Gusar Malam itu

567 127 94
                                        

BAB 3Sayap yang Terbakar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

BAB 3
Sayap yang Terbakar


          Malam itu Satya duduk bersila di sofa panjang kamar tidur, dipandanginya layar laptop yang menyala, membuat wajahnya tersorot dan menampakkan raut kebingungan. Belum puas dengan informasi yang diterima dari Nelya dan teman-teman, Satya memutuskan untuk menggali informasi lebih lanjut. Ia mendownload salah satu aplikasi menulis yang sedang viral di kalangan anak muda, lalu membuat akun seadanya. Tidak pernah terpikir sebelumnya mempunyai akun sosial media, bahkan instagram saja ia tidak punya. Telephon genggam yang bahkan warna cahsingnya saja sudah pudar itupun tidak sedikitpun ada niatan menggantinya. Satya menggerutu, mengacak rambutnya yang basah, belum sempat dikeringkan keburu habis akal bahkan handuk hanya diselempangkan, kacau benar.

Satya Atma Nibiru. Dua tahun lamanya ia harus mengantri jalan dan berdesak-desakan dengan tim jurnalis Bakti Nusa dan menyela di antara mereka. Kabar tak sedap yang terus terendus di setiap penjuru gedung dengan kiasan dan hiperbola harus berhenti di tahun ini. Kelas XII dia tidak ingin masa tenang SMA nya dirusak sebab kemunculan karya sosok misterius yang tidak kunjung menampakkan batang hidungnya, Satya benar-benar jengkel. Baginya, pusat perhatian di tahun ketiga harus ia, pemain sepak bola berbakat yang akan memasuki camp pelatihan tim nasional.

"Sebenarnya lo itu siapa?" Satya geram. Setelah berulang kali mengetik dan mencari nama @gadispuisi di aplikasi warna hitam itu yang tidak kunjung ditemukan juga. Satya tidak kehabisan ide, ia ganti mendownload aplikasi menulis berwarna orange. Barangkali, sosok penulis misterius itu menulisnya di sana.

"Gak, gue gak boleh nyerah gitu aja. Gue, Satya Atma Nibiru. Gak akan melewatkan kesempatan ini buat buktiin ke orang-orang kalau si gadis puisi gak sejago itu, huh," ujarnya dengan tekad menggebu-gebu.  Ia kembali melanjutkan ujarnya, "Apanya yang penulis misterius, gue sendiri yang akan ngebongkar identitas lo, tunggu aja." Satya benar-benar serius, tampak rahangnya mengeras dan menelan ludah kasar ketika memulai daftar pencarian akun misterius di media sosial yang baru saja diunduhnya.

Bermodalkan nama tersebut, Satya memulainya dengan melakukan pencarian pada salah satu aplikasi sosial media, kembali membuat akun, mengetik nama, dan selang beberapa menit setelah itu ia mendapati akun serupa, diantara pilihan daftar nama yang sama, ia memulainya dari yang pertama.

"Anjir, yang mana ini banyak banget," ucapnya dengan suara yang terdengar putus asa. Dia mengusap wajahnya, membuat komuk aneh kemudian menggeram di depan layar laptopnya.S atya mulai mengecek linimasa satu-persatu.

"Gadis Sastra, gadis pujangga, gadis bukan janda. Buset, orang-orang kok bikin username nyeleneh bener."

Hingga sampai akun kelima dan memang benar penuh oleh sajak juga puisi tiap postingannya. "Nah. Ketemu!" Satya tersenyum sumringah, ia pun mengepalkan telapak tangan lalu mengangkatnya tinggi-tinggi ke udara, disusul sorakan riangnya.

BERTAUT [On Going]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang