[COMPLETED]
Teenfiction-Friendship-Romance
-🤝-
Tetaplah nyata... Sebagai sahabat yang selalu ada di saat suka ataupun duka..
Tetaplah setia... Walau suatu saat ada luka yang aku torehkan..
Atau... Bila kau tak lagi bisa.. menjadi sahabat yang kupin...
Haiiii aq punya kenalan baru nih. Namanya Keysa Nilam Arnetasya. Sekretarisnya Tara di OSIS.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Buat visualnya Meisha, Clara dll skip dulu ya? Cz mereka kan jarang muncul hihihi😅
Happy reading yaa gaess👍
🦋
"Rasa suka nggak harus diungkap ataupun dipaksa, selama dia bahagia dengan jalannya gue bakal berusaha mengamini kebahagiaannya" 🙍Annabella Alessia Maheswari
🦋
Tak terasa sudah seminggu Kaira menjadi bagian dari persahabatan Farren cs.. meskipun Kaira harus ekstra sabar menghadapi sikap jahil Farren yang tiada hari tanpa mencari masalah dengannya. Ditambah akan sikap nyeleneh Calvin yang suka ngintilin dia kemana-mana. Itu makin membuat Kaira stress. Beruntung Tara dan Albi tidak se-gila Calvin dan Farren jadi dia masih punya tameng saat di ganggu dua makhluk resek tersebut.
Seperti saat ini, Kaira dibuat jantungan ketika baru keluar dari toilet, kala dia disuguhi senyuman lebar si Calvin.
"Ck. Lo kenapa sih ngintilin gue melulu! Mau belajar jadi bodyguard Lo!" Dumel Kaira sebal.
Calvin cuma cengengesan dengan wajah sok polosnya yang membuat Kaira makin kesal setengah mampus.
"Yuk balik. Gue cuma mau mastiin kalo si Farren nggak ngusulin Lo lagi. Gue masih ingat kali kejadian kemarin hari pas dia ngunciin Lo di gudang, ck. Tuh anak bener-bener akhlakless banget dah!"
"Tapi nggak usah sampe nungguin depan toilet segala bege!"
Calvin nyengir kuda sambil garuk-garuk kepalanya yang tak gatal. "Yaa maap, abis ini nggak lagi deh. Swear!"
"Bodo ah!" Dengus Kaira kesal lalu berjalan cepat meninggalkan Calvin yang masih berdiri tegap ditempatnya dengan bertekad mantap dalam benaknya.
'Gue akan lakukan apapun demi dapetin hati Lo kai, karena Lo udah berhasil ambil hati gue di pandangan pertama'
🦋
Di Perpustakaan sekolah..
Raya tengah sibuk membaca buku sastra Indonesia hingga dia merasakan ada yang duduk di hadapannya hingga dia mengalihkan pandangannya dari buku ke orang tersebut yang menyunggingkan segaris senyum teduh yang entah mengapa membuat jantung Raya jedag-jedug gak karuan.
"Hai" sapanya ramah.
"Mm.. ha.hai juga Al" Sahut Raya gugup yang membuat Al alias Albi tersenyum geli.
"Mm. Apa aku ganggu?" Tanya Albi kalem.
"Ng--nggak kok. Nggak" 'duh nih mulut kok gagap banget sih' Sanggah Raya dengan gagap.
Albi ber-oh-ria kemudian menunjukkan buku paket biologi di tangannya.
"kalau gitu aku ikut belajar disini ya? Yang lain rame soalnya" Ujar Albi ramah dengan tersenyum lebar yang membuat Raya makin salting.
"Ehm. I.. iya...bo.. boleh kok" jawab Raya dengan tersenyum kikuk.
"Nggak usah takut, aku nggak gigit kok"
"I..Yaa" jawab Raya tetap gugup sambil kembali menatap bukunya dengan perasaan yang campur aduk.
Sedangkan Albi dia cuma tersenyum simpul sambil menggeleng pelan sebelum mengalihkan Konsentrasinya ke buku biologinya. Meskipun dengan perasaan yang bingung.
