Satu : Farren Bara Putra

83 7 0
                                        


Don't forget voment nya oke??

Happy reading temuanaaaa😘😘

🦁

"Gimana bisa saya kasihan pada orang yang tidak pernah memberikan kasih sayangnya buat saya?"
🦁Farren Bara Putra

🦁

"Selamat pagi Aden"

"Pagi bi" Jawab lelaki itu dengan tersenyum tipis.

"Aden ditunggu nyonya dibawah buat sarapan! Asal Aden tahu ya? Nyonya sampe bela-belain bangun pagi sekali buat menyiapkan sarapan untuk Aden" jelas bi Ana bersemangat. Namun, tidak ada ekspresi bahagia di wajah anak majikannya tersebut, hanya ekspresi datar.

"Males makan. Udah telat" Ucapnya datar setelah menengok jam tangan dipergelangan tangan kirinya yang menunjukkan pukul enam tepat.

"Tapi Den. kas---"

"Kasihan?" Monolognya kemudian terkekeh sinis.

"Gimana bisa saya kasihan pada orang yang tidak pernah memberikan kasih sayangnya buat saya?" Ucapnya dingin kemudian beranjak hendak menuruni tangga. Namun, langkahnya terhenti oleh perkataan bi Ana.

"Tunggu den!"

"Apa lagi bi?"

"Aden yakin mau sekolah dengan penampilan seperti itu?"

Pertanyaan bi Ana yang terdengar seperti menahan tawa, membuat Farren memperhatikan penampilannya yang nampak benar memakai baju seragamnya. Tapi...
.
.
.
.
.
.
dia masih mengenakan boxer hitam dan masih memakai sendal jepit.

'anjir malu gue! Padahal tadi udah bagus banget konsepnya' Batinnya dengan menepuk jidatnya sendiri.

Sedang bi Ana cuma bisa tersenyum geli melihat tingkah farren yang nampak berjalan cepat memasuki kamarnya dengan wajah ditekuk dan mengacak-acak rambutnya.

"Andai Aden tahu kalau tuan dan nyonya sangat menyayanginya. Hanya saja cara mereka yang berbeda"

-🦁-

Farren menuruni anak tangga di rumahnya dengan headset yang menyumbat kedua telinganya. Dan tas ransel hitam yang terselempang di bahu kanannya.

Saat hendak menuju meja makan, dia melihat wajah asing disana. Seorang wanita paruh baya yang nampak berbincang dengan mamanya.

Tanpa mengucap salam dia langsung menyambar sepotong sandwich dan memakannya sambil berjalan melewati ruang makan.

"Farren! Jangan makan sambil jalan! Sini duduk dulu!" Nasehat sang Mama.

Farren masih tetap berjalan, entah memang sengaja atau tidak.

"FARREN?!" Panggil sang Mama lagi dengan nada naik beberapa oktaf sambil berdiri dari tempat duduknya.

Farren yang awalnya ingin membuka pintu, sedikit berjengit kaget.

"Keburu telat ma!"

Teriak sang anak sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya. Keluar rumah.

Sang Mama hendak menyusul anaknya tersebut. Namun, tangannya ditahan oleh wanita tadi.

"Sudah Mira! Biarkan saja! Mungkin dia memang  sedang buru-buru" cegahnya dengan mencoba berkata tenang.

"Maaf ya. Saya mewakili anak saya meminta maaf atas sikap tidak sopan anak saya"

"Tidak masalah mir, anak saya malah lebih nakal lagi"

Friends FACT [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang