▪ 3

420 7 0
                                        

Ansellina update guyss!!!

Ada yang udah nungguin chapter ini??

Gimana nih hari minggunya?
Kalian tim main sama temen apa tim di rumah rebahan?

Sebelum lanjut baca tekan bintangnya dulu yups, tinggalin komen kalian juga, Thanks😊

Semoga kalian suka
Happy reading!

Semoga kalian sukaHappy reading!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

◾◽◾

Pak Anto langsung membukakan gerbang begitu mobil yang Ansel kemudikan berhenti di depan rumah. Ansel melajukan mobilnya pelan membelah halaman rumahnya yang luas dan memarkirkan di garasi, berdampingan dengan mobil hitam milik Arvino. Cowok itu keluar dari mobil, pandangannya mengedar, mengamati seisi garasi, Ansel tak menenukan motor Arsel, itu tandanya Arsel belum pulang. Tak heran sih, kembarannya itu memang lebih suka berada di luar rumah daripada di rumah, apalagi dijam-jam seperti ini, Arsel pasti sedang menghabiskan waktu bersama teman-teman geng motornya.

Ansel menggelengkan kepala pelan tak mau mengurusi lebih soal kehidupan saudara kembarnya. Dengan langkah santai Ansel memasuki rumah, hal pertama yang menyambut kedatangannya adalah suasana sepi, itu wajar sih karena memang separuh dari penghui rumah ini jarang berada di rumah.

Ansel naik ke lantai atas, dimana kamarnya berada. Cowok itu hampir bertabrakan dengan Mbok Nur saat hendak masuk ke dalam kamar. Kedatangan Ansel yang tiba-tiba membuat Mobok Nur, asisten rumah tangganya, terlonjak kaget.

"Aduh, Den Ansel ngangetin Mbok aja, untung sampahnya gak Mbok Nur lempar" Celetuk Mbok Nur masih dengan napas yang tersenggal.

"Maaf ya Mbok, Ansel gak niat ngagetin" Ansel mengusap bahu Mbok Nur pelan.

"Iya gak papa Den. Den Ansel ganti baju dulu terus makan ya, Mbok Nur siapin" Ansel menggeleng pelan sebagai tanda penolakan.

"Ansel udah makan" Tolaknya yang dimengerti oleh Mbok Nur.

Atensi Ansel teralihkan pada peralatan yang dibawa Mbok Nur. Mbok Nur baru saja membersihkan kamarnya, mungkin saja Mbok Nur menemukan gantungan kuncinya, siapa tau aja kan gantungan kunci itu jatuh di kamar.

"Mbok Nur ada nemuin gantungan?" Tanya Ansel, berharap Mbok Nur memberikan jawaban yang memuaskan.

"Gantungan? Gantungan yang mana Den? Mbok Nur kayaknya gak nemuin gantungan di kamar Den Ansel" Sahut Mbok Nur dengan kening berkerut.

Mendengar jawaban Mbok Nur, Ansel hanya dapat mengangguk, menelan kekecewaan atas harapan yang dibuatnya. "Yaudah mungkin gak jatuh di kamar, Ansel masuk dulu" Ansel masuk ke kamar dan menutup pintu setelah mendapat anggukan kecil dari Mbok Nur.

DLS [ 2 ] Ansellina Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang