Setelah 2 hari tidak bisa berjalan pasca digempur dalam ritual bayar hutang ala Wangji, kini Wei Wuxian memutuskan untuk pergi menemui Lan Xichen dan Jiang Cheng untuk membicarakan rencana pengangkatan wangxian menjadi orang tua kedua A-Zhi dan A-Xi.
"A-Yuan apakah menurutmu keputusan kami berlebihan?" tanya Wei Wuxian hati-hati kepada Shizui. Sebelumnya Wei Wuxian dan Lan Wangji sudah bertanya atas kesediaan Lan Shizui selaku anak angkat mereka apakah ia keberatan jika wangxian mengangkat anak lagi. Namun untuk memastikan lagi Wei Wuxian kembali bertanya kepada Shizui.
"Wei Qianbei eh maksudku A-Niang, aku tidak masalah jika kalian menjadi orang tua kedua bagi A-Zhi dan A-Xi. Malahan Shizui senang bisa punya adik seimut mereka dan juga aku sangat senang Wei ah A-Niang menerima Shizui. Sekarang keluarga Shizui jadi lebih lengkap lagi" jawab Shizui dengan senyum manisnya.
Jawaban Shizui tadi benar-benar membuat hati Wei Wuxian tenang dan bahagia sampai-sampai Ia tak tahan langsung memeluk Shizui dengan erat. Bahkan Lan Wangji yang biasanya bermuka tembok pun ikut tersenyum.
"Ah! Ha-Hanguang Jun tersenyum!" ujar Shizui terkejut akibat melihat keajaiban di depannya.
"A-die" koreksi Lan Wangji.
"Ah maaf A-die, aku belum terbiasa" balas Shizui kikuk.
"Nah sudahlah nanti kau juga akan terbiasa A-Yuan. Lan Zhan juga lain kali kalau mau senyum bilang-bilang dulu ok?~"
"Mn"
Wei Wuxian pun segera menarik Shizui dan Lan Wangji menuju Hanshi. Di Hanshi, Lan Xichen dan Jiang Cheng sudah menunggu di ruang tamu dengan wajah yang berbeda satu sama lain. Lan Xichen menyambut kedatangan keluarga wangxian dengan senyum sejuta watt andalannya sedangkan Jiang Cheng duduk menunggu dengan wajah sangar bagai guru yang ingin memberikan tes.
Keluarga wangxian duduk dan menjelaskan maksud dan tujuan mereka menemui Lan Xichen dan Jiang Cheng sebagai basa basi yang menurut author basi karena baik wangxian maupun xicheng keduanya sudah sama-sama tau.
"Jadi kualifikasi apa yang kalian miliki untuk bisa merawat kedua anakku?" ucap Jiang Cheng dengan nada angkuh.
"A-Yin" tegur Lan Xichen.
"Haah iya iya aku hanya bercanda"
"Jadi Wangji dan adik Wei, kalian sudah memutuskan untuk berbagi hak asuh A-Zhi dan A-Xi?" tanya Lan Xichen yang kini mulai kembali serius.
"Jika xiongzhang dan Jiang Wanyin mengijinkan" jawab Lan Wangji.
"Kami mengijinkan-". Belum selesai Lan Xichen menyelesaikan ucapannya, Jiang Cheng sudah menyela.
"Dengan syarat. Kalian harus memperlakukan dan menjaga A-Zhi dan A-Xi dengan baik, bantu kami mengasuh mereka, jangan mengajari hal-hal aneh pada mereka, dan jangan memberikan pengaruh buruk pada mereka. Jika kalian melanggarnya akan kupastikan kalian kugantung di atas pohon beringin secara terbalik! Kalian mengerti?!" ancam Jiang Cheng bagai induk kucing yang tak rela anaknya diasuh orang.
"Iya A-Chengku tercinta~ Kau tenang saja Lan Zhan pasti bisa mengasuh A-Zhi dan A-Xi dengan baik, buktinya A-Yuan diasuh Lan Zhan dan sekarang dia jadi teladan murid lain di Gusu" ujar Wei Wuxian yang malah membuat Shizui tersipu malu.
"Kalau Lan Wangji aku tidak perlu khawatir, justru yang kuperingatkan dari tadi itu kau!" omel Jiang Cheng akibat ketidaksadaran diri Wei Wuxian yang sebelas dua belas dengan tingkat kepekaannya.
"Baiklah karena semua sudah sepakat, sisanya kita hanya perlu mengurus sedikit dokumen mengenai status orang tua kedua untuk A-Zhi dan A-Xi. Mari Wangji". Dengan itu Lan Xichen dan Lan Wangji pergi menemui Lan Qiren dan para tetua untuk mengurusi hak asuh bagi kedua anak xicheng. Shizui juga ikut berpamitan untuk kembali ke kelasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny (Xicheng)
FanfictionPERINGATAN! Cerita ini mengandung unsur BxB alias BL. Bagi yang Homophobic hush hush pergi jauh-jauh kalo nekat resiko ditanggung sendiri. Author hanya minjem karakter dari novel milik MXTX dan tidak mengambil keuntungan apapun, murni hanya untuk h...
