Bag. 21 Labor Day

3.5K 415 59
                                        

Chapter ini mungkin agak sedikit mengganggu bagi beberapa orang, kalo g kuat baca dan bayangin ceritanya. Bisa silahkan skip beberapa bagian dan lanjut ke chapter selanjutnya saja.
Ok enjoy~
______________________________________

- Sebelumnya....

"Ada apa dengan Wanyin?" tanya Lan Xichen panik.

"Pemimpin Jiang melahirkan!" jawab Shizui tak kalah panik.

"Apa?! Seharusnya ini belum saatnya, kenapa sudah terjadi?!"

"Xiongzhang tenang" ucap Lan Wangji  menenangkan kakaknya walaupun dengan tetap mempertahankan muka temboknya.

"Iya Zewu Jun semua akan baik-baik saja, A-Yuan cepat antar kami ke tempat A-Cheng!" dukung Wei Wuxian.

Mereka berempat pun langsung melesat menuju LianHua Wu dan berharap semua benar baik-baik saja.

- LianHua Wu

Sementara Lan Xichen dan rombongan masih dalam perjalanan, Jingyi dan Jin Ling masih dibingungkan dengan keadaan Jiang Cheng yang terus merintih kesakitan.

"Jin Ling, Shizui aduh mereka kemana sih lama sekali! Pe-pemimpin Jiang bersabarlah sebentar lagi mereka akan segera tiba" ucap Jingyi mencoba menenangkan.

"Uugh cepat lah! Akh!"

"Um iya iya sebentar lagi ya kumohon, aduh aduh bagaimana ini?!  Ah pemimpin Jiang coba tarik napas.... hembuskan... tarik napas lagi, ayo cobalah" ujar Jingyi semakin ikutan panik dan frustasi disaat yang bersamaan. Jiang Cheng tanpa pikir panjang menurut untuk mengambil napas, "haaaa fuuu~ haaaa ugh".

Tak lama kemudian Jin Ling pun datang dan mendobrak pintu dengan cukup keras. "PAMAAAAN JINGYIII AKU BAWA TABIBNYA!"

"Woi lama sekali! Aku di sini panik kau tau?!" omel Jingyi kepada Jin Ling.

"Ya maaf! Aku juga sudah berusaha cepat tapi saat kupanggil tabibnya masih buang air besar! Masa mau langsung kuseret begitu saja?! Gila ya?!" balas Jin Ling tak mau disalahkan.

"Kalian berisik, lebih baik salah satu dari kalian bantu pelayan siapkan air hangat dan handuk sana!" ujar sang tabib yang malah ikutan emosi gara-gara ulah berisik kedua junior itu. Akibat kena sembur tabib, Jingyi akhirnya pergi menyiapkan air hangat, sedangkan Jin Ling tetap tinggal di dalam ruangan duduk dengan patuh tak jauh dari ranjang Jiang Cheng. Setelah berhasil mendiamkan keduanya, tabib pun beralih pada Jiang Cheng yang tengah berbaring di ranjang.

"Sepertinya air ketubannya sudah mulai pecah. Nyonya lanjutkan ambil napasnya, sambil didorong ya. Saya coba lihat sudah berapa pembukaannya". Tabib membuka penutup kain pada Jiang Cheng dan ulala~ sang tabib yang diketahui adalah seorang wanita pun terkejut bukan main (ASTAGA! Kukira rumor Pemimpin Jiang itu gadis yang menyamar adalah benar, ternyata.... 😥 Kalau seperti ini keluarnya dari mana?! Masa dari itu?! Bisa keluar gak ya? Waduh baru kali ini aku membantu pria melahirkan! 😣)

"Umm....sepertinya jalan keluarnya belum cukup lebar, coba teruskan napas dan dorongannya. Ayo kau pasti bisa! Tarik napas... doroooong" ujar sang tabib mencoba membantu semampunya. Jiang Cheng mengeratkan cengkramannya pada bantal dan melakukan seperti yang diperintahkan tabib padanya. "Haaaaa a-"

"AAAAAKH!". Malah Jin Ling yang berteriak kencang 🗿.

"Yang melahirkan pemimpin Jiang kenapa malah kau yang teriak?" tanya Jingyi polos.

"Bodoh! Dimana kau letakkan bak air hangatnya hah?!" jawab Jin Ling. Jingyi melihat ke bawah dan ternyata bak air hangat yang ia bawa menindih tangan Jin Ling. "Oh maaf aku tidak sengaja ehehe".

Destiny (Xicheng)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang