Di part ini,Author mau mengucapkan Makasih, buat kalian yang masih setia mengikuti story yang g kunjung kelar ini,teruntuk reader setia Art yang rajin vote and koment,ataupun yang vote aja ngga koment,atau yang koment tapi ga vote,atau mungkin malah tidak melakukan keduanya.
Komentar dan vote kalian itulah yang menyemangati semua author untuk terus menulis,karena merasa karya nya dihargai.
Makasih ya...
*****
Hampir pukul dua belas siang,semua staff bersiap untuk istirahat,setelah berjibaku dengan segudang kesibukan pekerjaan,saatnya mengisi ulang energi,dengan makan siang.
Risa tersenyum menatap layar ponselnya,matanya berseri mendapat notip chat dari seseorang diseberang sana,
"Ketemu yuk!Aku didepan nih," begitulah pesan singkat yang mampu membuatnya tersenyum.
Jari-jari lentiknya mengetik dengan cepat, membalas pesan,"Kamu tau kan,kalau Menemui Ku hal yang tidak mudah,"
Ding,selang beberapa menit,balasan pesan masuk.
"Dan kamu juga tau kan,kalau menghindari ku lebih sulit,"
"Whatever," ketiknya cepat.
"Aku lagi di cafe depan nih,bentar aja sih,"
Risa mulai mengetik balasan pesan,namun ujung telunjuknya malah menekan tombol kunci, ia ingin menunda sebentar,setidaknya beberapa menit saja,biar tidak dikira fast respon.
"Aku lagi diet," balas Risa kemudian,setelah beberapa menit terlewati,
Taukah dirinya,diseberang sana furi sedang menunggu dengan sangat balasan darinya,meski cuma sekata saja.
"Hanya kopi?" Balas furi cepat mengalahkan kilat.
Tidak ada balasan setelahnya,hanya conteng biru dua,andai conteng nya berubah jadi merah,mungkin akan lain ceritanya.
"Aku udah terlanjur nunggu di lampu merah nih," pesan furi masuk kembali,
Risa tersenyum lagi membaca pesan itu,ia baru saja selesai mencuci tangannya dan bersiap untuk turun menghampiri fans dadakan nya hari itu.
"Ya udah,aku turun kalo lampunya udah ijo," balasnya sebelum menekan tombol lift didepannya untuk turun,sedang matanya asik menatap layar ponselnya.
"Ini udah ijo ihk,keburu merah lagi nih,kapan jalannya ?"
"Iyaa bawel,ini udah jalan kesana," balas nya pamungkas sebelum mengunci layar persegi miliknya,lalu melangkah masuk ke lift yang sudah terbuka,
Namun pesan dari furi masuk lagi,dan Risa tak kuasa menahan dirinya untuk segera melihat isi pesan itu,
"Maksud aku,kapan jalan nya hubungan kita 🥰," detik berikutnya balasan furi sudah muncul.
Risa menutup mulutnya menahan senyum dan tawa karena geli membaca gombalan Furi,"Benar kata tari ya,kalo kamu itu-,"
"Emang dia bilang apa?"
"Kang modus 🤪,"
"Digh... Kok kalo ngomong suka bener ☺️,"
Risa menutup aplikasi pesannya,bersamaan terbuka nya pintu lift dilantai yang dituju, langkahnya terhenti saat matanya menangkap sosok Lexa yang sepertinya baru datang,dan berjalan terburu tanpa mempedulikan keberadaan Risa didepannya,
Risa sudah bersiap ingin menyapa,namun diurungkan nya karena Lexa melewati nya begitu saja,dari raut wajahnya dapat terbaca,kalau dia sedang tidak baik-baik saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
ART Cantik 2 (GXG)
General FictionLexa dan tari kembali bertemu setelah kejadian pilu yang menimpa keduanya, Akankah mereka bersatu kembali,setelah kejadian pahit dimasa lalu?
