2

14.2K 1K 47
                                        

Di kedalaman Kerajaan Kegelapan yang diselimuti bayangan...

"Kerja bagus, Mammon. Ini adalah wadah yang sungguh... indah," desah Asmodeus, matanya berkilat penuh hasrat.

"Cepatlah. Jiwa itu takkan bertahan lama tanpa tempat berlabuh," Mammon mendesak, suaranya terdengar tidak sabar.

"Ya, ya." Asmodeus bergerak anggun mendekati peti mati. Di dalamnya terbaring sosok yang menyerupai Reiga yang asli kecil dan berkulit pucat, namun dengan perbedaan mencolok pada warna dan panjang rambut.

Perlahan, Asmodeus melayangkan jiwa Reiga ke udara. Empat Raja Iblis lainnya Lucifer, Leviathan, Mammon, dan Satan turut serta, memancarkan gelombang energi kehidupan yang masif ke arah jiwa tersebut.

’Kegelapan, kebencian, kemarahan segala energi negatif ini menyatu dalam inti jiwamu. Kekuatan mutlak dari seorang Raja Iblis tak terhindarkan. Kami perintahkan kau hidup dengan inti jiwa yang telah kami berikan. Bangkitlah dari tidurmu,’ para Raja Iblis berbisik dalam keheningan, suara mereka bergema di dimensi lain.

Jiwa Reiga, yang semula biru, kini berpendar dalam gradasi merah dan hitam yang mengerikan. Inti jiwa itu merayap, perlahan namun pasti, memasuki raga cantik yang telah disiapkan Mammon.

"Akhirnya, selesai," Satan menghembuskan napas.

"Cepatlah bangun," Leviathan mendesak, tak sabar.

"Aku tak sabar untuk mencicipi tubuhnya," Asmodeus menjilat bibirnya.

"Aku yang akan menundukkannya," Mammon menyeringai.

"Kita akan membaginya rata," Lucifer memutus dengan nada final.

Jiwa telah masuk, tetapi Reiga tidak dapat segera bangkit. Setiap sarafnya harus terhubung kembali. Namun, berkat pancaran kekuatan spiritual dari tujuh Raja Iblis, kebangkitan yang seharusnya memakan waktu sepuluh tahun dipercepat drastis hanya dalam sepuluh menit.

"Ngggghhhh..." Reiga menggeliat, perlahan membuka mata dan menatap sekeliling.

"Hah? Ini bukan kamarku. Aku di mana?" Ia bangkit duduk.

Saat menoleh ke kanan, ia mendapati tujuh sosok duduk di singgasana masing-masing, mata mereka terkunci padanya. Tujuh takhta, tujuh sosok menakutkan, Tujuh Dosa Besar.

"Kau akhirnya bangun," sambut Lucifer.

"Cih, betapa lambatnya," cibir Satan.

"Kau membuang banyak waktuku," keluh Mammon.

"Ehh, kau terlihat begitu mempesona," Asmodeus mengaguminya.

"Memang cantik, tapi jelas tidak sebanding denganku," Leviathan menyombong.

"Aku lapar. Cepat selesaikan ini," Beelzebub merengek.

"Padahal aku masih ingin tidur di kasur," Belphegor menggumam.

'Ah, mereka ini merepotkan. Benar-benar berisik,' batin Reiga, wajahnya datar.

"Selamat datang di Kerajaan Kegelapan. Aku Lucifer, Raja dari segala Raja Iblis di sini, dan mereka berenam adalah saudaraku. Namamu Reiga, benar?" Lucifer menjelaskan.

"Tunggu sebentar. Aku tidak mengerti mengapa aku di sini. Siapa kalian? Sedang cosplay jadi iblis, ya? Pakai bando tanduk segala," tanya Reiga, alisnya berkerut bingung.

"Kami memang iblis. Apa itu cosplay?" Satan membentak.

"Hah? Kau pasti bercanda..." Tiba-tiba, Reiga teringat pada momen saat ia dibunuh di rumahnya sendiri.

‘Ya Tuhan, ini nyata? Pasti gara-gara kalung sialan itu. Tapi... Raja Iblis sebanyak ini... Tujuh Dosa Besarkah? Aahhh, aku terjebak di tempat yang merepotkan! Kalau tadi di tempat Elf, lumayanlah, banyak Kakak cantik "boing-boing." Ini... batangan semua, hmm...’ Reiga menghela napas, menutup mata.

[BL] SEVEN DEADLY SINSCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang