🏆 Nominasi cerita favorite writing challenge lovRinz publisher 2022
🏆 #2 prosa April 2025
📍Start from 2021
Bermula dari sosok misterius di balik nama pena @gadisPuisi yang karyanya selama dua tahun berturut-turut berhasil menjadi buah bibir di se...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Part 9
Praduga, Pradipta
Ada kisah yang dipaksa usai, beriring dengan senyap bising tawa yang tak lagi menggelegar. Selepasnya, kaki dan tangan mereka lebih terlatih dalam merintih, menitik mimpi di tengah gaduhnya semesta atas anak manusia yang sibuk mengembarakan asa. Mereka dipaksa larut, turut ikut serta ambil dalam setiap pelik dan peluk. Bukan perihal siapa yang paling hebat, tetapi siapa yang paling siap diterjang ombak dengan lajunya yang menggulung-gulung itu. Siapa yang paling tangguh dengan pundak kokoh dan lagi utuh.
@gadispuisi
Xxyln Kenapa kemarin gak update
@gadisPuisi
Hai, Xxyln! Terima kasih telah mengirimkan pesan. Kemarin saya ada kesibukan, jadinya tidak bisa mengunggah karya teranyar^^
Xxyln Gue suka karya-karya lo, thanks seenggaknya sebagian dari diri gue udah lo speak dalam bentuk tulisan nan elok.
@gadisPuisi Hey, ini manis ❤
Xxyln Jangan pernah berhenti menulis, ya. Karena gue bakal merasa kehilangan yang sangat. Selama lo masih ada di muka bumi ini, berjanjilah untuk tidak berhenti dan gue juga dengan senang hati akan jadi pembaca setia lo.
Belakangan ini namanya sedang naik, bahkan mendapatkan tagline sendiri di salah satu aplikasi populer bernama X. Puluhan orang telah singgah ke akunnya sekadar menyampah jejak atau sekedar memberikan dukungan dengan komentar-komentar posotif dan penyemangat di setiap postingannya. Gadis Puisi, nama pena yang telah menemaninya dua tahun ini, mengantarkan namanya ke deretan penulis hebat dan karyanya bahkan menjadi perbincangan penyuka sajak dan dua kali dibacakan dalam lomba baca puisi nasional sebagai puisi wajib. Tidak sedikit yang mencoba menggorek data pribadinya, seperti nama aslinya, tempat tinggalnya, atau bahkan umurnya.
Tentu itu dimulai dari penulis terkenal yang tertangkap basah mengambil hak ciptanya, Aerin. Putri bungsu dari perusahaan Mahesa Media Corporation yang bergerak di bidang penyiaran dan penerbitan. Perusahaan yang berkontribusi pada perkembangan industri media di Kota Surabaya selama lebih dari tiga dekade ini, dikenal sebagai salah satu raksasanya di dunia hiburan dan informasi dan bahkan mendapatkan award khusus oleh Kementrian.
Tetapi tetap saja bukan, segala bentuk curang manisnya tidak akan terasa lama. Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, bahkan bisa lho patah tulang dan tidak bisa melompat lagi. Barangkali itu yang sedang terjadi di kehidupan Aerin. Dia yang selama ini terbiasa hidup di atas panggung kesempurnaan, kini mulai merasakan retakan-retakan kecil di balik citra yang dibangunnya. Skandal plagiarisme yang menyeret namanya ke permukaan bukan hanya merusak reputasinya sebagai penulis, tetapi juga membuka kotak Pandora yang selama ini ia tutup rapat. Media sosial yang dulu dipenuhi pujian, kini mulai dipenuhi cibiran dan pertanyaan-pertanyaan tajam.