Part 24
Semenjana dalam ancala lara
Nara melepas headset dari telinga, menggerakkan bola matanya ke samping, alhasil didapatinya pemilik surai hitam legam sedang menyandarkan kepala pada bahunya, si gadis pun mengulas senyum tatkala itu tampak dahi si empu berkerut, dengan posisi mereka saat ini---duduk saling memebelakangi ---membuat punggung mereka bersentuhan. Lewat sudah lima belas menit sekedar mengistirahatkan tubuh duduk di bangku taman pinggir kota, kotak es krim yang dibeli Nara sudah kosong isinya, pun buku di tangan telah sampai pada baris paling bawah penuh oleh coretan kata, lagu yang diputar pun mencapai titik jenuhnya.
Gadis itu menghela napas panjang, menggerak-gerakkan bahu si pemuda berkali-kali berusaha membangunkan tubuh besar yang tengah terpejam, menimbulkan erangan kecil yang keluar dari mulutnya.
Cahaya matahari kian meredup, sebagian tempat mulai gelap, lampu taman di samping sudah dinyalakan disusul dengan lampu-lampu rumah warga sekitar. Nara mengitarkan pandangannya, juga semakin gentar ia dalam mengguncangkan tubuh manusia itu. "Kak Ares, kita harus pulang."
Respon pertama yang didapat ialah gumaman kecil seperti pada umunya orang yang baru bangun tidur. Dia terlihat mengusap wajah lantas merenggankan tubuh sebentar, setelah kesadarannya telah penuh barulah dapat melihat si gadis yang sudah berdiri dan mulai mengemas barang. "Bahu lo nyaman juga," ujarnya tanpa merasa bersalah. Dalam posisi duduk tegak, pemuda itu justru menatap kosong sekelilingnya.
"Malah bengong!" tukasnya geram.
Nara berusaha bangit dari bangku taman itu menciptakan decitan sewaktu dia melakukannya, karat pada engsel kayu yang jadi penyebabnya. "Kakak janjinya cuma sebentar, sementara sekarang hampir pukul setengah enam."
"Seriusan?" Nara mengangguk.
Pradipta memijat belakang lehernya, selepas itu melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangan. Berdecaklah dia sebab yang dikatakan Nara memang benar.
"Ah ... lagi-lagi begini, sorry, gue malah ketiduran." Cowok itu turut melepas headset, menggulungnya asal kemudian dilemparkan ke dalam tas hitam yang menggantung di bahu sebelah kiri. Nara mengangkat bahu acuh tak acuh, menjujung tasnya disusul langkah menjauh dari bangku.
Pandangan Pradipta jatuh ke arah dua kotak es krim yang ditinggalkan Nara, dia pun memungutnya lantas membawa dua benda itu ke tong sampah tidak jauh dari tiang lampu taman berada. Dengan langkah kakinya yang lebar, sangat mudah bagicepat cowok untuk menyusul langkah si gadis.
Rutinitas seperti ini kerap terulang dalam dua bulan belakangan. Dalam perjalanan menuju rumah, mereka biasa menyempatkan diri buat menyambung napas di sana. Ditemani dua kotak es krim tidak lupa, mengingat cuaca di kota meningkat saat memasuki bulan Juni. Nara dan kakak kelasnya, yang mana sekarang adalah tetangga, mereka kerap pulang bersama tentunya didasari atas sepengetahuan Hazel selaku kekasih cowok itu. Hazel tidak bisa bergabung sebab jalan pulang yang bertolak belakang.
"Kak Ares kok bisa santai banget, padahal kelulusan tinggal menghitung hari?" tanya Nara sewaktu kakak kelasnya berhasil menyusul jalannya.
Pemuda berambut model belah tengah itu menampilkan sumringahnya wajah. "Ujian itu bukan akhir dunia, Na, kamu hanya perlu menyelesaikannya tepat waktu. Ikuti prosedur yang berlaku, habis waktu tinggal serahkan ke petugas. Selesai," ujarnya.
"Kalau gak bisa jawab satu soal, kamu bisa mengerjakan nomor selanjutnya. Lompati aja, kalau kamu terlalu fokus pada satu hal bakal sia-sia waktunya, kan? Padahal ada poin lain yang dapat dikerjakan. Terkadang memang, pikiran kita bakal stuck pada soalan sukar, yang mana malah buat pikiran buyar. Apalagi kalau hal yang sulit itu ditemukan pada awal-awal, secara psikis kita pasti langsung tergunjang, dan memunculkan anggapan bahwa semua yang ada di lembar kertas tersebut hanya susah dan menyulitkan, berakhir dengan psimis duluan, ya, kan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
BERTAUT [On Going]
Teen Fiction🏆 Nominasi cerita favorite writing challenge lovRinz publisher 2022 🏆 #2 prosa April 2025 📍Start from 2021 Bermula dari sosok misterius di balik nama pena @gadisPuisi yang karyanya selama dua tahun berturut-turut berhasil menjadi buah bibir di se...
![BERTAUT [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/241879809-64-k910981.jpg)