'Kenapa jantung aku detaknya nggak karuan gini ya? Kayaknya nanti aku harus pergi ke dokter deh buat periksain'
🦋
Di kelas XI MIA 1
"Tar? Gimana persiapan lombanya? Temen-teman Lo udah pada latihan kan?" Tanya sang sekretaris dengan mengambil duduk di samping Tara yang sibuk dengan laptopnya.
"Udah kok Nil, mereka udah latihan dengan baik"
"Alhamdulillah kalau gitu, semoga aja mereka bisa memberikan yang terbaik buat sekolah"
"Amiinn"
"Eh. Btw Lo ngerjain apaan tuh?" Tanya Nilam basa-basi dengan melirik layar laptop Tara, sayangnya Tara langsung menutupnya begitu saja tanpa shutdown.
"Bukan apa-apa kok. Cuma merangkum materi aja"
"Ohh. Mm.. kalau boleh tahu, entar malem...Lo ada acara nggak?" Tanya Nilam ragu.
"Ada. Gue mau revisi juklak-juklak acara lomba, takutnya ada yang nggak sesuai ekspektasi" Jawab Tara tenang.
"Mm. Gitu ya? Yaudah deh. Kapan-kapan kalo ada waktu senggang aja, Lo mau kan nemenin gue jalan-jalan?" Tanya Nilam dengan memilin ujung seragamnya sambil menunduk malu.
"Maaf gue gak bisa janji. Gue akhir-akhir ini sibuk" Jawab Tara tenang dengan tersenyum simpul Lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Mau kemana Tar?"
"Toilet. Ikut?"
"Eh. Mm. Nggak"
"Yaudah"
Tarapun berlalu keluar kelas dengan langkah tegapnya meninggalkan Nilam yang menyenderkan punggungnya ke punggung kursi dengan menghela nafas berat.
'Kenapa susah banget sih dekat sama Lo? Padahal gue cuma minta temenin jalan-jalan, bukan kencan' Batinnya sedih.
🦋
Dirooftop sekolah...
Seperti biasa, Farren tengah menyesap gulungan nikotinnya sambil duduk di pembatas rooftop. Mata elangnya menatap gedung-gedung pencakar langit dengan tatapan kosong.
Hingga tepukan dibahunya membuyarkan kekosongan tatapannya, dan beralih menatap malas seorang gadis yang menatapnya horor sambil memutar duduknya hingga beralih dihadapan gadis itu.
"Tumben kesini? Biasanya juga Lo ngintilin si babi" ucap Farren malas.
"Dia lagi sibuk nye-talkerin Kaira, gue gak mau ganggu. Lo sendiri ngapain duduk di situ? Mau cosplay jadi Spiderman Lo" Sahut gadis itu alias Bella datar.
"Tiap bosen gue selalu nyebat disini. Eh ya soal si babi! Mending Lo omongin dah suara hati Lo itu" Saran Farren serius yang justru dibalasi kekehan hambar oleh Bella.
"Ngomongin apaan sih Lo! Suara hati gue? Emang Lo tau isi hati gue?" Sahut Bella sarkas.
"Jangan munak! Gue tau apa yang ada di otak primitif Lo itu! Kalau suka bilang, jangan disimpan, entar yang ada Lo bakal nyesel!"
"Ngomong gampang ren! Gue juga bisa kalo sekedar ngasih teori doang! Tapi, satu hal yang mesti Lo tau. Rasa suka nggak harus diungkap ataupun dipaksa, selama dia bahagia dengan jalannya gue bakal berusaha mengamini kebahagiaannya" Elak Bella dengan penuh penekanan sebelum dia berlalu cepat keluar dari rooftop tersebut.
Farren menghela nafas berat sebelum menyunggingkan senyum getirnya.
"Lo bener bell, ngasih teori doang emang gampang. nyatanya gue lebih munak dari Lo, karena sampe sekarang gue masih terjebak dengan labirin masa lalu gue" ucapnya getir sambil menatap sendu langit yang mendung.