Ketika diri tidak bisa berpikir logis biarkan hati yang berkata dan menentukan pilihan ,
"Putri darmawan "
Putri adalah anak dari roy dan citra mempunyai perusahaan property yang terkenal dijakarta , dia bungsu dari 2 saudara ya dia mempunyai kaka...
"Kita disembuhkan dari penderitaan hanya dengan mengalaminya sepenuhnya."
-putri-
Author pov
Raja memasuki ruang tahanan wanita , mungkin karna Raja adalah orang berpengaruh di Jakarta, dia mendapat free pass masuk ketahanan yang biasanya hanya dilakukan aparat .
Raja membeku ketika melihat putri memakai baju tahanan dan mengelus perutnya sambil sesegukan menangis .
"Putri .. haruskah kamu melakukan semua ini untuk dewa ? " batin raja
"Putri .." Putri pun menengok suara yang memanggil nya dan melihat sesosok Raja yang masih memakai pakaian rumah sakit dan bercak darah dibagian perutnya , Raja mendekati sel putri dengan langkah terbata karena tiba tiba dia merasakan sakit yang luar biasa diperutnya
"Mari kita bercerai .." ucap putri tegas
putri menghapus airmatanya dan mendekati Raja , Raja terpaku karna rasa sakit diperutnya dan ucapan putri minta bercerai
"Cerai ? " tanya raja
"Untuk apa kamu mempertahankan istri seperti aku ?"
"Kamu bisa memulai lagi dengan clara dari awal .." ucap putri terbata karna menahan airmatanya jatuh
"Lalu ? Kamu bisa bersama dewa ? Dan membawa anak yang ada dikandunganmu " sahut raja sambil menunjuk perut putri
"Pertama kita tidak akan bercerai sebelum anak dikandungan itu lahir !! " Nada bicara Raja mulai tinggi
"Kedua kamu kira bisa memisahkan aku dan Anak kita ? " ucap Raja lagi sambil tertawa
Putri hanya bisa terdiam , airmata yang dari tadi ditahan nya akhirnya menetes membasahi pipi putri .
"RAJA IRSYAD , tidak akan membiarkan apa yang harusnya miliknya direbut orang lain ! INGAT ITU !! "
"Rajaa kamu gak boleh seperti ini !!" Teriak putri dan tidak digubris raja dia pun berlalu meninggalkan tahanan
Putri menangis sejadi jadinyaa dia tidak menyangka permintaan cerai nya membuat Raja semurka itu
"Maafin mamah nak .. mamah tidak bermaksud memisahkan kalian , tapi keadaan membuat mama harus memilih jalan ini " batin putri sambil menyapu air matanya
.......
"Kenapa ? " "KENAPAA !!! " Teriak Raja yang melajukan mobil nya di tengah keramaian kota Jakarta dia memukul mukul setir seolah meluapkan emosinya saat mendengar kata kata putri ditahanan tadi
Tiba tiba Raja merasakan sakit yang sangat hebat diperutnya dia meringis kesakitan dan menepikan mobil nya
Tiba tiba dering handphone Raja berbunyi
"Bunyi handphone
Raja dengan sekuat tenaga meraih Handphone nya dan ternyata itu panggilan dari clara
"Ha..lo c..lara "
"Raja ? Kamu dimana ? "
"A..ku A..ku ada di.." raja menyebar pandangannya mencari tau dmana dia berada dengan mata yang sudah sangat sayup
Dan tiba tiba....
*BRUAK...
●●●●●
7BULAN KEMUDIAN ...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Saudara putri , ada titipan pak Dewa " seorang sipil wanita masuk terlihat ditangan nya terdapat beberapa rantang makanan .
Putri tersenyum dan menghampiri sipil itu sambil mengelus perutnya
"Ibu bawa aja lagi makanan itu , kalo ibu mau ambil ajaa.." ucap putri lembut
Sipil wanita itu meangguk dan keluar dari ruang tahanan dimana putri mendekam selama lebih 7bulan karena kasus penembakan Raja yang diakui nya
"Seperti biasa pak dewa , saudara putri tidak mau menerima titipan bapak " ucap sipil wanita itu kepada dewa .
Mungkin ini sudah dapat diduga dewa karena sejak putri resmi ditahan putri menolak apapun pemberian dewa apalagi menemuinya itu adalah keajaiban bagi dewa apabila terjadi
Dewa memutar otak bagaimana agar putri mau menerima pemberiannya karena jujur dewa sangat merasa bersalah karena kejadian ini putri menanggung semuanya sendirian , apalagi dewa mendengar rumor bahwa setelah putri resmi ditahan Raja langsung keluar negri
"Gue punya ide !" Gumam dewa seraya tersenyum tipis
"Ada apa mas ? " ucap sipil wanita yang berdiri didepan dewa dan masih memegang rantang makanan dewa
"Ibu saya mau tanya ? Apaa putri masih mengandung ? Saya bertanya seperti ini karena putri sama sekali tidak mau menemui saya dan menolak semua pemberian saya .." ucap dewa dengan nada sedih
Sipil wanita itu mendengus dan menaruh rantang makanan yang sedari td dipegang Ke meja didepan nya raut wajah sipil tersebut seolah ingin mengatakan sesuatu namun agak ragu , dewa terus menatap sipil wanita itu , dewa yakin ada sesuatu yang ingin disampaikan namun takut akan sesuatu .
"Sebenarnya saya dilarang saudara putri memberitahu pak dewa keadaan beliau apalagi tentang kehamilan nya , tapi saya kasian selama 7bulan ini , hanya pak dewa yamg mengunjunginya bahkan suami dan keluarganya pun tdk pernah terlihat.."
Dewa hanya terdiam bearti kabar Raja meninggalkan putri keluar negri itu benar adanya .
"Jadii..bagaimana keadaan putri didalam sana ? Tanya dewa lagi
"Saudara putri sudah hamil 8bulan, dan sempat kami dperiksa dokter klinik tahanan ibu dan bayinya sehat Dan ..bayinya perempuan .."
"Alhamdulillah" dewa sangat senang kalau kandungan putri masih sehat bersama putrinya
"Saya permisi dlu pak .." Sipil polisi itu pun pamit dan keluar dari ruang tunggu .
Dewa mondar mandir memikirkan agar pemberian nya diterima putri dan tanpa penolakan lagi . Tiba tiba dewa tersenyum dan dia tau apa yang harus dia beli agar putri menerima dan tersenyum oleh pemberian nya