Kak Joshua nganter motor Lo, Lo kemana dah kemarin?" tanya Seokmin.

"Mana Lo pulangnya larut banget juga," tambah Hansol.

Chan membuka matanya dengan malas dan menatap kesal ketiga teman kontrakannya itu yang sudah lebih dulu menatapnya.

Chan menghela napasnya, "gue di studionya Kak Ji."

"Waaaaah ni anak pacaran mulu!" seru Jun.

Sementara itu Hansol dan Seokmin sama-sama menutup mulut mereka dan menatap Chan dengan tatapan kaget.

"Kalian kenapa dah?" tanya Chan kesal.

"Ternyata Lo beneran pacaran ama Bang Uji," jawab Hansol.

"Gue pikir waktu itu gue lagi bermimpi," sahut Seokmin, "ternyata engga ... Lo beneran pacarnya Bang Uji!"

"Jangankan Lo, gue aja masih nganggep ini mimpi," sahut Chan yang hanya ditanggapi kekehan dari teman-temannya.

Fortuity || Hoonchan/ChanhoonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang