****
Lexa Diam Tak mampu menjawab pertanyaan Mandala, sepenuhnya ia sadar akan kesalahannya dimasa lalu,
Jika Mandala mengharapkan dirinya mendapatkan balasan karma dari kesakitan Tari di masa lalu, Maka ia tegaskan, bahwa Perpisahan sementara dengan Tari dulu, sudah memberinya Balasan Rasa sakit yang sangat hebat.
Bibirnya memang pernah berucap akan mengakhiri hubungan nya dengan Tari, Melepas wanita itu dengan Rela, Asalkan Tari bahagia.
Apalah daya hati berkata lain,
Membayang kan Tari bahagia bukan karena kehadiran nya saja , Lexa sudah tidak sanggup, Tari hanya boleh bahagia saat bersamanya, Tari hanya boleh tersenyum karena dirinya, tidak boleh ada orang lain diantara mereka.
" Bagaimana caranya melupakan semua penderitaan anak saya? yang disebabkan oleh kamu!" Lanjut mandala, karena dilihatnya Lexa hanya menunduk diam.
"Lexa juga menderita Om!"
Sela Furi lantang, tentu mengagetkan se isi penghuni kamar, wanita itu dengan mudah masuk tanpa izin, karena memang pintu tidak tertutup rapat.
"Dia!" Tekan Furi menunjuk Lexa yang masih betah dengan posisinya, " Lexa juga menderita, sama halnya dengan Tari," lanjutnya menggebu, "Dia juga pernah sekarat hampir mati Dua tahun lalu, Apa om ga liat kulit nya cuma sisa selapis ?" Sambung nya, sembari menarik lengan sahabatnya untuk berdiri.
Orang gila mana yang tega melihat sahabat karibnya berlutut merendahkan harga dirinya, Mau gimana lagi demi cinta dan restu mertua.
"Bangun Lex! Sejak kapan kamu doyan sujud!" Lexa bangun tanpa penolakan mengikuti furi, lutut nya memang mulai kebas, Akibat tulang yang bertemu langsung dengan permukaan keramik yang dingin,
Sekilas ia melirik sahabat nya tajam,
Meski terdengar Membela, Tapi furi jelas mencela fisiknya yang memang kurusan adanya.
Membela sambil Mencela.
Kurus tapi cantik!
Banyak perempuan diluar sana yang rela diet ketat, mengurangi makan, agar terlihat kurus dan berharap semakin cantik. Sebaliknya Badan Lexa kurus bukan karena kurang makan, melainkan memang kepikiran kesayangan.
"Saya rasa kamu tidak berhak ikut campur dalam masalah ini!" Sarkas Mandala datar melihat ke arah furi yang sedang menoleh padanya.
Furi tersenyum tipis,menyambut ucapan pria itu, "Tentu saja saya berhak ikut campur! Jika ada yang ingin Om salahkan disini, maka orang itu adalah saya, Akar masalah mereka sedari awal adalah saya." Timpalnya.
Mandala Dan Mirna refleks saling pandang , lalu menoleh pada Tari dengan tatapan penuh tanya, "Apa maksud nya? " Tanya Mandala tidak sabar.
Tari menunduk, ia tidak tau harus menjawab apa dan bagaimana, Furi sudah meminta maaf atas apa yang terjadi di masa lalu dan dirinya sudah melupakan, tidak etis rasanya jika ia membahasnya kembali.
Melihat Tari hanya diam menunduk, Furi melanjutkan penjelasannya,
"Lexa sengaja Meninggalkan Tari karena saya, " tegasnya lantang , dengan kepercayaan diri penuh furi akan membeberkan kisahnya, meskipun sedikit memalukan, Tidak apa!
Anggap saja ini cara yang dihadirkan Tuhan, untuk menebus dosa nya dimasa lalu.
" Karena Saya juga mencintai Tari waktu itu, Dulu," jedanya, menoleh pada Tari dan lexa sebentar, sedang Kedua sejoli itupun tengah melihat ke arahnya. Mereka anteng mendengar tanpa ada rasa ingin menyela.
" Lexa sengaja membuat skenario yang menyakiti Tari, membuat Tari pergi dengan kesan dia yang jahat, Agar Tari membenci dan melupakannya dengan singkat, berharap Tari bisa bersama saya setelahnya," jelas furi dengan mata berair.
KAMU SEDANG MEMBACA
ART Cantik 2 (GXG)
General FictionLexa dan tari kembali bertemu setelah kejadian pilu yang menimpa keduanya, Akankah mereka bersatu kembali,setelah kejadian pahit dimasa lalu?
