Langsung aja ya...
Cekidot... 😎
Happy reading yaa😉
🐶
"Mending mati jantungan ketimbang mati gara-gara ngedrama"
🐶
Flashback on
2 tahun yang lalu....
Di sebuah danau yang indah di malam hari diterangi cahaya bulan purnama. Nampak sepasang sejoli tengah duduk di kursi dimana sang cewek bersandar di bahu lebar sang pujaan hati sembari melihat-lihat foto-foto disebuah kamera DSLR.
"Yang, aku ngerasa akhir-akhir ini Farren agak berubah" ucap sang cewek sendu.
"Berubah gimana maksud kamu? Orang tetep minim akhlak gitu kamu bilang berubah?" Tanya si cowok santai.
"Ihh... Kamu kayak nggak minim akhlak juga gitu. Sadar nggak sih Vin! Kalau dia tuh semakin jaga jarak dari aku" Ujar cewek itu dengan cemberut.
"Yahh.... Itu mah wajar Ra. Dia mungkin tak ingin ganggu hubungan kita"
"Tapi, tetep aja Vin. Aku kepikiran terus. Kamu bayangin aja nih ya. Orang yang selalu ada buat kamu dan udah kamu anggap kayak Abang kamu sendiri, tiba-tiba aja njauhin kamu! Aku yakin kamu juga pasti bakal kepikiran kan?"
"Iya juga sih. Tapi biarinlah! Dia kan udah gede. Udah tau apa yang harus dan nggak harus dilakuin"
Clara menghembuskan napas pelan. Lalu berganti duduk bersandar punggung kursi.
"Vin. Kamu mau nggak janji sesuatu sama aku?" Tanya Clara dengan menatap lekat kearah kedua manik mata Calvin yang menyorotnya lekat pula.
"Tentu saja. Janji apa?"
"Jangan pernah benci aku, meski suatu saat nanti aku bakal ninggalin kamu"
"Kenapa kamu tiba-tiba ngomong gitu? Kamu nggak niat buat pergi jauh kan?"
Clara menggeleng keras.
"Kalau aku sih. Nggak ada niatan. Tapi kalau seumpama takdir yang punya niatan misahin kita. Kamu mau kan nepatin janji itu?"
"Tergantung" Jawab Calvin datar.
"Yaaa... Kok tergantung sih! Aku kan nggak mau kamu benci aku. Itu aja kok!"
"Kalo nggak mau aku benci. Ya jangan pergi Ra! Aku nggak siap kalo kamu tiba-tiba ninggalin aku!"
"Takdir siapa yang tau Vin" lirih Clara yang mampu membuat Calvin diselimuti rasa takut. Takut kehilangan hingga dia langsung menarik Clara kedalam dekapannya erat seakan tak ingin takdir akan mengambilnya.
🐶
Keesokan harinya, Calvin seperti biasa menjemput Clara kerumahnya. Namun, ada kejanggalan saat gerbang rumahnya seperti di kunci. Dan tidak ada sahutan sekatapun dari dalam sana.
Calvin mencoba menghubungi nomor Clara, tapi selalu operator yang menyahuti. Bahkan saat di chat cuma centang satu
Hingga ada seorang pria yang menepuk bahunya.
Calvin menengok kearah si penepuk. Seketika itu, matanya menyorot tajam.
"Lo pasti tahu kan Clara kemana? Secara Lo tetangganya!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Friends FACT [END]
Teenfikce[COMPLETED] Teenfiction-Friendship-Romance -🤝- Tetaplah nyata... Sebagai sahabat yang selalu ada di saat suka ataupun duka.. Tetaplah setia... Walau suatu saat ada luka yang aku torehkan.. Atau... Bila kau tak lagi bisa.. menjadi sahabat yang kupin...
![Friends FACT [END]](https://img.wattpad.com/cover/283378715-64-k272991.jpg)