"Rei, coba lihat, ada kalung tuh," kata Carissa sambil menunjuk ke sebuah benda hitam yang tergeletak samar di dekat rerumputan.
"Ambil sendiri, enggak usah nyuruh. Punya tangan, kan? Ambil lah," balas Reiga, sedikit sedat, namun tetap melangkah mendekati temannya.
"Becek habis hujan tadi, enggak usah ah, biarin aja," Carissa bergidik, lalu kembali melangkahkan kakinya.
"Maunya apa sih? Ribet banget cewek," gerutu Reiga, namun senyum tipis terukir di wajahnya.
"Hehehe," Carissa terkekeh.
"Nyengir lagi," kata Reiga, ikut tersenyum.
"Udah ah, yuk pulang, mau malam nih," ajak Carissa.
"Hmm," gumam Reiga.
Saat Reiga melewati kalung itu, pandangannya terpaku. Ada daya tarik aneh dari modelnya yang unik dan gelap. Ia melirik Carissa yang terus berjalan, lalu kembali menatap kal
ung itu.
'Boleh lah. Lumayan,' batinnya, senyum nakal terukir di bibirnya.
Reiga segera memungut kalung itu dan menyelipkannya ke dalam saku celana. Setelah itu, ia bergegas menyusul Carissa dan pulang bersama.
Sesampainya di rumah, Reiga melemparkan tasnya ke sembarang tempat dan menjatuhkan diri ke kasur empuk.
"Haa... aku capek banget. Btw, kalung ini bagus juga. Cuci dulu ah," Reiga bangkit.
Ia menuju kamar mandi, membersihkan kalung itu. Setelah dikeringkan, Reiga mematung.
"Hmm, perasaan tadi bentukannya enggak gini, deh. Kok habis dicuci malah jadi kayak simbol satan?" Sesaat setelah kata-kata itu terucap, suasana mendadak dingin. Bulu kuduk Reiga berdiri.
"Ekhm... bercanda ah," Reiga mencoba menenangkan dirinya, memaksa tawa kecil.
Ia pun memakai kalung hitam pekat itu. "Lumayan," katanya sambil tersenyum puas. "Dah lah, yuk mandi, gerah banget."
CSSSHHHHH...
Air mengalir dari shower, membasahi tubuh putih dan ramping milik Reiga. Rambutnya sebiru langit disabuni, dipijat perlahan.
"Haa... andai ada yang bantuin mandi, kan enak," gumam Reiga, memikirkan hal-hal iseng.
Tiba-tiba, suara asing, berat, dan bergema menyapu keheningan kamar mandi.
"Σε βρήκα κλέφτη," (Aku menemukanmu, pencuri.)
"Hmm, apaan?" Reiga membilas rambutnya.
"Πρέπει να είσαι υπεύθυνος, κλέφτη," (Kau harus bertanggung jawab, pencuri.)
"Hah? Apa sih, Mamah? Ngomong bahasa yang biasa aja! Jangan bahasa asing, enggak paham anakmu ini," balas Reiga.
"Aduh, busanya masuk mata! Bentar, Mah, lagi mandi! Ngomongnya nanti kalau udah di luar!" teriak Reiga.
Di balik tirai tak kasat mata, terjadi percakapan yang dingin dan kuno.
"Αυτός ο άνθρωπος με λέει μαμά;" (Manusia ini memanggilku 'Mamah'?)
"Χαχαχαχα, πραγματικά αστείο," (Hahahaha, sungguh lucu.)
"Ρε Λεβιάθαν, μη γελάς, δεν υπάρχει τίποτα αστείο εδώ!" (Hei, Leviathan, jangan tertawa, tidak ada yang lucu di sini!)
"Σε πειράζει;" (Apa kau keberatan?)
"Ε, θέλεις να πολεμήσουμε;" (Hah, kau ingin berkelahi?)
KAMU SEDANG MEMBACA
[BL] SEVEN DEADLY SINS
Fantasy[COMPLETE] " kau harus bertanggung jawab reiga, hiduplah sebagai pasangan dari 7 iblis dosa besar ini. kami bertujuh akan memberikan segala kenikmatan yang tak pernah kau rasakan sebelum nya" ucap lucifer CERITA BY ME ZEEPAWL baca boleh copy jan...
![[BL] SEVEN DEADLY SINS](https://img.wattpad.com/cover/291072558-64-k319501.jpg)